What do you want?

Senin, 06 Oktober 2014

GUNUNG PRAU (2.565 MDPL) – Maha Kuasanya Lukisan Tuhan



10-11 Mei 2014
Andi, Bajuri, Icha, Cyci

            Dalam rangka ulang tahun temen sekampus, sekelas pula, Cyci Hapsari yang ke 22, ia mengajak saya, Andi, dan Fery (Bajuri) untuk ngerayain ulang tahun di puncak gunung. Ia memilih gunung Prau untuk merayakan moment ini. Gunung Prau terletak di Desa Patak Banteng, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah dengan ketinggian 2.565 mdpl. Berdasarkan info yang kami cari, googling tentunya haha, gunung ini terkenal dengan keindahan pemandangannya, bukit teletubiesnya, dan sunrise-nya yang keren
.
            Saat itu tanggal 10 Mei 2014, kami berempat Sabtu siang sekitar pukul 11 berkumpul di kost Cyci untuk mempersiapkan semuanya, packing tentunya. Jam 12 kami berangkat menuju Wonosobo, perjalanan Solo – Wonosobo dengan menggunakan motor ditempuh dengan waktu normal 4 sampai 5 jam. Eits, ini adalah pengalaman kami berempat ke Wonosobo, sebelumnya belum ada satupun dari kami yang pernah ke sana. Huuuuh… kami pun tersasar, dan alhasil sampai di basecamp gunung Prau pukul 8 malam. Gileeee…. Perjalanan 8 jam akhirnya kami tempuh hwaaa….

            Kami pun makan malam dan beristirahat dengan tidur-tiduran di dalam basecamp. Dan tibalah pukul 10.00 malam kami memulai pendakian. Sebelum memulai pendakian tentunya harus mengurus administrasi terlebih dahulu yang mencakup pendaftaran pendaki, penitipan motor, helm, dan barang. Kalau tidak salah waktu iti perorangnya membayar 5 ribu rupiah dan untuk penitipan motor juga 5 ribu rupiah. Oke, semuanya siap, kami pun berdo’a dan memulai pendakian.

BASECAMP – POS 1
            Pendakian dimulai dengan memasuki gang perumahan penduduk lalu jalan menanjak melewati lading-ladang penduduk yang bias ditempuh dengan waktu normal selama 1 jam dengan berjalan santai dan istirahat. Waktu ukuran kami hehe… sampailah di pos 1 yang ditandai dengan ramai-ramainya penjual makanan kecil, ojek, dan petugas yang ingin melihat bukti tiket masuk.




Trek pendakian

melewati ladang penduduk

POS 1 – SAMPAI PUNCAK
Dari pos 1 masih melewati ladang-ladang sayur penduduk, treknya tanah dan masih lumayan landau. Setelah berjalan lebih kurang 20 menit kami menjumpai trek yang lumayan menguras tenaga, menanjak dengan kemiringan yang berarti haha…. Namun dari sini kita bias melihat kelap-kelipnya lampu kota yang sangat indah. Treknya dikombinasikan dengan akar dan jika hujan trek ini sangat licin, untungnya waktu kami ke sana sedang cerah, bintang-bintang pun menemani dalam perjalanan kami. 3 jam berjalan dari pos 1, akhirnya kami sampai di puncak gunung Prau yang sekaligus tempat camp para pendaki. Tempat ini sangat luas, ditumbuhi ilalang, jarang ada pohon-pohon besar di sini sehingga hembusan angina sangatlah kencang. Badan saya pun terasa menggigil sembari menegakkan tenda. Tenda jadi, dan kami pun buru-buru masuk ke dalam tenda. Suasana Prau saat itu ramai sekali, ada yang bernyanyi, bersenda-gurau, ataupun hanya mengobrol. Ketika kami mendaftar saja kami melihat sudah ada 400 pendaki yang sudah naik, maklum waktu itu adalah weekend, cuaca mendukung pula untuk melakukan pendakian. Kami berempat pun tertidur tanpa makan terlebih dahulu, yap sikon waktu itu sangat dingn sekali.
Tugu puncak Prau

ketika menunggu sunrise

sunrise gunung Prau

            Menjelang Subuh, para pendaki sudah ramai sekali dan keluar tenda untuk menyambut munculnya lampu semesta. Sekitar pukul 05.30 (11 Mei 2014) kami semua keluar tenda. Indah sekali Subhanallah! Matahari yang tepat di depan kami muncul perlahan-lahan. Yang awalnya hanya semburat orange, lama-kelamaan menjadi bulat sempurna. Oh… mana ada makhluk Tuhan yang bisa menciptakan 1 benda seindah ini :’)

Sindoro-Sumbing gagahnya...

            Prau memang sangat indah sekali, memang benar pemandangannya sangat menakjubkan. Gunung Sindoro dan Sumbing terlihat gagah sekali di depan kami seraya 2 gunung tersebut memanggil kami untu segera mencicipi juga puncaknya :’). 


ketika perjalanan turun

            Sekitar pukul 10 pagi setelah kami puas berfoto-foto dan makan pagi, kami semua bersiap-siap untuk turun dan kembali ke Solo, karena hari Senin langsung ada kuliah. 

SELAMAT ULANG TAHUN KE 22 CYCI…
TERIMAKASIH SUDAH MENGAJAK SAYA BUAT NGETRIP BERSAMA…
KAPAN BISA GITU LAGI?
AKU SELALU MENUNGGU :’)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar