What do you want?

Kamis, 26 September 2013

2 Rumus, 1 Makna

"Sebuah tulisan yang saya ambil dari note facebook saya beberapa pekan lalu"


Haloha…
Selamat malam…
Welcome to the first note for new facebook !
        Kalo ditanya tentang tema apa yang cocok ditulis buat note pertama di facebook, otomatis kali ini saya akan menjawabnya dengan “prinsip hidup”, karena mengapa? Prinsip atau pendirian itu adalah bagian yang penting/essensial dalam kehidupan. Saya pernah baca di salah satu blog yang menuliskan “orang yang memiliki prinsip artinya memiliki ketegasan sikap dalam hidupnya. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki prinsip artinya hidupnya tanpa pedoman, tanpa sikap, tanpa pendirian, akan mudah terbawa arus dan akhirnya kehidupannya pun dapat dipastikan tidak akan mengalami kemajuan”. Lalu, apa hubungannya sama facebook? Mengapa sekarang mesti tema ini yang harus diangkat buat note pertama di facebook yang baru? Ataukah ini ada hubungannya juga di semester 5 perkuliahan saya? Oke, saya ingin bukan di dunia nyata saja saya mesti menerapkan prinsip hidup, tetapi juga di dunia maya. Saya tahu bahwa jejaring sosial di era ini menjadi mungkin bisa dikatakan “kebutuhan atau keperluan” yang mau tidak mau harus dipenuhi ataupun harus diikuti, sebagai contoh karena kita tidak ingin dikatakan gaptek, tidak tahu informasi ter-update, tidak mengikuti perkembangan zaman, terlebih  lagi karena tidak jarang tugas-tugas kuliah bahkan sekolah yang mengikutsertakan social media, salah satunya facebook. Menurut saya, facebook bisa menjadi baju ataupun pencerminan dari diri kita di dunia maya. Orang-orang sebenarnya sedikit banyak bisa menilai diri kita dari status-status kita yang diupdate di sana, komentar-komentar kita, kata-kata yang kita lontarkan, dsb. Kalau kita selalu berkata baik dan sopan, maka penilaian orang kepada kita pasti orang ini sopan banget, supel, dan pastinya berpendidikan :D. Tapi, kalau kita sering berkata kotor, yang pastinya akan membuat orang sakit hati, pasti orang tersebut akan menilai kita dan akan berkata “ini orang tau sopan santun ngga sih?” atau “mulutnya ngga pernah di sekolahin apa ya?” ya… nggak jauh-jauh dari itu deh.

Aksi = Reaksi
Q dilepas = Q diterima

         Banyak sekali yang mengetahui rumus ini dalam fisika, khususnya para pelajar dan mahasiswa hehe. Dan saya adalah salah satu orang yang nge-fans berat sama rumus ini ! Iya, itu adalah salah satu rumus fisika yang ada di hukum Newton 3 dan Azaz Black. Messkipun saya tidak menyukai mata kuliah yang berbau fisika, ntah kenapa saya mendadak tidak menyukai fisika ketika berstatus mahasiswa dan saya  Alhamdulillah lebih menyukai kimia, padahal semasa di bangku sekolah saya lebih menyukai fisika daripada kimia, noh lihat nilai UN SMA aja mapel kimia nilainya paling rendah daripada nilai yang lain *buka kartu :p. Tapi sekarang keadaan berbalik, beralasan juga sih, karena setiap mata kuliah saya yang berbau fisika seperti kimia fisika, farmasi fisika nilainya pas-pasan baik praktikum maupun teorinya, dan saya lebih menyukai kimia, keadaan itu menguntungkan bagi saya karena di Farmasi sebagian besar apa-apa yang dipelajari ujung-ujungnya nyangkut ke kimia :D.
       Oya, balik lagi ke prinsip hidup, meskipun saya tidak menyukai fisika, tapi saya adalah salah satu orang yang sangat menyukai rumus ini dan menjadikannya sebagai prinsip hidup, karena menurut saya prinsip ini bisa mencakup aspek-aspek penting dalam kehidupan sehari-hari, baik itu agama, social, pendidikan, karir, financial, keluarga, maupun jodoh *eh. Sesuai yang dinyatakan dalam Pasal 1 (1) UU No. 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan mengemukakan pendapat kali ya *ehh bawa-bawa Undang-Undang pula :p
*Aksi = Reaksi dan Q dilepas = Q diterima
         2 rumus berbeda, dari ilmuwan yang berbeda, tetapi mengandung makna yang sama menurut saya :D Kalau saya yang mengartikan sih ini gini : AKSI = apa yang kita lakukan, usahakan, kita tekuni dalam kehidupan sehari-hari, REAKSI = Hasil dari usaha dan ketekunan kita dalam something to do. Bisa digambarkan:
1) Agama
         Setiap makhluk social yang hidup memiliki kepercayaan, bukan? Rumus dari Newton dan Black bisa diterapkan di sini. Seperti ini, sebagai aksi kita kepada Allah, kita selalu beribadah, berdo’a, tawakal, beriman, beramal saleh, maka kita secara otomatis akan mendapatkan reaksi seperti mendapat pahala, kehidupan terasaringan untuk dijalani, menjadi tabah dan bisa keluar dari masalah dan cobaan, hidup terasa terasa tenteram, damai, dan terasa sangat dekat dekat Yang Esa.
2) Kesehatan
        Ada istilah “mencegah lebih baik daripada mengobati”, maka aksi kita makanlah makan-makanan yang dapat memenuhi kondisi baik badan kita, jangan asal enak saja, berolahragalah, minum vitamin atau suplemen, hidup teratur, mandi juga yang teratur hihi. Dari situ kita mendapatkan reaksi yaitu badan kita akan selalu sehat, kuman-kuman, bakteri, ataupun virus dengan sendirinya akan takut. :D
3) Sosial
        Semasa SD sering sekali guru saya mengatakan kalau mau dihargai ya kita harus menghargai orang lain, kalau mau dihormati ya kita juga harus menghormati orang lain. Dan ini adalah salah satu aksi kita : berbuat baik, ramah, sopan, dengan sesama, suka membantu, bertetangga yang baik, tidak saling mencemooh, maka kita juga akan mendapatkan reaksi berupa kita akan dihargai orang lain, orang akan baik pula kepada kita, kita akan memiliki banyak teman, tidak ada ruginya kan?
4) Pendidikan
        Dari segi pendidikan yang sangat menentukan masa depan kita dan yang harus kita seriusin saat ini, terutama di bangku kuliah. Coba deh, kalau tiap malem kita belajar, pasti waktu pretest atau UAS kita nggak akan keteteran atau tidak akan menggunakan istilah “sistem kebut semalam”, nggak ngantuk waktu ngerjain soal, nilai pun juga otomatis akan bagus, bukan? Untuk 1 aksi saja kita bisa memetik beberapa reaksi, apalagi kalau banyak aksi? Ditambah lagi sering mengikuti kegiatan ekstra, maka kita akan banyak dikenal orang-orang, bisa ikut lomba ini itu dan kegiatan-kegiatan lain :D
5) Karir
       Sebenarnya, dalam segi karir adalah tahap lebih lanjut dari dunia pendidikan. Iya, kalau punya pendidikan yang bagus pasti pekerjaan dan karir yang bagus juga akan mengikuti kita. Beberapa aksinya, menjadi pekerja keras, tekun, bertanggung jawab, tepat waktu, disiplin, teratur, so pasti orang-orang akan respect kepada kita dan kita akan menerima respon-respon yang baik dari orang-orang tersebut, sebagai reaksinya seperti, kita diberi tanggung jawab yang baik, kita akan dipercaya orang lain, jangan-jangan kita mungkin akan dijadikan brand manager :D, jabatan yang kece, atau naik gaji hihi… siapa sih yang bisa nolak? :D
6) Financial
        Pendidikan berujung pada pekerjaan, pekerjaan berujung pada nasib karir kita, dan karir berujung pada keadaan dompet kita, benar tidak? Hihi, bukannya itu yang dicari, untuk memenuhi kebutuhan hidup kita dan keluarga jika sudah menikah, atau kepuasaan hidup. Mungkin untuk segi financial, aksinya bisa dari penddikan dan karir yang baik.
7) Jodoh
        Ada yang bilang “jodoh = cermin” yang maksudnya jodoh adalah pencerminan dari diri kita sendiri. Jodoh kita adalah sama seperti halnya diri kita. Siapapun yang menjadi pasangan hidup kita merupakan cermin yang ada pada diri kita. Di salah satu ayat Al-Qur’an juga menyebutkan kalau orang yang baik pasti ia akan mendapatkan orang yang baik pula.

       Itu sebagian dari penjelasan dan pendapat saya mengenai prinsip aksi = reaksi, Q dilepas = Q diterima yang Alhamdulillah prinsip ini bisa merubah nilai – nilai saya di dunia perkuliahan, Alhamdulillah berubah ke yang lebih baik tentunya :D  Dan prinsip serta rumus ini akan tetap saya terapkan di semester 5 kali ini :)
Ingat,
Aksi = reaksi
Aksi = belajar
Reaksi = nilai yang baik
Belajar = nilai baik
Q dilepas = Q diterima
Q dilepas = usaha dan tekun
Q diterima = karir cemerlang.

Oke, see you bye bye….

Eldesi Medisa I.
3 September 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar