What do you want?

Minggu, 05 Oktober 2014

GUNUNG MERAPI (2.913 MDPL)



“Habis UTS nih…
Pengen banget refreshing….
Aaah, tapi kemana?
Nggak ada planning…
*ketika mager timeline twitter*
Tuing…tuing…
MERAPI… KAMI DATANG…”

26-27 April 2014
Hello, lagi suka-sukanya naik gunung nih, hiking sih sama camping ceria hehe. Ini ceritanya udah lama, tanggal 26-27 April lalu. Gini, awalnya aku diajakin sama temen-temen Jogja yang ngasih tau lewat twitter yaitu Mbak Shaqib sama pacarnya, serta Dieppo buat naik Merapi dan ternyata waktu itu mbak Shaqib mau ulang tahun dan niat banget buat ngerayain ulang tahun di Merapi. Oke, karena aku nggak berani otw dari Solo ke Selo (basecamp Merapi) sendirian, akhirnya aku ajakin sodara ponakan perempuan aku, Eka. Naik Merapi pun akhirnya berlima: aku, Eka, Dieppo(SAR Merbabu kelas 3 SMF waktu itu), mbak Shaqib, serta pacarnya.
 
Basecamp Barameru - Merapi
           Jam 5 sore kami berlima sudah berkumpul di basecamp Selo Merapi, BASECAMP BARAMERU namanya. Sepi sekali, hanya ada kami berlima di sana, iya memang pendakian waktu itu sedang ditutup, dan mungkin kami dikatakan pedakian ‘ilegal’ whahaa… kami berlima menghabiskan senja di basecamp itu sambil menikmati sunset dan pemandangan indah Gunung Merbabu. Setelah sholat magrib kami berdo’a untuk naik dan kami segera memulai pendakian, trek dari basecamp ke NEW SELO berupa jalan menanjak yang sudah diaspal halus, ini merupakan trek pemanasan menurut kami. Jam 19.15 kami sampai di New Selo, sepi sekali di sana, kami duduk untuk menunggu adzan Isya’ karena kami berniat setelah Isya’ baru akan melanjutkan pendakian.
Nih dia... NEW SELO


NEW SELO – POS 1
Tepat setelah adzan Isya’ sekitar pukul 19.30  kami memulai lagi perjalanan, kali ini treknya tanah dan melewati ladang-ladang penduduk. Langkah kami agak cepat karena fisik sudah bias beradaptasi dengan trek yang menanjak dan udara dinginnya malam *eh, berasa nggak dingin, malah panas loh…” sebelum sampai pos 1 kami makan malam di jalur pendakian, perbatasan antara lading penduduk dan hutan. Mbak Shaqib membawa nasi bungkus dengan lauk yang sederhana sekali, tapi kalo makannya sama-sama kayak gini sangat nikmat terasa! :D kami pun segera bergegas melanjutkan perjalanan setelah itu dan kami tiba di pos 1 sekitar pukul  20.00. Pos 1 berupa gerbang yang terbuat dari besi berwarna hijau tua, beberapa meter di sampingnya terdapat shelter yang bias digunakan untuk beristirahat tanpa memakai tenda karena sudah ada atapnya
Pos 1 ketika kami turun
 .
POS 1 – POS 2
            Kami beristirahat sejenak di pos 1 untuk ngemil-ngemil dan minum, nggak lupa ngobrol juga lalu kami meneruskan perjalanan. Kondisi fisik masih oke dan masih bersemangat, sedangkan trek semakin menanjak, begitu terus sampai pos 2, alhasil dengan berjalan agak santai dan lumayan sering beristirahat, sekitar pukul 21.00 kami sampai di pos 2 yang berupa shelter pondok, tetapi sayangnya atap-atap di pondok tersebut hilang beberapa karena terpaan angin yang beritu kencang.

POS 2 – Tempat Camp
Setelah pos 2, track masih menanjak namun trek kini bukan lagi tanah, namun bebatuan kecil-kecil hingga besar. Pada trek ini kami perlu jaga jarak karena takut terkena reruntuhan batu. Sekitar pukul 23.00 kami berlima memutuskan untuk ngecamp di dekat batu memoriam gadis yang meninggal pada tahun 2010, 1 jam jika ingin ke Pasar Bubrah. Sebenarnya pendakian ke Merapi ini kami tidak ingin ngecam, melainkan tiktok saja, namun berhubung sampenya terlalu cepat dan masih pukul 11 malam kami memutuskan untuk tidur dulu dengan hanya beralaskan flysheet dan beratapkan flysheet saja karena kami berencana setelah sunrise esok kami baru akan melanjutkan perjalanan ke Pasar Bubrah. Aku, Eka, Mbak Shaqib, Dieppo hanya membawa day-pack 25-35 literan dan hanya pacar mbak Shaqib yang membawa carrier, sleeping bag hanya membawa 1, matras hanya membawa 1, dan semua peralatan itu kami pakai bersama-sama. 
tempat camp kami yang seadanya haha

            Sekitar pukul 5 pagi (27 April 2014) kami berlima terbangun, dan ternyata ada tim pendaki lain yang berjumlah sekitar  7 orang sedang tidur di atas tempat kami camp, kami pun bersama-sama dengan mereka menikmati sunrise. Aku, Eka, Dieppo yang asyik berfoto-foto, Mbak Shaqib yang asyik memfoto pemandangan indah Merapi dengan kamera dan tripodnya, serta tak lupa pacarnya yang masih asyik tidur hehe. Moment sunrise pun berlalu begitu cepat dan kami puas sudah menikmatinya dengan berfoto ria, kami pun bergegas berangkat ke Pasar Bubrah. Barang-barang kami tinggalkan di tempat camp dan kami hanya membawa 1 day pack 1 buah yang berisi air minum dan beberapa makanan ringan. 
sunrise 27 April 2014


memulai perjalanan ke Pasar Bubrah
View Merbabu dari Merapi

TEMPAT CAMP – PASAR BUBRAH   
            Sekitar 1 jam kami berjalan sampailah kami di Pasar Bubrah, eiits… perjalanan menuju Pasar Bubrah banyak sekali menampilkan pemandangan yang benar-benar menakjubkan. Terlihat sekali trek-trek khas Merapi yang menggambarkan betapa dahsyatnya letusan 2010 lalu, batu, pasir, selain itu Gunung Merbabu yang gagah tampak jelas sekali jika kami menoleh ke belakang, moment ini tak lengkap rasanya jika tak disambi dengan berfoto ria lagi hahahaha


            “Pasar Bubrah” Batu-batu dari yang besar, sedang, kecil berserakan di sana, berbagai alat pemantau keadaan dan status Merapi pun berjejer di sana. Kami disambut oleh papan berwarna kuning  yang bertuliskan “PERHATIAN…. Bla bla blaa” yang berisi tentang rekomendasi kalau pendakian Merapi hanya direkomendasikan sampai di Pasar Bubrah. Jika Merapi dalam status normal-aktif, pendakian diperbolehkan sampai puncak, yang dinamakan “PUNCAK LIMAS” namun ketika itu Merapinya lagi sedikit ngambek haha, ini merupakan kode untuk kami untuk kembali lagi ke tempat ini di waktu yang akan dating. Oke, really, really belum puas saya! Hihi
 
terlihat alat pemantau keadaan Merapi


Pasar Bubrah


Memoriam pendaki di Pasar Bubrah
          




Kita berlima :D Pacar Mbak Shaqib, Icha, Eka, Mbak Shaqib, Dieppo


Sekitar pukul 8 pagi kami turun dan menuju kembali tempat camp karena takut keburu hujan. Dan apesnya ketika sampai tempat camp, logistiK kami dimaling sama monyeeet-monyeeet, OMG. Diobrak-abrik semua logistic. Ketika kami baru sampai monyet-monyet itu berlarian meninggalkan tempat camp kami. Kami hanya disisakan 2 bungkus mie yang langsung kami masak sebelum turun. Pas kami sedang asyik-asyiknya makan tiba-tiba kami mendengar dentuman dari pucuk merapi 3 kali lalu disertai hujan abu. Kami pun tidak memikirkan makanan lagi, whahaha…. Yang ada di pikiran kami adalah cepat-cepat packing lalu cuss turun. Sedikit tidak bersahabat, perjalanan turun kami ditemani dengan hujan gerimis, dan sebentar hujan deras sehingga ketika sampai New Selo dalam keadaan basah kuyup. Turun tentu lebih cepat, kami hanya menghabiskan waktu 2 jam saja untuk sampai basecamp Baramerulagi.

Trip  yang singkat namun tetap sangat seru dan asyik. Jam 12 siang sampai di basecamp Barameru, perut lapar sekali hahaha. Eh, pas makan kami berempat ditraktir sama mbak Shaqib yang berulang tahun ke 22.

HAPPY BORN DAY YAAA MBAK SHAQIBBB…
MAKASIH BUAT TRAKTIRANNYA…
SEMOGA DI LAIN WAKTU KITA BISA NGETRIP BARENG LAGI :)))


Tidak ada komentar:

Posting Komentar