What do you want?

Senin, 06 Oktober 2014

Gunung Merbabu (3.142 mdpl) Via Selo



“Ini yang kedua kalinya menjumpai bukit-bukit, sabana, lalu puncak Trianggulasi, Kenteng Songo, di atas awan milik Merbabu…”

Begitu cantik alam Merbabu. Bukit-bukit teletubiesnya, sabana 1 dan 2, puncak Trianggulasi, lalu puncak sejatinya “Kenteng Songo”, semua itu bisa dijumpai jika kita melakukan pendakian Merbabu melalui jalur Selo, Boyolali. Kali ini ada yang mengajak saya mengunjungi tanah tinggi ini lagi. Merbabu, gunung dengan ketinggian 3.142 mdpl yang bisa didaki dengan melewati jalur yang terpendek yaitu Wekas, yang terpanjang namun memiliki pemandangan yang sangat indah yaitu Selo, jalur Chuntel, dan Thekelan. Dan kali ini saya lagi-lagi melewati jalur Selo, mengapa? Karena walaupun jalur ini jalur terpanjang dibanding 3 jalur yang lain, jalur ini menjanjikan pemandangan-pemandangan dan tempat-tempat indah sembari kita mendakinya, selain itu jalur ini terdekat dari kota Solo, hehe.
Jam 1 siang kami memulai pendakian, kebetulan tim kami hanya berdua, hehe. Jam 1 siang matahari sedang terik-teriknya itu -_- huhu namun memasuki wilayah pegunungan, seterik apapun hawanya terasa adem. Mendaki di siang hari memang sangat memerlukan air yang lebih disbanding pendakian malam hari, badan pun terasa lebih cepat lelah, tentunya ngos-ngosan.
BASECAMP – POS 1
            Berhubung jalan dari masjid sebelum basecamp Selo diperbaiki, terpaksa motor harus dititipkan di masjid sebelum basecamp, lalu jalan kaki ke basecampnya untuk melakukan pendaftaran. Lumayan jauh juga jalannya, sekitar 45 menit baru sampai, haha panas bener-bener terik waktu itu. Setelah semua urusan administrasi selesai, kami bergegas memulai pendakian yang hanya berdua ini. Diawali dengan berdo’a kami memulai perjalanan ini. Memasuki gerbang pendakian semuanya dimulai. Trek awal yang dijumpai yaitu trek tanah yang landau, yang masih adem ayem, ada tanjakan namun sama sekali tidak terjal. Basecamp ke pos 1 bisa kami tempuh dengan waktu 1,5 jam. Yup jam 14.30 kami sampai di pos 1.
gerbang pendakian Merbabu jalur Selo

POS 1 – POS 2
            Perjalanan ke pos 2 masih didominasi oleh trek tanah yang lumayan landai dan ada trek dengan tanjakan terjal yang tidak terlalu panjang. Perjalanan k epos 2 kami tempuh dalam waktu 1,5 jam lebih sedikit, dan akhirnya kami sampai di pos 2 pukul 4 sore.
POS 2 – POS 3 (Watu Tulis)
            Perjalanan ke pos 3 mulai didominasi oleh tanjakan-tanjakan terjal. 1 jam kami berjalan, kami sampai di Watu tulis atau pos 3, dari sini trek tambah terjal untuk sampai di pos 4 atau Sabana 1 (tempat yang sering digunakan pendaki untuk mendirikan tenda). Pukul 5 kami sampai di Watu Tulis dan berniat sebelum gelap harus sampai di Sabana 1, kami pun segera menghabiskan tanjakan yang sangat terjal menuju Sabana 1 atau pos 4 itu. Tapi, sedikit tidak beruntung, setelah tanjakan terjal dan 10 menit sebelum sampai Sabana 1 tiba-tiba hujan deras mengguyur kami. Kami pun segera mencari tanah datar untuk mendirikan tenda. Sial sekali, tenda kami kebanjiran karena kami mendirikan tenda di tempat aliran air. Hujan tambah deras dan berlangsung lama. Jadi, tepatnya kami bermalam di bawah Saban 1. Untung malam itu tidak terasa terlalu dingin, hujan berhenti sekitar pukul 1 malam. Tak terasa ketika kami bangun pagi keesokannya, matahari sedang malu-malu keluar dari peraduannya. Tepat di sebelah tenda kami yang tidak mempunyai teman *yap, karena kami mendirikan tenda bukan pada tempatnya, huhu…* melihat kea rah samping tenda benar-benar indah sekali, terlihat Merapi di atas awan.
 
tanjakkan setelah Watu Tulis
di atas awan sunrise

Merapi... indahnya...

MENUJU POS 4 (Sabana 1)
            10 menit kami berjalan dari tempat kami mendirikan tenda tadi, sampailah kami di Sabana 1, tempat para pendaki mendirikan tenda dan bermalam, ramai sekali di sini. Di sini pemandangan mulai indah sekali jika dipandang. Bukit-bukit khas Merbabu sangat tampak menawan :’) kami pun mendirikan tenda lagi di sini untuk mengeringkan tenda kami yang tadi malam kehujanan dan meletakkan barang-barang kami karena kami ingin ke puncak dan hanya membawa daypack dan logistik yang diperlukan selama ke puncak saja.
Dari Sabana 1

menuju Sabana 2



SABANA 1 – SABANA 2
            Perjalanan dari Sabana 1 ke Sabana 2 bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Treknya landau, di kiri dan kanan kita akan tampak ilalang dan pohon Edelweiss yang tinggi-tinggi, indah! Di Sabana 2 juga bisa untuk mendirikan tenda dan bermalam.
Sabana 2

pohon Edelweiss Merbabu




SABANA 2 – PUNCAK TRIANGGULASI DAN PUNCAK KENTENG SONGO
Tanjakan menuju puncak Merbabu terlihat dari Sabana 2

            Dari Sabana 2 puncak bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam sampai 2 jam, tergantung fisik karena trek pada jalur ini sangatlah terjal. Kalau saya sih setiap 5 langkah berhenti. Ohya, Merbabu via Selo juga terkenal sama PHP-nya, haha maksudnya karena jalurnya mesti naik-turun bukit, seringkali para pendaki menyangka puncak bukit itu adalah puncak Merbabu. Terik matahari mulai terasa namun hawa tetap saja dingin, kulit tentu saja sudah gosong, haha. Sekitar pukul 10 pagi setelah berjalan sekitar 1,5 jam dari Sabana 2 kami sampai di puncak Trianggulasi. Puas sekali rasanya… akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di puncak ini lagi setelah 6 bulan yang lalu saya ke sini juga namun waktu itu saya naik gunung pertama kali hahaha…

Puncak Trianggulasi


Puncak kenteng Songo

ini kentengnya....

            Setelah puas di puncak Trianggulasi kami pun ke puncak Kenteng Songo. Puncaknya bersebelahan, hanya 5 menit berjalan dari puncak Trianggulasi. Kenapa dinamakan KENTENG SONGO? Kenteng artinya lubang, songo artinya Sembilan (dalam bahasa jawa), di puncak Kenteng Songo sebenarnya ada lubang yang berjumlah 9, namun jika kita melihat dengan mata telanjang lubang tersebut hanya ada beberapa, tidak sampai 9.

Setelah puas dengan kedua puncak tersebut, kami pun turun ke Sabana 1 untuk packing dan bersiap turun ke basecamp. Perjalanan dari Sabana 1 ke basecamp bisa ditempuh dengan waktu 3 jam.
 
turun dari puncak


Alhamdulillah, akhirnya kembali bisa menginjakkan kaki di kedua puncak tertinggi Merbabu lagi. Ke sini pertama kali 6 bulan yang lalu tepatnya tanggal 7-8 Desember 2013 dn itu pertama kali saya mengenal gunung. Perjalanan yang indah ini tentu ada sedikit kerikil yang mengganggu, apa kerikil itu? Yaitu hujan yang tiba-tiba mengguyur kami ketika belum sampai di Sabana 1 untuk mendirikan tenda, yap terpaksa membuka tenda di tempat seadanya.
Salam…
Merbabu, 26-27 Juni 2014


Tidak ada komentar:

Posting Komentar