What do you want?

Kamis, 16 Oktober 2014

Emmm, karena di Gunung aku bisa nemuin….


Halo…

Masih inget Icha setahun yang lalu? Sekitar bulan Oktober 2013?

Dan sekarang Icha di Oktober 2014! Yeay… 21 tahun.

Kalo tahun lalu ngerayain 20 tahunannya masih di tempat makan sama temen-temen deket, Alhamdulillah tahun ini bisa beda dan istimewa! 21 di ketinggian 3371 meter di atas permukaan air laut, puncak Buntu-Gunung Sumbing.

Masih inget Icha tahun lalu? Terakhir di November 2013. Waktu itu Icha masih sukanya nge-mall, sukanya beli baju, atau apalah kegiatan lain yang bisa dibilang konsumtif -.-. eits…  sekarang beda ya! Apa yang bisa ngerubah icha? Simak di sini… wkwkwk.



Waktu itu awal November 2013, temen sekelasku Cyci namanya ngajakin aku naik gunung Merbabu. Yap, karena aku nggak tau gimana medan di gunung dan pada dasarnya aku sukanya travelling kemana aja, dengan gampangnya aku nge-IYA-in ajakan Cyci buat naik gunung Merbabu. Duh, bener-bener nggak mikir banget kalo naik gunung itu perlu fisik yang oke, persiapan yang matang, niat, tekad, dan semangat yang harus tetep membara sampe puncak pula *eeeaaa*.  Selama seulan aku dan Cyci persiapan fisik, jogging kecil-kecilan pagi atau sore. 


Tanggal 7-8 Desember aku naik Merbabu sama Cyci dan temen-temennya. Kita naik malem sekitar pukul setengah 11 malem mulai memasuki gerbang pendakian. Edan lah… aku shock berat dengan medan yang menanjak, tanah, mana waktu itu hujan pula (maklum kita naik di musim penghujan), jalan kaki pake mantel, bawa banyak makanan dan minuman, istilahnya logistik (padahal aku waktu itu cuma bawa tas ransel biasa… haha) dan aku ngos-ngosan banget! Berasa pengen pulang lagi aja, nunggu di basecamp gapapa deh. Cyci pun begitu, maklum aku dan Cyci baru pertama kali naik, hahaha.

Eh tapi, tapi, tapi, akhirnya di pendakian pertama Icha Alhamdulillah langsung sampai puncak 3.142 mdpl baru kali itu ngerasain bisa berdiri lebih tinggi dari awan, lebih dekat dengan langit, belaian-belaian lembut angin gunung yang ramah, hawa sejuk gunung yang diam-diam menggosongkan kulit hahaha dan dari itu pula aku bisa lebih menikmati sisi indah dari alam Indonesia, aku bisa lebih bersyukur karena kita tidak ada apa-apanya dibanding alam ciptaan Allah yang seluas ini, dan mahakarya Allah itu tidak aka nada duanya , walaupun sampe dibilang “Icha cerewet banget kalo naik, ribet, rewel, kapok aaah ngajakin Icha… hahaha”

Tapi waktu sampe bawah lagi ditanyain,”Icha kapok nggak naik gunung?”

Segera aku ngejawab , “NGGAK KAPOK KAKAK, MALAH AKU KEPENGEN KE ATAS LAGI!” hahahaa


Namun pengalaman 7-8 Desember 2013 itu yang ngebawa aku jadi doyan banget trekking ke gunung. Temen-temen jadi sering ngajakin aku naik gunung. Seringkali pas weekend aku dan temen-temen pergi Sabtu sore, malem minggunya naik, terus pagi minggunya nikmatin sunrise dan puncak gunung :)). Perlahan-lahan setelah 2 atau 3 kali naik, aku jadi hafal nama-nama alat gunung kayak nesting, kompor portable mini, sleeping bag, matras, gas mini, carabiner, daaan lain-lain, cara negakin tenda pun diajarin sama temen-temen dan Alhamdulillah kalo disuruh negakin tenda yang 2 orang atau 4 orang aku bisaaa bisaa bisaaa negakin sendiri :D wkwk.

Kalo naik seringnya sama siapa sih? Yupp, Icha kalo naik sebenernya sering sama anak-anak luar kampus atau kampus lain, jarang sama anak farmasi, soalnya anak farmasi jarang yang doyan ke gunung hahaha. Tapi, karena sering ngikutin ajakan naik gunung, aku juga sering dapet kenalan anak-anak yang lagi bareng muncak dan ngecamp. Maklum, anak gunung itu ramah-ramah banget, aku suka banget, tiap papasan di jalur pendakian aja selalu tegur sapa, kenal nggak kenal semuanya ditegur (punten mas… permisi mas… permisi mbak… teteh…). Semenjak aku punya hobi baru jadi pendaki gunung ‘AMATIRAN’ ini aku berasa temen aku makin lama makin rame, setidaknya aku punya banyak temen selain di kampus, maklumlah baru beberapa tahun di Solo, temen belum sebanyak kayak di Bengkulu. Ohya, sekarang aku udah punya komunitas anak-anak yang suka naik gunung namanya “Jejak Setapak”, follow ya twitternya @Jejak_setapak hahaha, sekalian promosi nih :p



Terus soal izin orang tua gimana? Mmmm… hihihi, 3 kali pendakian diizinin, waktu itu ke Merbabu (7-8 Desember 2013 itu), terus ke gunung Lawu buat ngerayain malam pergantian tahun baru, terus ke Lawu yang kedua kalinya (28 Februari-2 Maret 2014) itu resmi dibolehin sama orang tua. Eeeh, pas orang tua tau aku semakin doyan naik gunung, malah dilarang. So, kalo ke gunung izinnya setelah turun gunung ajaaa hahaha, atau setelah udah di basecamp pendakian dan siap mau naik. Maafin Icha ya mamah, bapak… wajarlah, orang tua pasti takut anaknya kenapa-kenapa karena sebenernya ke gunung itukan bahaya makanya perlu fisik yang oke, persiapan ekstra, safety yang oke juga. Orang tua pasti mikir misalnya sampai tersesat, cidera, hipotermia, atau perkiraan-perkiraan yang di luar dugaan.

 
sunrise

di atas awan


Terus, apa aja yang didapet di gunung? Banyak banget yang Icha dapetin di gunung. Aku jadi lebih menyadari bahwa Indonesia begitu cantik dan kaya, fenomena alam yang terlihat dari ketinggian begitu menakjubkan, aku bisa nemuin sabana, bisa nemuin bukit-bukit teletubbies, berada di atas awan, dan semua itu nggak bisa aku temuin di dataran rendahyang panas, penuh polusi, dan padet. Aku bisa ngerasa puas kalo udah sampai puncak, akhirnya bisa bilang, “akhirnya aku ketemu puncak…” perjuangan jalan kaki di medan yang nggak gampang selama berjam-jam, nanjak, terjal, akhirnya bisa berujung di puncak :* bisa liat pemandangan seluruh kota dan apabila malam hari lampu kota itu seperti bintang-bintang. Di gunung aku juga bisa nemuin solidaritas yang tinggi, rasa tolong-meolong, dan kebersamaan yang begitu erat. Walaupun belum lama kenal, tapi kalo di gunung kayak udah lama kenal dan yang paling aku sukain tradisi di gunung yang selalu tegur sapa di jalur pendakian, beda sekali seperti di dataran rendah, sifat egois mendominasi setiap orang termasuk aku. Iya, walaupun di gunung juga ada yang seperti itu, sifat tidak bertanggung jawab, merusak alam, mengambil bunga edelweiss seenaknya, coret-coret.

Merbabu, Lawu, Lawu lagi, Merapi, Prau, Ciremai, Papandayan, Merbabu lagi, Merapi lagi, Sindoro, dan Sumbing, terus mau kemana lagi? sampai sekarang aku pengen banget ke gunung Gede-Pangrango (iya, gunung yang simaksinya susah dan ribet pake bingits itu :/), Mahameru (3.676 mdpl, taulah puncak tertinggi di pulau Jawa, hihihi… biar lebih meresapi film 5 cm gitu :p), terus Rinjani (katanya surga para pendaki di sini, ke kahyangan Dewi Anjani, ke danau Sagara Anaknya hiyaaaaaaah….), kapan? Kapan? Bingung kalo ke sana gimana izinnya sama orang tua hahaha, nggak mungkin boleh kakak :/


View Merbabu dari Merapi

View Sumbing dari Sindoro


1 lagi, kebiasaan di puncak yang paling aku sukain, berdiri atau tegak, pejamkan mata, rasakan belaian-belaian angin gunung, dan bernafas secara perlahan. Dari situ aku bisa merasakan suasana alam. Yakin deh, cobain aja guys naik gunung kalian bisa tau betapa indahnya alam mahakarya ciptaan Tuhan ini dan kalian akan lebih mengerti arti rasa syukur :).


{uncak Merbabu (Trianggulasi) 3.142 mdpl, 7-8 Desember 2013

Puncak Lawu (3.265 mdpl), 31 Desember 2013 - 1 Januari 2014

Puncak Lawu yang ke 2, 38 Februari-2 Maret 2014

Puncak Merapi, 26-27 April 2014

Puncak Prau (2.565 mdpl), 10-11 Mei 2014

Puncak Ciremai (3.078 mdpl), 16-18 Mei 2014

Papandayan (2.662 mdpl), 7-8 Juni 2014

Puncak Merbabu lagi (3.142 mdpl)-Kenteng Songo, 22-23 Juni 2014

Puncak Limas, Gunung Merapi lagi (2.913 mdpl), 9-10 Agustus 2014

Puncak Sindoro (3.153 mdpl), 16-17 Agustus 2014, habede Indonesiaaaa

Puncak Buntu, Gunung Sumbing (3.371 mdpl), 27-28 September 2014


BIG THANKS TO…

KAKAK-KAKAK KECEEE yang sering ngajakin aku naik, terimakasih kalian sudah menambah cerita perjalanan hidup aku (bekal buat diceritain ke anak nanti, haha), ngenalin aku dengan hal baru, tentang alam, ngajarin aku cara ngeliat indahnya mahakarya Tuhan dari sisi yang pas, ngajarin aku cara ngelipet sleeping bag, negakin tenda, cara packing, safety yang baik, dan cara foto-foto keren di ketinggian, haha…

wajib selfie !

Keluarin tongsis!

Fish eye jangan lupaaak!

Hahahaa…

Dan sekarang masih Icha yang dulu kok, Icha masih sering juga hang-out ke pusat perbelanjaan, tempat makan, perawatan muka, masih suka jalan-jalan ke luar kota dan tempat-tempat wisata :D tenang aja… naik gunung buat refreshing, selingan hiburan di tengah pusingnya kuliah *eeaa*, dan untuk lebih mensyukuri ciptaanNya…

Bye-bye…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar