What do you want?

Senin, 17 Maret 2014

Air Terjun Jumog



“Saya melihat air terjun berbentuk seperti bunga yang terselip di lereng Gunung Lawu..”


         Berawal dari browsing di Google, obyek-obyek wisata apa saja yang belum saya kunjungi di daerah Tawangmangu, yep Google menunjukkan saya pada air terjun yang bentuk seperti bunga yang mekar, Air terjun Jumog yang berada di Desa Berjo, KecamaNgargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah memiliki pesona yang eksotik dan beragam. Namun menurut informasi, baru Candi Sukuh dan Air Terjun Jumog yang bisa dinikmati wisatawan dengan nyaman. 

               Air Terjun ini memiliki ketinggian 25 meter dan berada pada ketinggian 1.000 mdpl serta terletak sekitar 700 meter sebelah barat Candi Sukuh. “The Lost Paradise of Java” sebutan yang dipakai masyarakat setempat untuk air terjun ini. Memang banyak orang yang tak menyangka bahwa Desa Berjo di Kecamatan Ngargoyoso itu memiliki pesona wiasata yang eksotik dan juga beragam. Pengunjung dari luar koat biasanya mengenali  Karanganyar dari Candi sukuh atau Tawangmangu secara keseluruhan. 


                Khusus untuk Air Terjun Jumog, Pemerintah Desa Berjo memang memberikan perhatian khusus. Objek itu sudah menjadi kebanggaan warga Berjo karena dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat. Berbeda dengan Grojogan Sewu di Kecamatan Tawangmangu yang telah lebih dahulu dikembangkan, Air Terjun Jumog tampak lebih sederhana. Air terjunnya tidak terlalu tinggi tapi tetap memancarkan keindahan khas wisata alam.

                Jika dilihat secara lokasi, aksesnya cukup mudah karena memiliki tanjakan yang tidak terlalu tinggi dengan jalan aspal yang halus serta sangat nyaman. Apabila berangkat dari kota Solo, pengunjung harus berjalan kea rah Timur, setelah sampai di Karangpandan sudah ada papan petunjuk jalan menuju lokasi air terjun. Bila sudah sampai di percabangan ada petugas yang menarik retribusi biaya masuk sebesar Rp 1.000,00 lalu kita bisa mengambil jalan ke arah kanan bawah atau bisa bertanya kepada petugas tersebut. 
Hai... ini Selo :D

                Untuk memasuki lokasi Air Terjun Jumog kita dikenakan biaya Rp 3.000,00 per orang. Untuk parker kendaraan roda dua dikenakan biaya Rp 1.000,00. Bagi pengguna kendaraan umum dapat menggunakan bus umum dari kota Solo ke terminal Karangpandan (arah ke Tawangmangu) dengan tariff sebesar Rp 6.000,00 per orang, kemudian dilanjutkan dengan naik bus kecil menuju Nglorog (Candi Sukuh atau Air Terjun Jumog) atau terminal Kemuning (Candi Cetho) dengan tariff sebesar Rp 3.000,00 perorang. Selanjutnya, kita harus naik ojek karena tidak ada kendaraan umum yang langsung menuju ke lokasi candi atau air terjun. Tarif ojek sudah tercantum di tempat mangkalnya, yaitu sekitar Rp 60.000,00 pulang pergi, memang agak mahal tetapi tariff tersebut bisa dinego. 

                Selanjutnya dari tempat parker air terjun, para pengunjung harus berjalan kaki sejauh 400 meter menuruni anak tangga dan melewati jalan setapak. Jalan setapak menuju air terjun ini sudah tertata dengan baik. Fasilitas di lokasi wisata ini bisa dikatakan menengah, tidak terlalu lengkap tetapi juga tidak kekurangan. Di samping bisa menikmati indahnya air terjun yang di kelilingi bukit dan pepohonan hijau yang asri, disediakan pula arena permainan dan kolam renang untuk anak-anak. 

                Debit air terjun ini tidak begitu deras sehingga pengunjung bisa  puas bermain-main di tempat ini. Tentu saja, airnya sangat sejuk dan dingin khas pegunungan. Air jernih yang turun dari tebing bebatuan ini membentuk sungai yang senantiasa mengalir di sela-sela bebatuan besar dan berkelak-kelok. Airnya cukup melimpah, jernih, dan dingin karena langsung dari mata air pegunungan. Saya dan sahabat saya, Selo Ilmiawan tentu saja tidak ketinggalan untuk mendokumentasikan pemandangan-pemandangan indah alam Jumog. :D

         Di sini juga banyak terdapat pedagang dan warung-warung yang menyediakan makanan ringan dan berat serta minum-minuman yang dijual dengan harga yang murah. Seperti sate kelinci dengan harga 8.000 rupiah, mie ayam, bakso, soto, dan lain-lain. Dingin-dingin menikmati air Jumog kemudian diobati dengan hangatnya makanan berkuah atau sate. Yummmmyyyy…. :D  juga terdapat 1 masjid kecil yang sangat terawatt yang berada di dekat lokasi parkir.

                Bila ingin menghabiskan malam di daerah ini, kita bisa bermalam di homestay yang berada 1 km dari air terjun. Harga sewanya juga relative bersahabat dengan kantong, mulai dari Rp 50.000,00 hingga Rp 200.000,00. Selain itu, penyewa juga menyediakan gazebo-gazebo kecil yang dapat digunakan untuk bersantai.
Yuk, yang suka bertravelling ria seperti saya dan sahabat saya :D tidak ada salahnya juga untuk mengunjungi obyek wisata alam yang satu ini :D
Happy travelling ya guys… :D
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar