What do you want?

Jumat, 10 Oktober 2014

RINGKASAN AJUAN JUDUL SKRIPSI

EVALUASI MEDICATION ERRORS DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA OKTOBER – DESEMBER 2014
ELDESI MEDISA ILMAWATI
K100110038

LATAR BELAKANG
Medication errors adalah kesalahan dalam membentuk reaksi yang diinginkan dari pasien (Malone dkk, 2001). Kejadian medication error merupakan indikasi tingkat pencapaian patient safety, khususnya terhadap tujuan tercapainya medikasi yang aman (Thenry Bayang, 2013). Jenis-jenis medication errors ada beberapa macam, salah satunya adalah clinical errors. Clinical errors kesalahan pengobatan yang disebabkan terjadinya alergi, adverse drug reaction, interaksi obat dengan obat, interaksi obat dengan penyakit, interaksi obat dengan makanan, dan ketidaksesuaian obat yang meliputi lama terapi, dosis, cara pemberian, dan jumlah obat (Cohen, 1999).
Presentase kesalahan medikasi yang membahayakan terjadi sebesar 7% atau lebih dari 40 kasus perhari di 300 rumah sakit di Amerika (Barker, 2002) dan menurut Institute of Medicine (IOM) tahun 1999, kesalahan medis telah menyebabkan lebih dari satu juta orang cidera dan 98.000 kematian dalam setahun. Data yang didapatkan IOM tahun 2000 juga menunjukkan bahwa 44.000 dan 98.000 kematian terjadi dirumah sakit setiap tahun disebabkan oleh kesalahan medis (Ebru dan Gulzade, 2003). Penelitian yang dilakukan oleh Auburn University, Amerika pada tahun 2002 bahwa dari 312 jenis obat, 17% diberikan dengan dosis salah.
Di Indonesia, tepatnya di Surakarta, penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Lenny (2007) di RSUD Dr. Moewardi Surakarta di suatu bangsal dengan penerapan sistem UDD (Unit Dose Dispensing) yaitu pola pemberian obat untuk mengurangi resiko kesalahan pemberian dan pemakaian pada pasien (Thenry Bayang, 2013) dan Non UDD menyebutkan bahwa pada bangsal UDD terdapat 20 kasus clinical errors (tak sesuai dosis, kontraindikasi, dan interaksi obat) dengan presentase 6,31% diantaranya terjadi interaksi obat 3,78%, kontraindikasi obat 0,95%, dan ketidaksesuaian dosis 1,89%), sedangkan pada bangsal Non UDD terdapat 21 kasus clinical errors dengan presentase 5,07% diantaranya terjadi interaksi obat 1,93%, kontraindikasi obat 0,48%, dan ketidaksesuaian dosis 3,38%.
Dari hasil penelitian yang telah disampaikan sebelumnya, hal ini yang sangat mendasari penulis untuk melakukan penelitian di RSU PKU Muhammadiyah Surakarta karena di rumah sakit ini belum pernah dilakukan penelitian yang berkaitan dengan medication error.
METODE
Penelitian ini menggunakan metode observasional atau non eksperimental dengan mengikuti rancangan deskriptif yaitu tanpa melakukan analisis bagaimana dan mengapa fenomena tersebut dapat terjadi. Pengambilan data dilakukan dengan retrospektif yaitu penelitian untuk menggali dan menjelaskan data-data yang sudah ada.

TUJUAN
Untuk mengetahui tingginya tingkat medication errors di rumah sakit umum PKU Surakarta periode Oktober hingga Desember 2014.

DAFTAR PUSTAKA
Cohen, M.R., 1999, Medication Errors, The American Pharmaceutical Assosiation.
Ebru Kilicarslan Toruner dan Gulzade Uysal, 2003, Causes, Reporting, and Prevention of Medication Errors from a Pediatric Nurse Perspective, Australian Journal of Advanced Nursing Vol. 29 No. 4.
Kenneth N. Barker, PhD, 2002, Medication Errors Observed in 36 Health Care Facilities, Arch Intern Med, Vol. 162.
Ika Musrimawarni Lenny, 2009, Clinical Errors pada Bangsal dengan Penerapan Sistem UDD (Unit Dose Dispensing) dan Non UDD di RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Penelitian Skripsi
Thenry Bayang, Andi, 2013, Faktor Penyebab Medication Error di RSUD Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng, Jurnal Penelitian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sultan Hasanudin.

Pembimbing Utama

Zakky Cholisoh, M.Clin.Pharm., Apt., PhD

2 komentar: