What do you want?

Kamis, 23 April 2015

Pendakian Gunung Sindoro (3.153 mdpl) Bareng Jejak Setapak



Beralaskan ilalang-ilalangmu...
Bermandikan lelah dan cahaya matahari,
Tersemangatkan oleh mental
(Sindoro, 20-22 Februari 2015)
 
Basecamp Sindoro via Kledung
Ini merupakan pendakian keduaku ke Sindoro. Pertama kali ke sini waktu HUT RI 2014 kemaren. Bedanya pas 17-an ke sini cuma berdua, Cuma sama temen aku. Sedangkan yang kedua kalinya ini kita rame banget naiknya, bareng anak-anak Jejak Setapak, bersembilan ceritanya. Mereka adalah Mas Bandeng, Mas Bedor, Andra, Mas Yoga, Mas Habib, Mas Iwan, Mas Roni, Mas Gilang, dan aku.
Gini ya cerita kronologisnya....
Solo-Basecamp Sindoro via Desa Kledung
(Jum’at, 20 februari 2015) Awalnya kita mau berangkat dari Solo habis magrib, dan eh biasalah molor sampe jam 9 malem baru memulai perjalanan dari kota Solo ke Wonosobo. Perjalanan menuju basecamp Sindoro via Desa Kledung menghabiskan waktu sekitar 4,5 jam. Sekitar jam 2 sini hari kita sampai di basecamp Sindoro dan kita memutuskan beristirahat/tidur hingga pagi.
Basecamp-Pos 1
(Sabtu, 21 februari 2015) Sssstttt... dari basecamp ke pos 1 kita semua pake ojek hahahaa. Perojek biayanya 10 ribu. Mau jalan kaki sampe pos 1 juga nggak apa-apa. Jadi keinget pertama kali ke Sindoro pulang-pergi basecamp-pos 1 jalan melulu gegara temen aku nggak mau diajakin ngojek hahahaa. Kalo ngojek menghabiskan waktu 10 menitan dari basecamp ke pos 1, tapi kalo jalan kaki dari basecamp bisa sampe 1 jam baru sampe pos 1 hihi... jalur dari basecamp masih melewati perumahan penduduk dan ladang sayuran hingga ke pos 1. Pos 1 berupa pondok/shelter, yang ada atapnya. Selama perjalanan ke pos 1 kita bisa melihat gagahnya gunung Sumbing di belakang kita, dan gunung Sindoro di depan kita.
view Sumbing dari Sindoro

Pos 1-Pos 2
Dari pos 1 perjalanan masih landai, tanjakan-tanjakan yang belum berarti tapi bikin capek juga. Medannya tanah dan jalurnya juga sudah jelas, nggak banyak percabangan. Pos 1 ke pos 2 bisa ditempuh sekitar 1,5 jam. Dari sini tim kita kepisah jadi 2 yang jaraknya agak berjauhan. Tim yang depan ada mas Bandeng, Andra, mas Iwan, mas Habib, aku, dan mas Yoga. Tim yang di belakang ada mas Gilang, mas Roni, dan mas Bedor. Pos 2 juga berupa lahan yang agak luas dengan shelter kecil.

Pos 2-Pos 3
Jalur ke pos 3 merupakan jalur yang paling terjal sebelum jalur menuju puncak. Medannya tanah bercampur batu yang agak besar dan menanjak. Perjalanan ke pos 3 menghabiskan waktu sekitar 1 jam 45 menit. Naaaah, di pos 3 ini adalah tempat yang banyak digunakan pendaki untuk mendirikan tenda.  Tapi, hati-hati yaaa banyak babi karena di pos 3 ini banyak sampah. Kita aja kemaren pas malem bagi tugas buat jagain tenda dari serangan babi, hahahhaa.... karena sebelumnya ada tenda pendaki yang dirusakin sama babi. Kalo mau bebas dari babi direkomendasiin ngecamp di atasnya pos 3, seperti di Watu Tatah atau tempat-tempat lain yang nggak banyak sampah.

Ngecamp di pos 3




track Sindoro

Pos 3 – Watu Tatah
(Minggu, 22 Februari 2015), pagi yang disambut dengan sunrise dan pemandangan indah gunung Sumbing. Sumbing emang gagah banget, tinggi, dan medannya pun juga nguji mental dan nyali bener-bener :/. Yang ke puncak Cuma aku, mas Gilang, Andra, mas Yoga, mas Iwan, mas Habib, dan mas Bedor. Sementara mas Bandeng dan mas Roni jaga tenda dan masak buat kita, hehe. Jadi sampe tenda ntar bisa langsung maem :P. Jam  7 pagi memulai perjalanan ke puncak. Jalan terus menanjak dan bebatuan. Sekitar pukul 9 kita sampai di Watu Tatah. 

Watu Tatah

Watu Tatah-Puncak
Dalam perjalanan menuju puncak kita ngelewatin hutan lamtoro 1 dan 2, terus padang Edelweis. Jalan terus saja menanjak. Hingga 2 jam kemudian kita tiba di puncak pada pukul setengah 11. Oya, pernah ada yang bilang kalo ke puncak Sindoro itu dilarang di atas jam 12 siang karena kalo siang arah anginnya udah beda, jadi jika kita di puncak pada saat siang hari kemungkinan untuk menghirup gas beracun dari kawah Sindoro itu lebih besar.

Menuju puncak

kita di puncak Sindoro

Pengalaman di Sindoro:
Pertama, baru kali itu aku naik pas ngecamp digangguin babi dan ngerasa waswas sama babi. Takut. Takut tenda rusak juga :/ sampe malem-malem pun para cowok-cowok gantian ngejagain tendanya. Padahal pas pertama kali ke Sindoro aku sama temenku ngecamp di pos 3 juga, di tempat yang agak tertutup malah, dan kita nggak mikir bakal diganggu babi. Pas ke Sindoro pertama kali diingetin dari basecamp kalo semua peralatan harus dibawa sampe puncak dan nggak boleh ditinggal di pos 3 karena banyak pencuri kecuali ada yang ngejagain, tapi pas ke Sindoro kedua kalinya malah diingetin ada babi.
Kedua, perasaan bau kawah Sindoro lebih menyengat daripada pas pertama kali aku kesana.
Ketiga, ke Sindoro memang lebih enak ketika musim hujan karena jika musim kemarau jalur pendakiannya sangat berdebu, terutama dari pos 3 menuju ke puncak.

Big thanks to:
Anak-anak Jejak Setapak, kalian emang partner pendakianku yang paling seru+asik.
Andra, selamat mendaki denganku.... maaf ya aku egois, selalu ingin puncak, maaf ya aku sering ninggalin kamu pas ke puncak Sindoro ._.
 
dan mataku terpejam diantara ilalang-ilalangmu...
Baca juga pendakianku ke Sindoro pertama kali di sini: Gunung Sindoro Via Kledung 17 Agustus 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar