What do you want?

Memuat...

Minggu, 07 Juli 2013

PULVERES (Laporan Resmi)




LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM FARMASETIKA I



IDENTITAS MAHASISWA
Nama : Eldesi Medisa I.
Nim : K 100 110 038
Kelas : B
Kelompok : B 4



LABORATORIUM FARMASETIKA
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2011 




PULVERES

       I.            Dasar Teori
-          Serbuk adalah campuran homogen dua atau lebih obat yang diserbukkan. Serbuk diracik dengan cara mencampur bahan obat satu persatu, sedikit demi sedikit dan dimulai dari bahan yang jumlahnya sedikit kemudian diayak, biasanya menggunakan pengayak no. 60 dan dicampur lagi. Jika serbuk mengandung lemak harus diayak dengan pengayak no. 44. (Anonim, 1979)
-          Syarat-syarat serbuk :
Bila tidak dinyatakan lain serbuk harus kering, halus, dan homogen.
-          Kelebihan serbuk :
1.      Dokter lebih leluasa dalam memilih dosis yang sesuai dengan keadaan si penderita
2.      Lebih stabil terutama untuk obat yang sesuai dengan keadaan penderita
3.      Penyerapan lebih cepat dan lebih sempurna disbanding sediaan padat lainnya
4.      Cocok digunakan untuk anak-anak dan orang dewasa yang sukar menelan kapsul atau tablet
5.      Obat yang terlalu besar volumenya untuk dibuat tablet atau kapsul dapat dibuat dalam bentuk serbuk.
-          Kelemahan serbuk :
1.      Tidak tertutupnya rasa tidak enak seperti pahit, sepat, lengket di lidah (bisa di atasi dengan corrigens saporis)
2.      Pada penyimpanan menjadi lembab
-          Cara mencampur serbuk :
Hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu :
1.      Bentuk kristal/bongkahan digerus halus terlebih dahulu
2.      Obat keras dan jumlahnya sedikit dicampur zat tambahan dalam mortir.
3.      Obat berlainan warna diaduk bersama agar tampak serbuk merata
4.      Obat yang jumlahnya lebih sedikit dimasukkan terlebih dahulu
5.      Obat volume kecil dimasukkan terlebih dahulu. (Anonim, 2007)
-          Jenis-jenis serbuk :
1.      Pulvis Adspersorius, yaitu serbuk ringan, bebas dari butiran kasar, dan dimasudkan untuk obat uar. Umumnya dikemas dalam wadah yang bagian atasnya berlubang halus untuk memudahkan penggunaan pada kulit.
2.      Pulvis Dentifricus, yaitu serbuk gigi biasanya menggunakan cermin sebagai pewarna yang dilarutkan terlebih dahulu dalam kloroform/etanol 90%.
3.      Pulvis Sternutatorius, yaitu serbuk bensin yang penggunaannya dihisap melalui dinding sehingga serbuk tersebut harus halus sekali.
4.      Pulvis Effervescent, yaitu serbuk biasa yang sebelum ditelan dilarutkan terlebih dahulu.
-          Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pencampuran serbuk :
1.      Extractum siccum (ekstrak kering), pengerjaannya seperti membuat serbuk dengan zat padat halus, contohnya opri extractum, strichni extractum.
2.      Extractum spissum (ekstrak kental), dikerjakan dalam lumping panas + etanol 70% untuk mengencerkan ekstrak kemdian ditambah zat tambahan. Contoh: Belladone extractum, Hyoscyami extractum, Ectract cannabis, indicae, extract valeriane.
3.      Extractum liquidium (ekstrak cair), dikerjakan seperti mengerjakan serbuk dengan tincture. Contoh : Rhamni purshianae. (Anonim, 2007)


    II.            Resep
Iter 3x
R/
Aminophillin                        300 mg 
Belladone Extr.                     10 mg
SL                                            q.s.
m.f.l.a.pulv.d.t.d.                 No. X
S.p.r.n.pulv.I
Pro: Ardian (15 th)

 III.            Analisis Resep
1.      Aminophillin
DM : 500 mg/1,5 gram
Pemerian : butir/serbuk putih atau agak kekuningan, bau lemah, mirip amoniak, rasa pahit.
Kelarutan : larut dalam ± 5 bagian air, jika dibiarkan mungkin menjadi keruh. Praktis tidak larut dalam etanol (95%) P dan dalam eter P.
Khasiat : bronkodilator, antispasmodic, diuretik.
2.      Belladone Extr.
DM : 20 mg/80 mg
Pemerian : masa kental, coklat kental extr. Kental yang dibuat dari serbuk belladone. Kadar alkaloid julah dihitung sebagai hiosyamin C17H23NO3, tidak kurang dari 1,295% dan tidak lebih dari 1,305%.
Khasiat : parasimpatolitik.
3.      SL (Lactosum)
Pemerian : serbuk hablur, putih, tidak berbau, rasa agak manis.
Kelarutan : larut dalam 6 bagian air, larut dalam 1 bagian air mendidih, sukar larut dalam etanol (95%) P. praktis tidak larut dalam kloroform P dan eter P.
Khasiat : zat tambahan.

 IV.            Penimbangan Bahan
Aminophyllin           = 300 mg × 10 = 3.000 mg = 3 g
Belladone extr.         = 10 mg × 10 = 100 mg
SL/Laktosum           = misal 1 bungkus = 500 mg, maka 10 bungkus = 5.000 mg
Jadi, SL           = 5.000 mg – (3.000 mg + 100 mg)
                        = 1.900 mg
Perhitungan DM untuk 15 tahun
-          Aminophyllin     = 1 × p = 15/20 × 500 mg = 375 mg
1 hari                    = 15/20 × 1,5 g         = 1,125 mg
-          Belladone extr    = 1 × p = 15/20 × 20 mg     = 15 mg
1 hari                    = 15/20 × 80 mg       = 60 mg
-          1 bungkus mengandung : aminophyllin = 300 mg dan Belladone extr = 10 mg
Pemakaian maksimal
Aminophyllin           = 1 × p = 300 mg
1 hari = 1,125/0,3 = 3,75 – 1 = 2,75 x, dibulatkan 3 kali sehari
            Belladone extr = 1 × p = 10 mg
            1 hari = 60 mg/10mg = 6 – 1 = 5 kali sehari
            Aminophyllin = 1 × p = 300 mg < DM (TOD)
            1 hari = 3 × 300 mg = 300 mg < DM (TOD)
            Belladone extr = 1 × p = 10 mg < DM (TOD)
            I hari = 3 × 10 mg = 30 mg < DM (TOD)
*resep boleh dibuat


    V.            Cara Kerja
Ditimbang semua bahan
Dimasukkan ekstrak belladone dalam mortir hangat, ditambahkan sedikit spiritus dilutes dan alkohol 70%, dikeringkan dengan sebagian SL.
Ditambahkan aminophyllin sedikit demi sedikit dan sisa SL
Dibagi campuran dalam 10 bungkus.
Dimasukkan wadah dan diberi etiket yang sesuai.

 VI.            Etiket

VII.            Copy Resep

VIII.            Pembahasan
Dalam resep ini dokter meminta sediaan serbuk terbagi yang merupakan serbuk bagi yang dibagi dengan jumlah total yang hampir sama kemudian dibungkus dengan kertas perkamen atau pembungkus lain yang sesuai.
Dalam resep ini berisis aminophyllin, belladone extr, SL. Daam pembuatannya belladone extr memiliki konsistensi yang kental jadi dikerjakan dalam keadaan hangat, kemudian ditetesi dengan spiritus dilutes, dan dikeringkan dengan SL, dan dicampur dengan aminophyllin.
Aminophyllin berkhasiat sebagai bronkodilator, belladone extr berfungsi sebagai parasimpatolitik.
Resep ini diberukan kepada Ardian (15 th), pemakaian bila diperlukan 1 bungkus, maksimal 3 kali sehari. Diberi etiket putih karena pemakaian dalam atau pemakaian oral.

  IX.            Kesimpulan
1.      Obat ini berkhasiat sebagai obat asma
2.      Obat ini diberikan bila diperlukan 1 bungkus, maksimal 3 kali sehari
3.  Obat ini diberi etiket berwarna putih karena untuk pemakaian dalam dan pemakaian oral
4.      Dalam resep ditulis iter 3x berarti pasien berhak mengambil resep/obat tersebut sebanyak 4x.

     X.            Pustaka
Anief, Moh. 1997, Ilmu Meracik Obat, Gajah Mada University Press, Yogyakarta
Anonim, 1979, Farmakope Indonesia Edisi III, Depkes RI, Jakarta
Anonim, 2007, Ilmu Resep Jilid I, Depkes RI, Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar