What do you want?

Sabtu, 15 Maret 2014

Air Terjun Kedung Kayang


Ah, akhirnya bisa mengunjungi tempat ini dibantu dengan googling, google maps, dan cerita-cerita orang. Awalnya sih saya dan sahabat saya ingin mengunjungi daerah Selo, Boyolali yaitu tempat wisata yang bernama Ketep Pass, kami ingin melihat pemandangan indah gunung Merbabu dan Merapi dari  tempat itu. Namun, kami tidak puas hanya mengunjungi 1 tempat wisata saja. Berbekal hanya dengan teman setia Google kami menemukan tempat wisata yang tidak jauh dari Ketep Pass, yaitu Air Terjun Kedung Kayang. Katanya ini air terjun bingkisan dari Gunung Merbabu dan Merapi yang memiliki keeksotisan tersendiri.  Rasa penasaran pun langsung menggelayuti ketika membaca posting-postingan para pengguna blog yang menulis tentang air terjun ini. 


Menurut informasi, obyek wisata air terjun Kedung Kayang terletak di alur sungai Pabelan yang berasal dari 2 gunung yitu Merbabu dan Merapi, berada pada ketinggian 950 dari permukaan laut. Kedung Kayang terletak di perbatasan  kabupaten Magelang dan kabupaten Boyolali, di antara desa Wonolelo, kecamatan Sawangan, kabupaten Magelang dan desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Kedung Kayang terletak tepat di tengah jalan tembus Magelang-Boyolali dan terletak di kawasan jalur wisata SBB (Solo-Selo-Borobudur). 


Obyek wisata Kedung Kayang adalah wisata alam berupa air terjun alami dengan ketinggian 39 meter dengan posisi kemiringan 80 derajat.  Air yang mengalir di air terjun tersebut mengalir sepanjang tahun, berasal dari 4 mata air, yaitu semuanya berasal dari lereng gunung Merbabu dan setelah sampai atas air terjun debit air sekitar 60 L/detik. Harga tiket masuk juga terjangkau, yaitu 2.500 rupiah/orang. Untuk melihat dan menikmati air terjun kita perlu berjalan lebih kurang 30 menit melewati tangga dan jalan setapak menurun. Di dalam kawasan wisata Kedung Kayang  juga banyak terdapat tempat istirahat bagi pengunjung. Para pengunjung dapat menikmati pemandangan sungai alami dengan air yang cukup jernih dan dapat bermain air di bawah air terjun itu.




Saya dan sahabat saya tidak bisa berlama-lama menikmati keindahan air terjun ini karena hari sudah mendung. Sempat membaca cerita di salah satu blog kalau ada mahasiswa Salatiga kakak beradik yang meninggal karena hanyut terbawa derasnya arus sungai tersebut ketika hujan. Hal itu membuat kami sedikit takut. Ya sudah, kamipun langsung melalui jalan menanjak untuk kembali ke atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar