What do you want?

Senin, 23 September 2013

Solo International Performing Art (SIPA) 2013



          Salah satu alasan saya betah dan menyukai kota Solo yaitu karena di kota ini sering sekali diadakan acara-acara seni, terutama kesenian asli Jawa Tengah. Setiap minggu bahkan mungkin hampir setiap hari di kota ini ada saja acara seni yang ditampilkan. Awalnya sih saya kurang suka menonton acara-acara seni seperti ini, tetapi saya memiliki teman dekat yang menyukai kegiatan-kegiatan seni. Seringkali dia sukses mengajak saya menyaksikan acara-acara tersebut secara live. Bukan itu saja yang membuat saya suka, tetapi karena ada faktor “mau tidak mau harus nonton, tidak boleh ketinggalan” hihi. Teman-teman saya di kampus sebagian besar seringkali update dengan kegiatan-kegiatan seperti ini juga atau bisa dibilang event-event di kota Solo, dan ini tidak jarang menjadi topik pembicaraan jika di kampus *kalau saya nggak tau kan nggak bisa ikutan cerita juga ):. Dari kebiasaan itulah saya jadi suka dan perlahan-lahan menjadi hobi saya, sebelumnya jarang sekali saya menonton pertunjukkan seperti tarian daerah, fashion show dengan kostum yang amazing menurut saya, festival menari seharian *namanya saya lupa, festival musik, dan lain-lain. 1 alasan lagi kenapa saya bisa menyukai pertunjukkan seni yaitu karena rasa penasaran, maklum di kota asal saya jarang sekali saya menonton pertunjukkan seni secara live atau seingat saya tidak pernah ada acara seni seperti di kota Solo, paling-paling konser musik biasa -,-. Jadi, dari rasa penasaran dan mau tahu kayak gimana sih penampilannya? Seperti apa sih bentuk atau corak seninya? Dari pertanyaan-pertanyaan dan rasa penasaran itulah yang berhasil membawa saya ke depan panggung pertunjukan tersebut.
Sabtu malam lalu saya sukses melewati satnight di luar rumah bersama beberapa teman kampus saya. Suatu acara seni yang tiap tahun tidak pernah dilewatkan kota Solo, adalah SIPA (Solo International Performing Art) 2013 di benteng Vastenburg berhasil membawa saya duduk di salah satu kursi penonton. Tahun ini adalah SIPA yang ke 5 yang diselenggarakan kota Solo dan ini adalah salah satu kegiatan rutin tiap tahun kota Solo yang dilakukan selama 3 hari, kegiatan ini sudah masuk jadwal event kota Solo. 
Tarian pertama yang ditampilkan


Salah satu tarian dari Aceh
 Ini kesekian kalinya saya menonton pertunjukan seni di kota yang memiliki julukan “The Spirit of Java” ini. The legend “history of world culture”, SIPA mempertunjukkan tarian-tarian adat dari provinsi-provinsi di Indonesia, bukan hanya dari Indonesia saja lho, melainkan juga dari luar negri. SIPA tahun ini mempertunjukkan tarian-tarian dari negara Korea Selatan, China, Swedia, Malaysia, Jepang, India, dan Inggris. Saya paling suka tarian dari Jepang, saya lupa nama tariannya, tetapi seingat saya tarian itu kostumnya hanya mengenakan dress putih polos yang dibawakan oleh sekitar belasan wanita, tarian unik ini berlangsung cukup lama, sekitar 30 menit atau lebih. Saya juga melihat tarian dari daerah Aceh yang sangat kompak :D.
     Karena acara ini berlangsung dari pukul 19.00-23.00 kami terpaksa menyudahi pertunjukkan tersebut karena kalau pulang jam 11 malam tidak enak buat teman-teman saya dan juga saya. Pokoknya kegiatan ini sangat bermanfaat, masyarakat Solo juga antusias menonton acara ini, terlebih lagi fasilitasnya yang lumayan juga untuk ukuran free ticket :p, disediakan kursi dari pihak panitia, jadi tidak perlulah kita berdiri bak nonton konser artis ibu kota yang tour ke daerah-daerah :D.




saya sempat mendokumentasikan beberapa tarian

2 komentar:

  1. Semoga betah di Kota Solo kak ^_^
    FYI festival menari seharian itu namanya "Solo Menari 24 Jam" tengok sini deh, hehe => http://cahangonsolo.blogspot.com/2013/04/SoloMenari2013.html

    BalasHapus
  2. Nah iya... saya juga sempat melihat festival menari 24 jam itu, tapi cuma sebentar karena ada kuliah :( saya betah sekali di Solo, saya suka sama budaya dan cara pelestarian budayanya :)

    BalasHapus