What do you want?

Kamis, 23 April 2015

Gunung Cikuray Via Bayongbong



Cikuray (2.821 mdpl), 18-19 Oktober 2014
Tahun dua ribu empat belas adalah tahun dimana aku lagi suka-sukanya naik kereta api dan naik gunung. Nekat deh naik kereta keluar kota sendiri terus naik gunung, terus turun gunung lagi, terus pulang ke kota asal naik kereta lagi. Ngeliat sunrise dari kereta itu indah banget dan nggak pake bosen. Ke Cikuray ini adalah pendakianku ketiga kalinya di Jawa Barat setelah Ciremai dan Papandayan.


Halo.... selamat 21 tahun. Cikuray adalah tempat perayaan kedua ulang tahun aku ke-21 dan ini juga sekaligus kenekatanku ke 4 kalinya untuk mengunjungi  kota Bandung dan bercumbu dengan alam Garut untuk ke 2 kalinya setelah sebelumnya ke Papandayan bulan Juni 2014.
Biasa, dari Solo ke Bandung (Jum’at, 17 Oktober 2014) naik kereta ekonomi dari Stasiun Purwosari (Solo) ke stasiun Kiara Condong (Bandung). Pukul 03.30 pagi (Sabtu, 18 Oktober 2014) aku tiba di Kiara Condong dan dijemput oleh seorang sahabatku. Oke, petualangan di kota Kembang ini kembali dimulai.

Sekitar pukul 6 pagi, aku dan sahabatku menggunakan transportasi elf untuk sampai ke Garut. Perjalanan dari Bandung-Garut menghabiskan waktu sekitar 2 jam dengan biaya 25.000 rupiah (tergantung negosiasi dengan sopir elf). Kita berniat untuk mendaki Cikuray via Bayongbong. Oya, sebelumnya aku jelasin, jalur pendakian Cikuray ada 2 yaitu via Pos Pemancar dan via Bayongbong. Perbedaan kedua jalur tersebut, via Pos Pemancar medannya landai dan bisa melihat pemandangan indah, dari basecamp pemancar sampai ke puncak bisa menghabiskan waktu 7-8 jam, dari terminal garut ke pos pemancar juga bisa dicapai dengan pick-up/ojek dengan biaya 15-20 ribu perorangnya. Sedangkan jalur Bayongbong, jalur ini belum terlalu ramai daripada jalur Pos Pemancar, medannya lebih terjal daripada Pos Pemancar, tidak banyak pemandangan indah jika melewati jalur ini, kita melintasi hutan yang lumayan rimbun, dari basecamp hingga puncak dapat menghabiskan waktu sekitar 6 jam. Turun dari elf jurusan Bandung – Garut kita turun di pertigaan yang aku lupa namanya, terus kita melanjutkan menggunakan ojek (pake pick-up juga bisa kalo rombongan) ke basecamp Cikuray via Bayongbong dengan biaya 15ribu rupiah perojek. Kenapa kita milih Cikuray via Bayongbong? Yap, ini direkomendasiin sama salah satu temen kita anak Trisula (organisasi anak-anak PAGUCI, Papandayan-Guntur-Cikuray) yang bernama aa’ Iman, yap aa’ Iman juga sekalian promosi sih soalnya jalur ini belum begitu rame dibanding pemancar.
naik ojek ngelewatin rumah penduduk

Tim pendakian ini hanya beranggotakan 2 orang, iya cuma aku sama sahabat aku aja hihi. Sekitar pukul 9 pagi kita memulai pendakian. Lumayan rame waktu itu soalnya weekend. Jalur awal sudah dimulai dengan tanjakan beraspal kemudian selama sekitar 2 jam kita melewati ladang-ladang penduduk yang pada umumnya menanam sayuran. Memang asri banget suasana di pedesaan dan pegunungan seperti ini, ditambah dengan suara-suara penduduk Garut yang berbicara dengan bahasa Sunda, it’s so innocent for me!




Sebelum masuk hutan ngelewatin ladang penduduk dulu



Kemudian sekitar pukul 12 kurang kita mulai memasuki hutan yang lumayan rindang, jalan mulai bertambah terjal dengan medan tanah yang agak licin apabila jalan turun. Karena dalam pendakian ini cuma berdua jadi kita pake target, sebelum magrib harus sampai puncak Cikuray. Selama 3 jam kita berjalan akhirnya kita sampai di pos 3, waktu itu jam 2 siang. Kita memutuskan untuk meneruskan perjalanan. Jalan benar-benar bertambah terjal, tanjakan terjal dengan batu-batu dan akar-akar. Untung saja waktu itu tidak hujan sehingga tidak licin. Sekitar pukul 4 sore kita sampaaaaaai di puncak Cikuraaaay, pas 6 jam perjalanan basecamp-puncak. Segera mendirikan tenda beberapa meter dari puncak. Keadaan waktu itu rame sekali.

Selamaaat pagi dari puncak Cikuray... :D
Ternyata paginya zonk banget, nggak dapet sunrise dan yang ada malah kabut tebel. Yaudah cuma bisa foto sama shelter puncak Cikuray aja. Nggak bisa foto sama samudra di atas awannya Cikuray yang katanya bagus banget. Eh, di puncak Cikuray juga ada yang buka lapak loh hahahaha, jual stiker-stiker dan gantungan kunci gitu.
Dan akhirnya jam 9 pagi kita selesai packing dan turun. 

shelter puncak Cikuray

Jam 12 siang sampai basecamp lagi. Perjalanan turun hanya menghabiskan waktu 3 jam.
Naik ojek lagi dengan biaya 10ribu rupiah. Kenapa lebih murah daripada perginya? Ini karena di basecamp nggak ada ojek mangkal, jadinya terpaksa kita jalan dulu dari basecamp ke pangkalan ojek yang lumayan jauh. Yaudah dari negosiasi sama tukang ojek disepakatin jadi 10 ribu rupiah.
Sampe pertigaan lagi, cari bakso yang udah diimpi-impiin dari puncak Cikuray, terus mandi eh, di-sms suruh ngerjain tugas kelompok dadakan buat presentasi besok pagi (Senin) dan untungnya dikirim via e-mail. Yaudah langsung cari warnet di Garut, cari jurnal inggris, translet, kirim deh, beres.
Balik lagi ke kota Bandung tercintaaah pake elf yang bener-bener desak-desakan daripada pas pergi ke Garut. Gegara waktu itu hari Minggu dan jalan kebanyakan yang macet jadinya jam setengah 7 baru sampai Bandung. Pukul 7.30 sampai di rumah temen aku yang baik banget dan wajib nganterin aku ke stasiun Kiara Condong karena kereta ke Solo berangkat jam 8 malem.
CIKURAY VIA BAYONGBONG SELESAAAI...
Alhamdulillah dan terimakasih ya Tuhan sudah melancarkan kembali perjalananku :D
Walaupun nggak jadi 21 tahunan di Lembah kasih Mandalawangi (Pangrango) tapi puncak gunung Sumbing dan gunung Cikuray udah bisa ngebayar itu semua :D
Pukul 6 pagi(Senin) sampai Solo lagi
Pukul 8.40 kuliah dan disambut sama presentasi. Pegel-pegel kaki udah kebayar semua


Pengalaman di Cikuray:
Pengalaman pertama: Waktu malam hari, aku nggak sengaja denger pendaki cewek sedang terserang gejala hipotermia (kedinginan hebat di gunung) sontak aku kaget dan aku mengira itu hantu karena sebelum mendaki gunung ini aku banyak mendengar cerita mistis tentang gunung ini. Eh ternyata selang beberapa tenda dari tendaku ada cewek yang terserang gejala hipotermia, baru kali itu aku mendengar seperti itu dan suaranya ngeri bangeeeeeet. Mau ngasiin jaket aku tapi aku nggak bawa jaket, aku cuma bawa raincoat dan aku pake, raincoat yang menurut aku angetnya lebih anget dari jaket gunung waterproof yang aku punya hahaa... sebenernya pengen bawa jaket tapi ranselku udah nggak muat lagi, kerir temenku juga udah overload hahaha...  jadi jaketnya dititipin di basecamp. Malem itu di Cikuray emang dingin banget, hujan, plus badai yang untungnya nggak terlalu kenceng.
Pengalaman kedua: kompor aku rusak, eeeh... nggak ada yang bisa ngidupin kompor ding, eeeh bukan.... tapi gegara aku sama temen aku sama-sama males yang namanya masak di gunung, biasanya kalo naik berdua ya bawanya makanan jadi, nasi bungkus atau bekal gitu, nggak pernah masak, dan ntah kenapa waktu ke Cikuray ini dari rencana udah sok-sok’an pengen sesekali masak di gunung biar kayak orang-orang :p. Alhasil nggak makan di gunung, maemnya mie mentah dibikin ala-ala mie remes, roti tawar, daaaan sarden. Hahahaha. Jadi, pesen buat pendaki-pendaki yang males masaaaaak.... yuk  bawa makanan jadi aja, biar nggak kelaperan gegara nggak bisa masak di gunung dan yang pasti nggak ribet hihi.
Pengalaman ketiga: aku jatuh pas turun dari puncak ke basecamp. Waktu itu hujan gerimis dan medannya licin, temen aku jalannya cepet banget, aku pegangan kayu terus kepleset eh telapak tangannya ketancep kayu dan berdarah, perih hahaha.... untung bawa P3K lengkap. Tapi lebih safety-nya lagi coba selalu pake sarung tangan, jadinya kan pas jatuh nggak luka tangannya. Yaudah deh jadi oleh-oleh dari Cikuray :D
Pengalaman keempat: temen aku dicurhatin sama tukang ojek katanya gini, para tukang ojek di situ ngerasa rezekinya diambil sama para sopir pick-up sayuran yang ngangkutin para pendaki ke/dari basecamp juga. Jadi, temen-temen yang ke Cikuray, aku rekomendasiin pake ojek aja dari/turun ke basecamp. Biayanya juga hampir sama dengan pick-up kok J kasian tukang ojeknya pelanggannya pada diambil sama pick-up.

Biaya perjalanan Cikuray dari Solo
Kereta Api Ekonomi Solo-Bandung PP: 50.000 x 2 = 100.000
Elf Bandung-Garut PP : 25.000 x 2 = 50.000
Ojek pertigaan – Basecamp PP: 15.000 + 10.000 = 25.000
Logistik+gas+dll: 100.000
Makan, angkot, jajan, dll: 100.000
Total : 375.000 rupiah

5 komentar:

  1. kok ke bandung dulu?
    padahal kan dari solo bisa turun di stasiun cibatu

    BalasHapus
  2. kebetulan bulan ini saya rencana ke gunung Cikuray, informasi ini sangat membantu

    BalasHapus
  3. Makasih kaka info nya kaka nya cantik deh hhhh

    BalasHapus
  4. Lusa pendakian ke cikuray nih , walaupun trek nya terjal gpp , asalkan cuacanya bersahabat .. Thanks yah infonya #salamlestari

    BalasHapus