What do you want?

Senin, 13 Oktober 2014

BUKIT KABA



5-6 September 2014

           Halo semua… edisi liburan habis lebaran nih, edisi liburan semester 6 juga, hehe. Setelah lebaran Idul Fitri 2014 ini saya memutuskan untuk pulang ke Bengkulu, tepatnya usai merayakan 17 Agustus di gunung Sindoro. Ups, sesampainya di Bengkulu saya tertarik untuk mengunjungi tempat yang lagi nge-hits di kalangan orang-orang Bengkulu, khususnya mahasiswa. Tempat itu adalah Bukit Kaba. Planingnya sudah dari beberapa bu;an yang lalu, eh pas saya udah tiba di Bengkulu, mana nih personil-personilnya yang mau ikutan? Pada ngilang semua :/
 

       Bukit Kaba memiliki ketinggian 2.010 mdpl yang terletak di Curup, Rejang Lebong, provinsi Bengkulu, bukit ini masih aktif. Namun, kami sebenarnya kurang setuju Kaba ini dinamakan bukit, karena bukit tidak ada yang berapi. Cocoknya Kaba itu dibilang gunung. Masih ada kawah aktif yang menyembulkan asap dan bau belerang yang menyengat, Kaba indah banget kok… nggak kalah sama gunung-gunung di Jawa, walaupun Kaba tidak terlalu tinggi, namun cocok sekali untuk hiking ringan dan camping ceria.

          Oke, perjalanan kami dimulai dari kota Bengkulu (Kamis, 5 September 2014), kami hanya berempat (saya, sahabat saya Sela, Selo, dan saudara perempuannya Tia). Jam 6 pagi kami sudah tancap gas dari kota Bengkulu ke Curup, sehingga  jam 11 kami sudah tiba di basecamp Kaba. Setelah persiapan selesai, registrasipun sudah beres, kami langsung saja mendaki. Ohya, kami tidak berniat untuk ng-camp di bukit ini sehingga kami tidak membawa tenda dan perlengkapan outdoor lainnya, kami berhanya membawa daypack dan berniat turun dari bukit ini sore hari dan segera kembali ke kota Bengkulu.


              Trek pendakian di bukit Kaba sudah jelas. Ada 2 jalur untuk mendaki bukit ini. Jalur pertama yaitu jalur resmi yang  sudah berbentuk tangga, sehingga sangat mudah untuk dilewati, bisa ditempuh sekitar 3-4 jam sampai kawah Bukit Kaba. Jalur kedua yaitu melewati hutan, kondisi jalannya tanah, agak licin jika hujan, namun melewati hutan lebih cepat, waktu tempuhnya 2-2,5 jam sampai di tempat yang sering digunakan para pengunjung untuk mendirikan tenda.
saya dan Tia ketika beristirahat di trek pendakian

Sella, pendaki pemula yang saya suruh pake sandal swallow ;p

Selo di trek pendakian

Tia, udah 2 kali dia ke sini :D


               Setelah lebih kurang 2,5-3 jam kami berjalan, sampailah kami di tempat camp para pendaki. Kami hanya melihat 2 tenda di sana. Tempat ini ditandai dengan adanya shelter kecil berbentuk tembok. Ada 2 pendaki di sana, kami segera berkenalan dan mengobrol-ngobrol dengan mereka, yaitu Dang Ridhu dan Ayk Melli (Dang dan Ayuk adalah panggilan untuk orang yang lebih tua di Bengkulu). Mereka bercerita tentang pengalaman gunung mereka kepada kami, mereka sudah sangat berpengalaman. Ternyata mereka nge-camp di Bukit Kaba sudah 1 minggu, mereka menunggu rekan-rekan mereka dari Palembang.


            Sekitar pukul 2 siang kami melanjutkan perjalanan ke puncak Bukit Kaba. Pemandangan selama perjalanan sangat menakjubkan. Nampak tebing-tebing, batu-batu besar, pemandangan sekeliling yang sangan indah, lalu kawah mati, dan kawah aktifnya yang berwarna biru kehijauan dan asap-asapnya. Pemandangannya tidak kalah dengan gunung Ciremai, namun sayangnya Kaba belum se-eksis dan setenar gunung-gunung di Jawa. Pokoknya Bukit Kaba dan seisinya cocok diacungi jempol.
di belakang kami kawah aktif Bukit Kaba

terlihat jalan yang memisahkan kawah aktif(kiri) dan kawah mati(kanan)

kawah mati

kawah aktif (foto dari atas)

turuh ke wilayah kawah aktif


            Perjalanan dari tempat camp sampai puncak Bukit Kaba kami tempuh dalam waktu 1,5 jam dengan berjalan santai, banyak istirahat, dan tidak lupa foto-foto, haha…
menuju puncak

alam Bukit Kaba

perjalanan menuju puncak


         Setelah puas menikmati alam dan berfoto ria di puncak kami pun turun melewati jalur yang agak berbeda, kami turun melewati kawah aktif dan kawah mati karena kami ingin turun ke kawasan kawah aktif dan kawah mati. Ohya, Dang Ridhu dan Ayuk Melli juga ikut kami menelusuri Bukit ini. Berungtung sekali ada mereka, kami jadi tau tempat-tempat indah di bukit ini. Terutama Dang Ridhu yang sudah sering sekali mengunjungi bukit ini. 

BATU KABA, tidak lengkap jika tidak berfoto di sini *saya nunggu di bawah aja yee...* Sela mana? dia takut, jadi tukang foto aja haha
Ayuk Melly, ISIS (Ingat Sarjana, Ingat Skripsi)

Dang Ridhu nih...

kita berenam di puncak Kaba, yang 1 nya motoin hehe

itu tugu kecil pertanda puncak Kaba


                Ketika kami turun menuju kawah mati, hujan pun datang. Kami kurang beruntung. Hujan semakin deras disertai angin. Hal ini membuat kami berpikir ulang untuk turun sampai basecamp. Dang Ridhu menawari kami untuk bermalam di tendanya dan ayuk Melli yang kebetulan membawa bawa tenda yang sebenarnya untuk dipakai orang-orang Palembang yang belum datang. Kami pun memeutuskan untuk bermalam. Ayuk Melly dan Dang Ridhu baik sekali, bagai malaikat di tengah hutan, hahaha. Kamipun diberi pinjaman sleeping bag, jaket, dan diberi makan pula. Benar-benar kami tanpa persiapan haaa… iya, kami awalnya berniat untuk tiktok saja.


suasana di tempat camp Minggu pagi


            Sabtu (6 September 2014), sayang sekali, matahari pagi tertutup kabut, pagi itu kami habiskan untuk bercanda saja sambil menunggu sarapan pagi, mau pulang belum dibolehin sama Dang Ridhu Cs kalo belum sarapan. Beruntung sekali bertemu orang-orang baik ini di tengah hutan… 

Yang mau liat foto-foto keindahan bukit kaba klik di sini aja: PESONA ALAM BUKIT KABA, INDAH!

 ***

Terimakasih Dang Ridhu, ayuk melly, anak-anak MAPALA dari Palembang yang sudah berbaik hati kepada kami berempat.

Terimakasih untuk pinjeman sleeping bag, jaket, makan malam dan sarapan pagi yang enak, terus special buat pinjeman tendanya… makasih bangeeet kaka-kaka :D

Belum puas sebenarnya di tempat ini, sudatu saat masih ada keinginan ke sini lagi. Belum puas berada di kawah matinya :/

Liburan selanjutnya ya semoga punya kesempatan ke sini lagi…

1 komentar:

  1. kunjungi trail run saya di bukit kaba https://sudutjalan81.wordpress.com/

    BalasHapus