What do you want?

Rabu, 19 Maret 2014

Grojogan Sewu

Grojogan Sewu

Jum’at ( 21 Februari 2014) lalu, teman saya ketika masih duduk di bangku SMA mendatangi kota Solo, berempat dengan teman-temannya ia mendatangi Solo. Tentu saja saya dan sahabat saya yang notabene masih libur kuliah bertemu dengan mereka. Mereka ke Solo untuk berjalan-jalan. Awalnya mereka ingin ke Pandawa, sebuah water boom besar yang berlatar belakang seperti pantai yang berada di Solo baru. Tetapi, ketika kami mengunjungi Pandawa, ternyata tempat itu ditutup untuk sementara waktu dikarenakan pembersihan seusai hujan abu vulkanik Gunung Kelud lalu. Niat berubah arah menjadi ke daerah Karanganyar, wilayah pegunungan yang kaya akan wisata alamnya.

Obyek wisata sasaran kami kali ini adalah air terjun yang berna,a “Grojogan Sewu”, sebuah air terjun dengan panorama hutan alami di kaki Gunung lawu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Bowok Kadek (teman SMA), saya, dan Selo di gerbang masuk

Untuk menuju ke Grojogan Sewu sangat mudah sekali. Kami berenam menaiki kendaraan pribadi yang bisa ditempuh dalam waktu 1 – 1,5 jam. Apabila dari Solo, bisa naik bus jurusan Tawangmangu dan akan dikenakan biaya sekitar Rp 10.000,00, lebih gampangnya lihat saja didaftar tarif yang tersebar di terminal Tirtonadi, Solo hehe.... lalu kita akan turun di terminal Tawangmangu yang merupakan terminal terakhir. Dari sini, pengunjung bisa berjalan kaki sejauh 1 km menuju air terjun dengan jalanan yang menanjak naik. Gampangnya, pengunjun bisa naik angkot menuju air terjun dengan harga sekitar Rp 3.000,00. Tiket masuk ke Grojogan Sewu seharga Rp 6.000,00. 
Untuk menuju air terjun, dari loket retribusi kita akan menuruni ratusan anak tangga menuju ke bawah. Dalam perjalanan ini, deru air terjun pun bisa terdengar dengan jelas. Air terjunnya sendiri berada di dalam Hutan Wisata Grojogan Sewu yang memiliki luas 20 Ha. Jadi, dalam perjalanan menuju air terjun, kesan sejuk sangat terasa karena banyaknya pepohonan di kanan-kiri jalan. 
ini nih kera nakalnya :/

Dalam perjalanan ini pula kita menemukan banyak sekali kera. Kera-kera tersebut merupakan nilai tambahan dalam area wisata ini. Namun, perlu diingat pula bahwa kera-kera tersebut juga mendapat predikat buruk. Kera-kera di Grojogan Sewu sering kali menyambar makanan yang dibawa para pengunjung. Bahkan, kera-kera tersebut sangat tertarik dengan tas. Yup, karena memang kebanyakkan makanan dimasukkan ke dalam tas, entah tas kresek ataupun tas ransel. Jadi, jagalah tas anda selalu dan jangan ditaruh sembarangan karena kera-kera tersebut seperti terhipnotis jika melihat tas tergeletak begitu saja. 

Air Terjun Grojogan Sewu memiliki ketinggian 81 meter, merupakan air terjun tertinggi ke 12 di Indonesia dan sekaligus menjadikannya tertinggi se-Jawa Tengah. Untuk melihat air terjun dari dekat sebenarnya sudah ada larangannya, tetapi banyak sekali yang nekat untuk melihatnyalebih dekat dan harus melewati bebatuan licin. Apalagi jika hari itu mendung menggelayut dan gerimis pun datang.


Walaupun bernama seribu (sewu = seribu), kenyataannya hanya ada 1 air terjun utama dan beberapa air terjun kecil yang mengalir di sekitar air terjun utama. Namun, pemandangan di sekitar air terjun sangat menarik. Di sekitar air terjun banyak pedagang makanan, terutama sate kelinci dan sate ayam. Di sini juga terdapat kolam renang dengan air khas pegunungan yang dingin. Selain itu, pengunjung juga bisa mencoba flying fox dengan biaya Rp 10.000,00 dan setelahnya pengunjung dapat menye erangi sungai dengan melewati jembatan gantung dari tali.

Perjalanan yang paling menguras tenaga adalah kembalinya. Setelah menuruni ratusan anak tangga, maka sekarang giliran menaikinya. Tapi tenang saja, di beberapa titik dibangun gazebo untuk beristirahat sementara. Jika takut capek, pengunjung bisa menaiki kuda dari air terjun menuju pelataran parkir.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar