What do you want?

Sabtu, 15 Maret 2014

Taman Sari Water Castle Yogyakarta



Selasa (4 Februari 2014) lalu kami mengunjungi kota ini. Ceritanya nih, Yogyakarta sebagai “pelarian” kali ini, loh? Hiks hiks, kita ke sini untuk mengobati galaunya kita karena seharusnya tanggal 4 Februari itu kita mau ke Bromo, tepatnya ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sudah beli tiket kereta api pula. Namun, kala itu sedang marak-maraknya bencana gunung meletus dan Bromo waktu itu berstatus waspada. Lantas orang tua kita menyarankan kita untuk mengurungkan niat dulu untuk pergi ke sana. So, tiket kereta pun dicancel -_-. Kebetulan saya dan sahabat saya sangat suka sekali mengunjungi kota Yogya ketika liburan karena kami merasa kota Yogya itu kota tua yang benar-benar membuat kita comfort dengan tempat-tempat wisatanya, budaya, serta suasananya. 


Taman air di dalam


Yeah, Taman Sari, taman yang sangat asri, penuh pesona dan keindahan sejarah Indonesia. Lokasinya di jalan Ngasem, kota Yogyakarta, dapat ditempuh sekitar 10 menit dari Malioboro jika menggunakan kendaraan. 
sisi depan taman sari sebelum memasuki taman




Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Yogyakarta, yang dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai Kebun Istana Bogor. Konon ceritanya, kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758 – 1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan “The Fragrant Garden” ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air.

Tempat tidur raja


tempat mandi

tempat api unggun




Di salah satu sisi bangunan terdapat sumur dan apabila kita melihat ke dalam sumur itu kita akan melihat banyak sekali koin yang terdapat di dasar sumur. Koin-koin atau uang receh itu berasal dari pengunjung-pengunjung atau wisatawan yang melemparkannya ke dalam sumur tersebut. Kalau kita mau melemparkan uang receh ke sana juga bisa kok :D
sumur koin


Tiket masuk untuk perorangnya seharga Rp 3.000,00 untuk wisatawan domestik, Rp 7.000,00 untuk wisatawan mancanegara, dan untuk membayar guide Rp 10.000,00 - Rp 20.000,00. Kita bisa ditemani seorang guide jika kita ingin berkeliling taman ini, guide tersebut nantinya akan memberi kita informasi dan cerita-cerita apa benda-benda bersejarah yang ada di dalam bangunan-bangunan ini. Hihi, pengalaman dari saya dan sahabat saya ketika pergi ke sana kita kebingungan jalannya kemana untuk masuk ke dalam bangunan-bangunan tersebut karena tempatnya yang begitu luas. :D
saya bersama guide-nya hihi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar