What do you want?

Jumat, 10 Oktober 2014

Gunung Sumbing Via Garung

Mensyukuri 21…”

27-28 September 2014
       Gunung Sumbing – Gunung yang letaknya berhadapan dengan gunung Sindoro ini merupakan gunung aktif yang memiliki ketinggian 3.371 meter di atas permukaan laut yang terletak diantara Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah. Pendakian gunung Sumbing melewati Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalijajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dapat ditempuh dengan salah satu jalur pendakian dari dua jalur pendakian yang ada, yaitu jalur Lama dan jalur Baru. Panjang rute/jalur pendakian gunung Sumbing dari gapura Dusun garung sampai ke puncak kurang lebih 7.000 meter. Pendakian dapat ditempuh dalam waktu 6 sampai 8 jam. Kami berempat dari Solo yang beranggotakan saya, mas Roni, mas Iwan, dan Mas Gilang berniat untuk mengunjungi puncak tertinggi gunung ini, yaitu puncak Buntu. Tapi sebelumnya mas Gilang sudah pernah ke gunung ini, jadi kita bertiga berasa ada guide-nya waktu naik gunung ini, hehe…
     
      Sabtu (27 September 2014), kebetulan kuliah Imunologi saya waktu itu kosong, untung mengisi kekosongan joinlah saya di trip ini, whehe… Sabtu siang kami pun berangkat ke Wonosobo. Yep, perjalanan Solo-Wonosobo menghabiskan waktu sekita 4-5 jam dengan menggunakan motor. Jam 10.30 kami berangkat dari Solo dan tiba di basecamp Sumbing jalur Garung pada pukul 15.30. Nampak gagah sekali gunung Sumbing sore itu, puncak tertingginya terkadang terlihat jelas dari basecamp, namun terkadang juga awan menutupinya. Oke, setelah selesai bersiap-siap sekitar pukul 4 sore kami mulai mendaki dengan menyelesaikan urusan administrasi, penitipan barang, berdo’a terlebih dahulu. Kami melewati jalur Lama dalam pendakian ini karena jalur Baru waktu itu sedang ditutup.

BASECAMPPOS 1
Perjalanan dari basecamp ke pos 1 mula-mula landau kemudian menanjak dan terus menanjak, treknya masih beraspal melewati perumahan penduduk lalu ladang-ladang penduduk. Dari gapura Dusun Garung sampai perempatan jalan Dusun Garung dan pos 1 jalur lama kondisi jalan bebatuan yang ditata rapi KM. I dapat ditempuh dengan ojek. Namun kami berjalan kaki dan menghabiskan waktu sekitar 2 jam sampai pos 1. Pukul 4 sore kami beranjak dari basecamp, dan pukul 6 sore kami sampai di pos 1.

POS 1POS 2
Kondisi jalan dari pos 1 sampai pos 2 landai dan agak menanjak. Di perbatasan hutan dengan ladang petani yang disebut kawasan Bosweisen sampai di kawasan Genus. Kondisi jalan tanah liat dan tanah merah berpasir, di kanan dan kiri jalan rerumputan dan pepohonan kecil. Perjalanan dari pos 1 hingga pos 2 kami tempuh sekitar 2 jam (pukul 20.00) dengan berjalan santai dan sering kali istirahat.
POS 2POS 3
Dari pos 2 berjalan dengan kondisi jalan yang cukup landau dan agak menanjak selama beberapa menit, kemudian mulai tanjakan yang cukup tajam di bukit Genus sampai Sedelupak Roto kondisi jalannya tanah merah dan berpasir. Pada jalur ini keseluruhan rutenya tanjakan yang cukup tajam. Sekitar 2 jam kami baru sampai di pos 3 (pukul 22.00) dan di pos 3 inilah kami memutuskan untuk membuka tenda dan bermalam hingga esok pagi kami menyambung perjalanan ke puncak.
Pagi-pagi disambut pemandangan gunung Sindoro pas keluar tenda, di pos 3


POS 3PESTAN
Bangun kesiangan, sunrise pun terlewatkan, hehe. Pukul 7 pagi hari itu (28 September 2014), saya, mas Roni, dan mas Iwan melanjutkan perjalanan ke puncak Sumbing. Sementara mas Gilang memilih untu tetap berada di tenda dan menunggu sampai kami kembali lagi ke tenda di pos 3. Di kawasan Pestan merupakan kawasan bertemunya jalur lama dan jalur baru. Pestan merupakan kawasan yang hampir keseluruhannya rerumputan dan hanya ada beberapa pepohonan kecil. Kondisi jalannya tanah merah berpasir. Dari pos 3 sampai Pestan kami tempuh selama 30 menit.


PESTANPASAR WATU
Sekitar 1,5 jam kami berjalan, sampailah kami di jalan yang penuh dengan batu di depannya dinding batu berdiri. Kawasan ini disebut Pasar Watu. 

view Sindoro dari Pasar Watu
 
PASAR WATUWATU KOTAK
Dari Pasar Watu, untuk menuju puncak pendaki harus mengambil jalan ke kiri menurun yang lurus dan menanjak adalah jalan buntu kemudian pendaki berjalan di bawah dinding batu yang memanjang sampai di wilayah Watu Kotak. Kondisi jalannya tanah merah berbatu. Dari Pasar Watu ke Watu Kotak kami mengahbiskan waktu sekitar 2 jam.



WATU KOTAKTANAH PUTIH
Setelah beristirahat cukup lama kami bertiga mendaki lagi dan sampai di jalan yang penuh batuan kecil dan cukup licin sampai di Tanah Putih. Kami menempuh sekitar 1 jam perjalanan dari Watu Kotak ke Tanah Putih karena seiring dengan fisik kami yang mulai capek, matahari pun bersinar dengan teriknya, istirahat pun tambah sering, lama lagi… haha menurut kami, trek Sumbing benar-benar menantang dan cukup berat untuk pendaki amatiran seperti kami, haha. Rasanya puncak tak kunjung datang, mau menyerah tetapi sudah tanggung. Whahaha…



trek Tanah Putih

TANAH PUTIHPUNCAK BUNTU
Perjalanan ke puncak merupakan perjalanan yang paling berat menurut kami karena kondisi jalan yang semakin menanjak dan terjal dengan bebatuan. Selain itu, badan pun sudah mulai capek. Sekitar pukul 12 siang kami sampai di puncak Buntu, Alhamdulillah… ohya, untuk menuju kawah Sumbing, 100 m sebelum puncak Buntu pendaki harus mengambil jalan ke kanan mendatar.
trek menuju puncak Buntu





mas Roni



mas Iwan


Make a wish di puncak Sumbing, seminggu lebih cepat :)

***

Alhamdulillah… akhirnya berhasil sampai di puncak Buntu dengan ketinggian 3.371 mdpl. Trek di Sumbing memang tidak mudah menurut kami. Penuh tantangan, mesti ada tekad yang kuat, dan pantang menyerah.
Alhamdulillah… ini sekaligus perayaan ulang tahun saya yang ke 21 tahun, walaupun 1 minggu lebih cepat karena saya ulang tahun seharusnya tanggal 3 Oktober, namun apa boleh buat tanggal 4 dan 5 Oktober Idul Adha, nggak mungkinkan meninggalkan keluarga dan asyik-asyikkan main di gunung? Hehe… ini sekaligus menjadi hal baru untuk saya yang biasanya merayakan ulang tahun dengan pesta makan-makan di tempat-tempat yang asyik dan meriah. Di sini saya sekaligus bisa lebih dan lebih bersyukur kepadaMu, Tuhan Yang Maha Hebat untuk seluruh ciptaanNya.
Puji syukur untuk Tuhan Yang Maha Agung dengan ciptaanNya yang tidak akan ada bisa duanya… kami di sini hanya bisa menikmati, mengagumi, dan berusaha sebaik-baiknya menjaga serta melestarikan semua ciptaanMu.
Big thanks to: Mas Gilang yang udah rela mau ke Sumbing lagi (padahal treknya berat kek gini… :p), mas Iwan dan mas Roni yang menjadi teman seperjuangan sampai ke puncak Buntu (akhirnya…), yakin nggak mau ke sini lagi? Whahahaha :D




1 komentar:

  1. makasih kak, info jalur pendakian gunung sumbing via garungnya sangat membantu kami utk melakukan persiapan pra pendakian :)

    BalasHapus