What do you want?

Senin, 06 Oktober 2014

Gunung Sindoro Via Kledung



“Selamat ulang tahun Indonesiaaaaa... Salam dari puncak gunung Sindoro – 17 Agustus 2014”

16 - 17 Agustus 2014
            Gunung Sindoro – Gunung aktif yang memiliki ketinggian 3.153 mdpl yang terletak diantara Wonosobo dan Temanggung, Jawa Tengah. Kali ini tujuan saya dan teman saya mendaki gunung ini adalah untuk merayakan hari ulang tahun Indonesia yang ke 69. Ini adalah kali pertama saya merayakan HUT RI di puncak gunung. Jum’at (15 Agustus 2014) selepas magrib sekitar pukul 7 malam kami berangkat dari Solo ke basecamp Sindoro dengan waktu tempuh lebih kurang 4 jam dan kami tiba di sana hampir pukul 23.00. kami berniat untuk menginap di basecamp itu sampai besok pagi. Basecamp Sindoro sangat besar. Ruangan yang dipakai adalah balai desa di Desa Kledung. Ramai sekali basecamp tersebut dengan para pendaki dan kendaraan yang mereka bawa.

       Pukul 6 pagi kami terbangun lalu keluar basecamp, kami disambut dengan pemandangan gunung Sumbing yang begitu gagahnya. Gunung Sumbing terletak tepat di depan gunung Sindoro, yappp…. Gunung Sindoro dan gunung Sumbing terletak berhadapan. Menikmati suasana pagi di desa Kledung yang sejuk sambil sarapan pagi sate ayam yang begitu nikmat kala itu. Pukul 08.00 pagi kami siap untuk memulai pendakian. Ohya, pendakian ini hanya beranggotakan 2 orang ehehe… iya, karena rencana ini sudah dari 2 bulan yang lalu, eh pas mendekati hati H nya para personilnya pada ngilang ntah kemana whahaha…

            Waktu proses administrasi kami diberi peta penunjuk jalur pendakian yang benar, kami diperingatkan oleh petugas basecamp kalau di Sindoro rawan akan maling, jadi jika ingin ke puncak semua barang harus dibawa termasuk tenda. Lalu, di Sindoro juga banyak babi, tidak jarang tenda pendaki diganggu dan dirusak oleh babi. Serem juga yak… -_-

BASECAMP – POS 1
menuju pos 1, di belakang saya berdiri gagah Sumbing

foto dari pos 1

            Perjalanan dari basecamp ke pos 1 melewati perumahan penduduk lebih kurang 10 sampai 15 menit. Kemudian disambut oleh ladang-ladang sayuran penduduk dengan jalan yang beraspal. Sebenarnya ada jasa ojek yang mengantarkan pendaki dari basecamp ke pos 1 dengan biaya 10 ribu sampai 15 ribu perorangnya. Namun  jika berjalan kaki bisa menghabiskan waktu sekitar 1 sampai 1,5 jam dari basecamp sampai ke pos 1. Perjalanan menuju pos 1 kita disuguhi oleh pemandangan Sindoro dan Sumbing. Jika melihat ke depan sangat terlihat jelas gagahnya Sindoro, dan apabila melihat ke belakang akan terlihat gagahnya Sumbing.
POS 1 – POS 2
            Akhirnya kami sampai di pos 1, setelah beristirahat sebentar dan menyemangati diri dengan berfoto ria, kami pun meneruskan perjalanan. Trek menuju pos 2 tanah yang landai dengan tanjakan-tanajkan kecil. Hawa di trek ini sangat sejuk. Pohon-pohon besar mendominasi di sini. Kami pun samai di pos 2 sekitar 1,5 jam perjalanan. Pos 2 berupa pondok kecil.
di tengah perjalanan menuju pos 2

POS 2 – POS 3 (Tempat Camp)
            Perjalanan dari pos 2 menuju pos 3 mulai bebatuan dan terjal. Hawanya pun lama-kelamaan panas karena pohon-pohon besar sedikit, treknya pun berdebu dan tandus. Panas sangat terasa menyengat saat itu, karena waktu itu kami berjalan sekitar pukul 11 siang. Air minum pun cepat sekali habis. Ohya, di Sindoro juga tidak ada sumber air, jadi mesti persiapan yang cukup air untuk ke sana.  Sekitar 1 jam perjalanan dari pos 2, sampailah kami di pos 3 tempat yang biasanya digunakan untuk bermalam dan membuka tenda oleh para pendaki. Pukul 11.30 kami sampai di pos 3. Setelah makan siang kami membuka tenda untuk beristirahat. Kami berencana istirahat sampai pukul 1 malam lalu summit ke puncak, karena perjalanan dari pos 3 ke puncak masih setengah perjalanan pada rute Sindoro Malam hari di pos 3 Sindoro sangat ramai sekali oleh para pendaki. Banyak sekali pendaki yang berniat merayakan HUT RI di puncak gunung. Suara petasan dan gelak tawa mereka pun terdengar. 

POS 3 – WATU TATAH
            Minggu (17 Agustus 2014), pukul 1 dini hari teeenggg… kami berkemas-kemas, pacing untuk summit ke puncak. Trek semakin terjal dan begitu menanjak dengan bebatuan-bebatuan yang besar. Debu banyak sekali sehingga harus memakai masker. Perjalanan dari pos 3 ke Watu Tatah kami tempuh dalam waktu 3 jam. Kelap-kelip lampu headlamp para pendaki pun terlihat, lumayan banyak juga yang summit. Semakin ke atas pohon-pohon berukuran besar semakin sedikit bahkan jarang, angin bertiup kencang membuat badan menggigil. Bbrrr…
 
trek menuju Watu Tatah
WATU TATAH – PADANG EDELWEISS
            Akhirnya sampai juga di Watu Tatah, beberapa meter jalan ke atas kami sempat mencium bau belerang yang menyengat, kami pun memutuskan untu mendirikan tenda lagi tidak jauh dari Watu Tatah karena kami merasa terlalu pagi jika mencapai puncak, waktu itu pukul 4 pagi. Udara semakin terasa dingin dengan tiupan angina yang begitu kencangnya. Kami segera msuk tenda dan memasak air untuk membuat teh. tidak terasa subuh pun datang, sunrise pun segera muncul. Kami beranjak ke batu besar yang terletak beberapa meter di atas tempat camp kami untuk menikmati sunrise 17 Agustus 2014 :D. indah sekali…! Maha Kuasa Tuhan :’) inilah yang saya senangi jika berada di ketinggian. Saya bisa lebih dan lebih bersyukur akan ciptaan dan kekayaan Tuhan yang begitu Maha Hebatnya :’)
Puas dengan sundrise, kami pun melanjutkan perjalanan menuju padang Edelweiss lalu puncak. Matahari sudah menerangi alam kembali. Waktu tempuh ke puncak sekitar 1,5 sampai 2 jam dengan trek yang masih saja terjal bebatuan dan berdebu. Sekitar 45 menit berjalan, kami pun sampai di padang Edelweiss yang menanjak. Tidak terlihat pohon besar di sana sehingga panas pun terasa menyengat.
 
diliat dari tenda langsung keliatan Sumbing


Add caption
sunrise 17 Agustus 2014



PADANG EDELWEISS – PUNCAK SINDORO
            Menuju Puncak Sindoro sekitar 45 menit dengan jalanan tanah menanjak mirip seperti trek merbabu. Sekitar pukul 8 setengah 8 pagi kami pun sampai di puncak. Keadaan puncak sangat ramai. Namun sepertinya kami terlalu cepat mencapai puncak sehingga upacara bendera dan pembacaan proklamasi pun belum diadakan.  Setelah puas berfoto-foto dan meilhat kawah yang begitu besarnya, kami pun turun. Ternyata turun lebih sulit karena licin oleh tanah. Perjalanan turun tentu lebih cepat, dari puncak k epos 3 kami tempuh dengan waktu 2 jam, selanjutnya pos 3 ke pos 1 kami tempuh dengan 2 jam. Terimakasih Sindoro, terimakasih akan ceritamu… :’)




@ Puncak Sindoro


kawah aktif gunung Sindoro

turun dari puncak Sindoro

***

Untukmu Indonesia… saya bisa berdiri di sini, menikmati alammu, mencumbu sunrisemu, dan merasakan setiap belaian anginmu… selamat ulang tahun Indonesi ke 69, selalu jaya… :’)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar