What do you want?

Senin, 17 Maret 2014

Sensasi Cave Tubing Goa Pindul dan Rafting Sungai Oyo



 Berbagi cerita liburaaaaaaan…. :D Obyek wisata Goa Pindul adalah salah satu obyek wisata sasaran penting saya dan sahabat saya, hahaha. Iya, dari liburan semester 3 sudah pengen banget ke sini, tapi waktunya belum pas, wulala :p.

            
        CAVE TUBING GOA PINDUL “Petualangan mengarungi sungai bawah tanah yang sarat kisah” adalah salah satu goa yang merupakan rangkaian dari 7 goa dengan aliran sungai bawah tanah yang ada di Desa Bejiharjo, Karangmojo. Rabu (5 Februari 2014) pukul 10 pagi saya dan sahabat saya sampai di tempat wisata ini. Lebih kurang perjalanan 1,5 jam dari kota Yogyakarta. Obyek wisata Goa Pindul resmi dibuka pada tanggal 10 November 2010 oleh Almarhum Bupati Gunung Kidul yang terletak di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta


Di tempat wisata ini sebenarnya memiliki 3 macam paket wisata, yaitu: menyusuri Goa Pindul, rafting Sungai Oyo, dan menyusuri Goa Sriti. Ketiga paket wisata tersebut memakan waktu sekitar 3 jam untuk menyusuri semuanya. Untuk menyusuri Goa Pindul dan rafting Sungai Oyo menggunakan ban pelampung, namun untuk menyusuri Goa Sriti hanya menggunakanbaju pelampung, sepatu, dan head lamp,  karena tidak memungkinkan jika menggunakan ban pelampung, banyak stalagtit yang sangat eksotis dan runcing-rincing dan tidak bisa dilalui dengan menggunakan ban pelampung. Semua Untuk kali ini saya dan sahabat saya mencoba menyusuri Goa Pindul dan rafting Sungai Oyo. Masing-masing tiketnya seharga 40.000 rupiah untuk menyusuri Goa Pindul dan 50.000 rupiah untuk rafting Sungai Oyo, jika ditambah menyusuri Goa Sriti maka ditambah lagi biaya 35.000 rupiah. Semua biaya tersebut sudah termasuk baju pelampung, sepatu, ban pelampung, dan guide. Saya dan sahabat saya tidak mencoba menyusuri Goa Sriti karena kami tidak ingin terlalu lama di sana, kami ingin mengunjungi obyek wisata pantai di Gunung Kidul juga, kami takut tidak memiliki cukup waktu untuk kembali ke kota Solo sore harinya. 


Ketika ingin memasuki goa

Setelah membeli tiket, pemandu membantu kita memasang baju pelampung serta mengantar kita menuju sungai. Dengan menggunakan ban pelampung dan bersama pengunjung-pengunjung lain pemandu tersebut membawa kami menyusuri Goa Pindul. Goa yang sangat indah dengan moonmilk, batu Kristal, stalagtit, dan stalagmitnya. Pemandu juga member kita informasi tentang Goa Pindul tersebut seperti kenapa namanya menjadi Goa Pindul, kenapa hayoo? Begini ceritanya, kisah Goa Pindul berasal dari pembuangan bayi oleh utusan panembahan Senopati. Sebelum dibuang, sang bayi dimandikan di dalam sebuah Goa. Saat dimandikan, pipi sang bayi terbentur batu, karena peristiwa tersebut diberi nama Goa Pindul (Pindul = pipi kebendul = terbentur). 


Pemandu juga memberi informasi tentang stalagtit dan stlagmit yang menghiasi dinding dan langit-langit goa tersebut, dari stalagtit dan stalagmit berbagai ukuran serta waktu dan cara terbentuknya. Di beberapa bagian atap goa juga terdapat lukisan alami yang dibuat oleh kelelawar penghuni goa. Di tengah goa terdapat 1 tempat yang menyerupai kolam besar dan biasanya dijadikan tempat beristirahat sejenak sehingga wisatawan dapat berenang atau terjun dari ketinggian. Sekitar setengah jam kami menjelajahi goa tersebut dan akhirnya berujung pada mulut goa, Bendungan Banyumoto yang dibangun sejak zaman Belanda dengan latar belakang perbukitan karst pun menyambut. Menyusuri sungai dengan menggunakan perahu karet merupakan hal yang biasa, namun jika sungai itu mengalir di dalam goa tentu saja akan menjadi petualangan yang mengasyikkan sekaligus menegangkan :D. Sayang sekali, ketika kami ke sana air sungainya berwarna coklat L disebabkan karena waktu itu intensitas hujan masih cukup tinggi. Padahal jika musim kemarau, air di sungai tersebut terlihat hijau jernih. 





Stalagtit dan stalagmit yang terdapat di dalam goa
melanjutkan rafting Sungai Oyo :D
Lalu kami meneruskan petuangan dengan rafting sungai Oyo. Untuk sampai ke sungai Oyo kami dan para pengunjung lain diantar dengan menggunakan mobil pick-up. Kebetulan kami berbarengan dengan 3 pengunjung asal kota Jakarta dan 2 pengunjung asal kota Bandung waktu itu. Sekitar 15 menit perjalanan dari Goa Pindul menuju sungai Oyo. Kami melewati perkampungan dengan lahan-lahan pertanian. Ketika sampai Sungai Oyo, pemandu segera mempersilahkan kami untuk menggunakan ban pelampung lagi. Kali ini arus sungai lebih deras. Beda sekali dengan arus sungai di dalam Goa Pindul yang tenang. Konon ceritanya jika mengikuti aliran Sungai Oyo yang begitu panjangnya itu maka akan menembus ke pantai Parang Tritis. 

Persiapan sebelum rafting :D

Rafting sungai Oyo memang benar-benar menegangkan. Arus sungai yang deras waktu itu menambah keseruan berpetualang. Sekitar 1 jam kami sampai di bagiab sungai Oyo di tempat periistirahatannya. Di sana terdapat tebing dengan air terjunnya dengan ketinggian 10 meter. Para pengunjung bisa terjun dan melompat dari sana. Sekitar 20 menit kami beristirahat di sana kemudian meneruskan petualangan kembali dan sekitar 1 jam kami sampai di tempat pemberhentian. Udara sangat terik sekali waktu itu. Belang, belang, belaaaaang…. Hahaha. Jadi saya menyarankan kepada teman-teman semua yang ingin mencicipi petualangan yang menyasyikkan sekaligus menegangkan di Goa Pindul dan Sungai Oyo, sebaiknya menggunakan sunblock atau baju lengan panjang saja. Supaya kulitnya tidak belang, hihi…

di sungai Oyo :D
.
Petualangan dan penjelajahan alam kami pun berakhir, kami kembali diantar dengan menggunakan mobil pick-up menuju Goa Pindul untuk membersihkan badan dan bersiap-siap untuk menjelajahi pantai lagi :D.
Bye… Bye…. Yuk dibaca edisi wisata pantainya juga ya :D
Salam…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar