What do you want?

Sabtu, 09 Maret 2013

LARUTAN DAPAR



MODUL 1
LARUTAN DAPAR


TUJUAN
Membuat larutan dapar dengan pH dan kekuatan ionik tertentu.

DASAR TEORI
Pada dasarnya suatu larutan dapar yang tersusun dari asam lemah dan basa konjugasi merupakan suatu sistem kesetimbangan ion dalam air, yang melibatkan adanya kesetimbangan air dan kesetimbangan asam lemah. Di samping itu, terdapat ion basa konjugasi yang berasal dari garam atau hasil reaksi antara asam lemah tersebut dengan basa kuat .
(Sudarmo, 2005)

Dapar  di defenisikan sebagai campuran asam/basa lemah dengan garamnya. Fungsinya  adalah untuk mempertahankan pH larutan saat ditambahkan asam/basa lemah dalam jumlah relatif sedikit. Kapasitas dapar adalah parameter kuantitatif yang menunjukkan kekuatan (resistensi) untuk mempertahankan pH.
(Chang R, 2006)

Faktor-faktor yang mempengaruhi pH larutan dapar. Penambahan garam-garam netral ke dalam larutan dapar mengubah pH larutan dengan berubahnya kekuatan ion. Perubahan kekuatan ion dan pH dapar dapat pula disebabkan oleh pengenceran. Penambahan air dalam jumlah cukup, jika tidak mengubah pH dapat mengakibatkan penyimpangan positif atau negatif sekalipun kecil sekali, karena air selain dapat mengubah nilai koefisien kereaktifan,  ia juga dapat bertindak sebagai asam lemah atau basa lemah. Nilai pengenceran yang positif menunjukkan bahwa harga pH akan naik akibat pengenceran sedang nilai pengenceran negatif menunjukkan bahwa nilai pH turun dengan adanya pengenceran dapar .
(Martin, 1990)

LARUTAN BUFFER
            Suatu larutan bila ditambah asam akan turun pH-nya karena memperbesar konsentrasi H+. sebaliknya bila ditambah basa akan menaikkan pH karena meningkatkan konsentrasi OH. Seterusnya, suatu larutan asam/basa bila ditambah air akan mengubah pH karena konsentrasi asam/basanya mengecil.
            Ada larutan yang bila ditambahkan sedikit asam-basa atau air tidak mengubah pH secara berarti, larutan ini disebut larutan buffer.
Cara membuat larutan buffer ada 2, yaitu :
a.      Campuran asam lemah dengan garamnya (berasal dari asam lemah dan basa kuat). Contoh: HNO3 dan NaNO3 atau CH3COOH dengan CH3COOK.
b.      Campuran basa lemah dengan garamnya (berasal dari asam kuat dan basa lemah). Contoh: NH4OH dengan NH4Cl dan N2H5OH dengan NH4Cl.
(Syukri S, 1999)

            Larutan dapar dapat dibuat dari pereaksi berikut menggunakan air bebas karbondioksida P. jika pereaksi terbentuk hablur, kecuali asam borat digunakan lebih dahulu dikeringkan pada suhu 1100C – 1200C selama 1 jam.
            Larutan dapar disimpan dalam wadah tertutup rapat, dari kaca bebas alkali, tidak lebih lama dari 3 bulan. Jika terjadi kekeruhan/telah memperlihatkan tanda kemunduran tidak boleh digunakan. Harga pH dapat, memberikan reproduksibilitas  0,02 pada suhu 250C.
(Anonim, 1979)



ALAT DAN BAHAN
            Alat:
1.      Gelas beker
2.      Stirrer magnetic
3.      Neraca analitik
4.      pH meter
5.      pH stick
6.      Pipet tetes
7.      Pipet ukur
8.      Buret
9.      Labu takar
10.  Mechanical stirrer

Bahan:
1.      Asam asetat (asam lemah)
2.      Natrium asetat
3.      Air bebas CO2
4.      NaCl

CARA KERJA
Dipilih asam asetat dengan pKa 7,21 yang paling mendekati pH dapar yang dibuat = 5,2. Hal ini akan menyebabkan dapar yang dibuat mempunyai kapasitas dapar maksimum.
Dengan persamaan dapar, dihiung perbandingan Asam lemah (asam asetat) dan garamnya (Na asetat) yang diperlukan untuk pembuatan dapar dengan pH yang diinginkan (5,2). Persamaan dapar cukup tepat jika digunakan untuk perhitungan pH dengan rentang 4 sampai dengan 10.
Ditimbang bahan-bahan yang diperlukan dari perhitungan di atas.
Dikalibrasi pH meter dengan larutan dapar standar yang tersedia.
Dilarutkan bahan-bahan pembuat dapar dalam sebagian air bebas CO2, kemudian dicek pH larutan dengan pH meter.
Ditambahkan larutan NaOH jika terlalu asam atau HCl jika terlalu basa. Dicatat volume larutan yang ditambahkan.
Dihitung kekuatan ionic larutan dapar tersebut, dan ditambahkan NaCl hingga tercapai kekuatan ionic yang diinginkan.
Dipindahkan larutan ke labu takar dan diencerkan hingga volume yang dikehendaki.
Dicek pH akhir larutan dapar yang dibuat.


HASIL PERCOBAAN
Jenis dapar
Phospat
pH larutan dapar
7,0
pKa komponen dapar
7,21
Konsentrasi
0,15 M
Volume
250 mL

            Perhitungan :

pH                  = pKa + log
7,0                   = 7,21 + log
-0,21                = log
0,6165             =
K2HPO4          = 0,6165 (KH2PO4)
0,15 M                        = (K2HPO4) + (KH2PO4)
0,15 M                        = 0,6165 (KH2PO4) + (KH2PO4)
0,15 M                        = 1,6165 (KH2PO4)
KH2PO4          = 0,0927 M
KH2PO4          = 0,0573 M            

Jumlah (gram) KH2PO4               = (KH2PO4) × V larutan dapar × BM KH2PO4
                                                        = 0,0927 × 0,25 × 136,09
                                                        = 3,1538 gram



Jumlah (gram) KH2PO4               = (KH2PO4) × V larutan dapar × BM KH2PO4
                                                        = 0,0573 × 0,25 × 174,18
                                                        = 2,4951 gram

V1 . M1                        = V2 . M2
Vdapar . M dapar = VNaOH . MNaOH
250 mL . 0,15             = 1,520 mL . MNaOH
MNaOH                         = 24,671 M

Kekuatan ionik
        =  =                = 0,000075
                    =  [(0,0573 . 2 × 12) + (0,0573 × 12)]           = 0,0859
                        =  [(24,671 . 1 . 12) + (24,671 . 1 . 12)]         = 24,671
                          = 0,000075 + 0,0859 + 24,671                       = 24,7569
              yang diharapkan=                   0,15 –                    = 24,7569
                       =                             0,15 – 24,7569                = -24,6069
            Karena hasil ( - ), maka tidak perlu penambahan NaCl.

Bobot asam
3,1538 gram
Bobot garam
2,4951 gram
Volume penambahan basa
1,52 mL


           
PEMBAHASAN
Mekanisme kerja larutan dapar adalah menetralkan asam maupun basa dari luar. Masing-masing komponen dalam larutan dapar mampu menetralkan asam maupun basa dari luar. Komponen asam lemah dan basa konjugasi dalam larutan dapar asam membentuk sistem kesetimbangan

 Larutan dapar asam dapat dibuat dengan cara mencampurkan sejumlah larutan asam lemah dengan larutan basa konjugasinya secara langsung. Selain itu, larutan dapar asam juga dapat dibuat dengan mencampurkan sejumlah larutan basa kuat dengan larutan asam lemah berlebih. Setelah reaksi selesai, campuran dari larutan basa konjugasi yang terbentuk dan sisa larutan asam lemah membentuk larutan dapar asam.



DAFTAR PUSTAKA
Chang R. 2006. Kimia Dasar Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Martin, A. 1990. Farmasi Fisik edisi ketiga jilid 1, Universitas Indonesia Press:Jakarta.
Sudarmo, unggul, 2005, Kimia untuk SMA Kelas XI, PT. Erlangga: Surakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar