What do you want?

Rabu, 19 Maret 2014

Pantai Parangtritis



Mengejar sunset Pantai Laut Selatan, Rabu (26 Februari 2014)



Yogyakarta lagi….. :D Kota kedua yang membuat saya nyaman setelah kota Solo. Kota yang terkenal dengan obyek-obyek wisatanya yang lumayan terkenal di telinga-telinga masyarakat Indonesia dan tempat yang kaya akan budayanya. Kali ini saya kembali menyambangi sebuah Pantai di Selatan kota Yogyakarta, Pantai Parangtritis. Kali ini saya ke pantai ini untuk melihat dan menikmati sunsetnya.


Pantai Parangtritis yang terletak di jalan Parangtritis km 28 Yogyakarta, merupakan pantai yang paling populer di Yogyakarta. Ada dua hal yang membuat Parangtritis ramai dibicarakan yaitu pemandangan matahari terbenamnya yang romantis di kala senja dan mitos Nyai Roro Kidul. Banyak orang percaya Pantai Parangtritis adalah gerbang kerajaan gaib Nyai Roro Kidul yang menguasai laut selatan. Selain itu Pantai Parangtritis juga dikenal dengan ombak besar dan bukit-bukit pasirnya, atau biasa disebut gumuk. Pada musim kemarau biasanya angin bertiup lebih kencang dan ombaknya rata-rata  setinggi dua sampai tiga meter. Sebagai kawasan wisata, Pantai Parangtritis dikelola dengan cukup baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul, mulai dari fasilitas penginapan sampai pasar yang menjajakan souvenir khas tersedia di Pantai Parangtritis.


Pantai ini hanya 27 km dari kota Yogyakarta. Untuk mencapai Pantai Parangtritis dapat digunakan kendaraan atau angkutan umum, yaitu bus kota. Untuk yang memilih menggunakan angkutan umum dapat naik dari terminal Umbulharjo. Hanya dengan biaya masuk Rp 3.000,00 ada banyak hal yang bisa dilakukan di Pantai Parangtritis. Melihat matahari terbenam adalah salah satu yang paling dinikmati. Oleh sebab itu, banyak pengunjung termasuk saya dan sahabat saya mengunjungi Pantai Parangtritis ketika menjelang senja. Remang romantis senja Pantai Parangtritis juga seringkali dimanfaatkan para pengunjung untuk berfoto-foto. Tersedia pula jasa bendi yang akan mengantarkan para pengunjung menyusuri permukaan pasir mulus Pantai Parangtritis. Ada juga jasa penyewaan kuda.


Saya melihat banyak pengunjung yang bermain laying-layang, angin Pantai Parangtritisyg kencang dapat membatu menerbangkan laying-layang. Bahkan pemula yang tak pernah bermain laying-layang pun akan menerbangkan laying-layangnya dengan mudah dengan bantuan angin Pantai Parangtritis.
ATV (All Terrain Vehicle) juga patut dicoba loh… dengan ATV, kita bisa menaklukkan bukit-bukit pasir di sepanjang pantai. Biaya sewa ATV sekitar Rp 50.000,00 sampai dengan Rp 100.000,00 pertengah jam. Karena kebuasan ombaknya, pengunjung Pantai Parangtritis tidak diperbolehkan untuk berenang. Namun dipinggir pantai tersedia fasilitas pemandian umum, di antaranya adalah pemandian Wedang yang airnya konon dapat mengobati berbagai penyakit kulit. Ini dikarenakan air di pemandian tersebut mengandung belerang.

Kuatnya mitos Nyai Roro Kidul juga menciptakan eksotisme tersendiri di Parangtritis. Upacara-upacara seringkali digelar untuk menghormati Nyai Roro Kidul. Oleh Keraton Yogyakarta, Parangtritis dijadikan tempat upacara Labuhan. Hampir di setiap malam Jum’at Kliwon dan Selasa Kliwon, para nelayan setempat dan para pengunjung melakukan upacara ritual di Parangtritis. Acara ritual diwarnai pelarungan sesajen dan kembang warna-warni ke laut. Puncaknya terjadi pada malam 1 Suro dan dua sampai tiga hari setelah hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar