LAPORAN RESMI PRAKTIKUM
FORMULASI DAN TEKNOLOGI SEDIAAN SOLID
MODUL V
TABLET
Disusun oleh:
Kelompok : B2
Anggota : Yuda Marsono K100110027
Ratna Setyoningrum K100110030
Desty Ririn R. K100110031
Oka Gagaz P. K100110035
Eldesi Medisa I. K100110038
Korektor :
LABORATORIUM TEKNOLOGI FARMASI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013
18,60%
MODUL VI
Kaplet Salut Gula
A.
TUJUAN
Untuk memberi pengetahuan dan
keterampilan teknik pembuatan kaplet salut gula (dragee).
B.
DASAR TEORI
Tablet
adalah suatu sediaan padat baik yang mengandung maupun tidak mengandung
bahan-bahan tambahan seperti lubricant, disintegrant, diluents atau zat pengisi, dan zat-zat tambahan yang lainnya. Ada beberapa macam tablet berdasarkan proses
pengerjaannya, yaitu : Tablet dengan Proses Granulasi Basah (* Wet Granulation ), Tablet dengan proses
Granulasi Kering ( Dry Granulation,
dan juga dengan Direct Compress (
Kempa Langsung )). Seluruh macam tablet tersebut memiliki karakteristik
trsendiri. Dan juga memiliki syarat-syarat tersendiri dalam pembuatannya.
(Siregar,2008)
Proses
penyalutan menggunakan panci farmasetik didasarkan pada proses yang digunakan
dalam industri permen, yang tekniknya berkembang pesat, bahkan dalam abad
pertengahan. Dewasa ini, kebanyakan panci penyalut dibuat dari baja tahan
karat, sedangkan dulu panci dibuat dari tembaga karena pengeringan dilakukan dengan
sumber panas dariluar panci. Pada penyalutan dengan panci konvensional tablet
yang disalut harus dikerimngkan menggunakan suplai udara yang dipanaskan.
Semetara itu, kelembapan dan debu dari sekitar panci dihilangkan dengan cara
system ekstraksi udara.
(Martindale,1989)
Tablet
salut gula adalah tablet kempa yang disalut dengan beberapa lapisan tipis
berturut-turut dengan larutan sukrosa dengan atau tanpa pewarna. Penyalut ini
berguna karena dapat melindungi bahan obat dengan berperan sebagai barrier
terhadap kelembaban dan udara, menutupi bahan obat yang rasa dan baunya tidak
enak dan memperbaiki penampilan tablet. Salut dapat bervariasi dalam ketebalan
dan warna dari tambahan bahan-bahan celupan ke salut gula
(King,1984)
Perbedaannya
dengan salut gula adalah tablet salut gula merupakan tablet kempa yang disalut
dengan beberapa lapis lapisan gula baik berwarna maupun tidak. Supaya dapat
menahan bantingan selama proses penyalutan tablet inti harus memiliki
resistensi dan kekerasan yang cukup di dalam panci penyalut yang berputar terus
menerus selama proses berlangsung. Kekerasan yang cukup juga akan berperanan
memperlambat penyalut pada waktu dilakukan penyalutan dan sebaiknya permukaan
tablet berbentuk. Bentuk tablet inti yang ideal untuk disalut ialah: sferis,
elip, bikonvek bulat atau bikonvekoval. Tinggi antara permukaan tablet sedapat
mungkin agak rendah.
(Ansel,1989)
Tablet-tablet
yang akan disalut harus mempunyai sifat fisik tertentu yang sesuai. Dalam
proses penyalutan, tablet-tablet bergulir di dalam panci atau berhamburan dalam
aliran udara dari suatu penyalut suspensi udara ketika proses penyalutan
berlangsung. Agar mampu menahan benturan sesama tablet atau benturan tablet
dengan dinding panci, maka tablet harus tahan terhadap abrasi dan gumpil.
Permukaan tablet yang rapuh, yang lunak oleh pemanasan, atau yang rusak oleh
campuran penyalut, cenderung menjadi kasar pada tahap awal proses penyalutan
dan tidak cocok untuk disalut dengan lapisan tipis. Bahan penyalut yang
membentuk lapisan tipis melekat ke seluruh permukaan yang terpapar, sehingga
permukaan yang tidak sempurna akan disalut dan tidak dibuang. Mutu dari
penyalut lapisan tipis yang melekat pada tablet cetak biasanya lebih banyak
tergantung pada mutu tablet awal yang dipakai dalam proses, daripada waktu yang
dibutuhkan dalam penyalutan gula.
Penyalutan
gula mengandung banyak zat padat, sehingga lebih lambat mengering dan dapat mengisi
banyak cacat kecil di permukaan tablet yang dapat terjadi pada tahap awal
proses penyalutan selain permukaan yang halus, maka bentuk fisik tablet juga
sangat penting. Bentuk ideal tablet yang akan disalut adalah bulat, yang
memungkinkan tablet tersebut bergulir bebas di dalam panci penyalut, dengan
kotak sekecil mungkin sesama tablet.
(Augsburger
& Hoag, 2008)
Proses
penyalutan tablet terbagi atas beberapa tahap yaitu: protective, gum syrup, built up syrup, smoothing syrup, colouring
syrup, dan polishing. Lapisan
penutup merupakan tahap pemberian lapisan pelindung agar air dari larutan
berikutnya tidak masuk ke dalam tablet inti. Lapisan elastis merupakan lapisan
dasar dari salut gula yang bertujuan untuk melapisi gum syrup agar tablet tidak
retak selama proses atau selama penyimpanan. Bahan-bahan yang akan dituang
diaduk lebih dahulu, kemudian masukkan CaCO3 secukupnya, aduk
kembali sampai semua serbuk melapisi tablet baru kemudian dialirkan udara
panas. Built up syrup merupakan
proses pemberian lapisan sebenarnya dari salut gula, sedangkan smoothing syrup bertujuan untuk membuat
permukaan tablet licin sehingga zat warna dapat melapisi tablet secara merata.
Colouring bertujuan untuk memberikan warna pada permukaan tablet dan polishing
merupakan proses pengkilatan permukaan tablet sehingga menjadi mengkilat.
(Asmarini,
2007)
C.
ALAT DAN BAHAN
Alat :
a.
Panci penyalut (coating pan)
b.
Neraca
c.
Penghisap debu (aspirator)
d.
Alat-alat gelas
e.
Peniup udara (kipas angin, hair dryer)
Bahan :
a.
Kaplet inti (core)
b.
Kalsium karbonat
c.
Khloroform
d.
Alkohol
e.
Schellac bebas arsen
f.
Talk
g.
PGA
h.
Gelatin
i.
Gula
j.
PEG 6000
k.
Aquades
D.
CARA KERJA
Ditimbang
sebanyak 350 kaplet inti yang telah dibebaskan dari debu
Disisihkan
100 kaplet inti (untuk uji sifat fisis kaplet)
Tahap
sealing
Dibuat lapisan sealing
Dilapisi panci penyalut dengan larutan sealing
Dikeringkan dengan mengaliri udara panas sampai
panci kering
Dimasukkan kaplet inti ke dalam panci dan diputar.
Dialiri udara panas ke dalam panci sampai suhu
kaplet sekitar 30oC
Dituangkan 15 mL larutan sealing, dikeringkan dengan
udara 25oC – 30oC, ditunggu sampai kering
Penyalutan dilanjutkan dengan 10 mL larutan sealing sampai rata sebanyak 2 sampai 4
lapis, pengering menggunakan hair dryer
dan kipas angin.
Tahap
subcoating
Ditimbang bahan-bahan untuk larutan subcoating dan serbuk subcoating sebanyak setengah formula
Dilarutkan masing-masing bahan larutan subcoating dengan sebagian air (sesuai
porsi), bila sudah larut semua dicampurkan semua larutan, diaduk sampai homogen.
Dicampurkan larutan subcoating dengan serbuk subcoating sehingga menjadi suspensi subcoating.
Dituangkan kaplet pada panci penyalut
Dilapisi panci penyalut dengan sedikit suspensi subcoating dengan jalan meratakannya
dalam panci penyalut.
Diputar panci selama 3-5 menit, kemudian dikeringkn
dengan udara panas menggunakan kipas angin dan hair dryer.
Tahap subcoating
selesai apabila kaplet inti telah terlapis dengan sempurna secara merata.
Tahap
smoothing
Dibuat larutan smoothing
Diletakkan kaplet yang telah disubcoat pada panci penyalut yang telah bersih
Dilapisi larutan smoothing
secara merata lalu dibiarkan kering sendiri tanpa pengering udara selama
beberapa menit.
Dikeringkan dengan pengering udara sampai kaplet
kering dan halus.
Tahap
coloring
Buat
larutan atau suspensi zat warna
Diletakkan
kaplet yang telah dismoothing pada
panci penyalut yang bersih
Kaplet
dilapisi dengan larutan sirup berwarna, lalu diputar.
Dikeringkan
dengan pengering udara.
Tahap
polishing
Dibuat
larutan polishing
Dileakkan
kaplet yang telah dismoothing pada
panci penyalut yang bersih
Diletakkan
larutan polishing secara menyebar dan
merata, lalu panci diputar.
Dikeringkan
dengan pengering udara sampai didapatkan kaplet yang mengkilap.
E.
PEMBAHASAN CARA KERJA
1.
Uji
ketebalan
Diuji 5 tablet, masing-masing tablet diukur
ketebalannya menggunakan jangka sorongt. Tablet diukur ketebalannya baik
sebelum disalut dan sesudah disalut. Hasilnya seharusnya lebih tebal disbanding
dengan tablet inti yang belum disalut, tablet salut sudah dilapisi oleh
berbagai lapisan penyalut.
2.
Uji
keseragaman bobot
Ditimbang 20 tablet satu per satu, kemudian dihitung
bobot rata-ratanya dan penyimpangan bobot setiap tablet terhadap bobot
rata-ratanya. Persyaratan keseragaman bobot terpenuhi jika tidak lebih dari dua
tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-rata lebih besar
dari harga yang ditetapkan pada kolom A dan kolom B.
3.
Uji
kekerasan tablet
Sebuah kaplet
yang diletakkan pada ujung alat (hardness
tester) dengan posisi vertical, kemudian diputar sekrup pada ujung yang
lain sehingga kaplet akan tertekan. Pemutaran dihentikan setelah tablet
benar-benar pecah ditandai dengan skala yang statis nantinya jika kita putar
sudah tidak mau menaiikan skalanya (sudah maksimal angkanya). Dilakukan dengan
menggunakan 5 tablet kemudian dihitung puratanya. Tablet inti maupun tablet
salut dihitung kekerasannya.
4.
Uji
kerapuhan tablet
20 tablet yang
telah dibebasdebukan, kemudian ditimbang seksama lalu dimasukkan friabilator
diputar sebanyak seratus putaran. Setelah itu tablet ditimbang kembali.
5.
Uji
waktu hancur
2
buah tablet dimasukkan dalam alat uji waktu hancur (disintegration tester). Setiap mtabungnya diisi dengan satu tablet
lalu dimasukkan dalam penangan air pada suhu 37 derajat celcius. Air yang
dimasukkan dalam penangan sama dengan nposisi lubang ayakan di bawah alat saat
tabung naik dalam kedudukan tertinggi. Alat terus dijalankan sampai semua
fraksi pecahan tablet benar-benar hancur antara tablet yang sebelum disalut dan
sesudah disalut.
F.
HASIL DAN PERHITUNGAN
HASIL
PERCOBAAN
1. DATA PERCOBAAN
Ø
CATATAN PENIMBANGAN
No. Kode
|
Nama Bahan
|
Jumlah Teoritis
|
Jumlah Nyata
|
Satuan
|
001
|
Tahap sealing : - (Tidak
Dilakukan)
|
-
|
-
|
-
|
002
|
Tahap subcoating :
|
|||
a.
Larutan subcoating
|
||||
·
Sukrosa
|
400
|
100
|
Gram
|
|
·
PGA
|
20
|
5
|
Gram
|
|
·
Gelatin
|
8
|
2
|
Gram
|
|
·
Akuadest
|
300
|
75
|
Gram
|
|
b.
Serbuk Subcoating
|
||||
·
Kalsium Karbonat
|
120
|
30
|
Gram
|
|
·
Talk
|
120
|
30
|
Gram
|
|
003
|
Tahap smoothing :
|
|||
§
Sukrosa
|
100
|
33,3
|
Gram
|
|
§
Akuadest
|
50
|
16,67
|
Gram
|
|
004
|
Tahap coloring :
|
|||
Ø Sukrosa
|
180
|
90
|
Gram
|
|
Ø Gelatin
|
2
|
1
|
Gram
|
|
Ø Zat Warna
|
qs
|
qs
|
Gram
|
|
Ø Akuadest
|
110
|
55
|
Gram
|
|
005
|
Tahap polishing : - (Tidak dilakukan)
|
|||
ü PEG
|
-
|
-
|
-
|
|
ü Kloroform
|
-
|
-
|
-
|
Ø
PENYIAPAN TAHAP PENYALUTAN
No. Kode
|
Tahapan Proses
|
Jumlah Penambahan
|
Hasil Pengamatan
|
001
|
Tahap sealing : - (Tidak
Dilakukan)
|
-
|
-
|
002
|
Tahap subcoating :
|
5 mL
|
Bagian tepi tablet belum
tertutup semua, karena banyak larutan gula yang menempel
|
5 mL
|
|||
2 mL
|
|||
003
|
Tahap smoothing :
|
2 mL
|
Permukaan tablet sudah
lumayan licin
|
2 mL
|
|||
2 mL
|
|||
004
|
Tahap coloring :
|
3 mL
|
Warna masih pudar
Warna belom rata
|
3 mL
|
|||
3 mL
|
|||
3 mL
|
|||
3 mL
|
|||
005
|
Tahap polishing : - (Tidak Dilakukan)
|
||
-
|
-
|
||
-
|
-
|
Ø KONTROL KUALITAS TABLET SALUT
No. Kode
|
Tahapan Pengujian
|
Hasil Pengujian
|
Persyaratan StandarD
|
Memenuhi/Tidak
|
|||||||||||||||||
001
|
Keseragaman Bobot Tablet
Salut
|
Sebelum Disalut (mg)
|
Sesudah Disalut (mg)
|
||||||||||||||||||
279,1
|
261,5
|
270,9
|
341,7
|
325,0
|
339,6
|
||||||||||||||||
270,1
|
270,0
|
269,1
|
338,0
|
346,1
|
335,1
|
||||||||||||||||
271,1
|
265,1
|
271,5
|
306,2
|
362,2
|
331,2
|
Rata-tata :
|
|||||||||||||||
271,8
|
230,1
|
279,9
|
337,1
|
343,9
|
327,2
|
450-550 mg
|
|||||||||||||||
278,1
|
276,1
|
261,5
|
334,0
|
326,9
|
324,3
|
||||||||||||||||
288,0
|
268,3
|
276,5
|
334,7
|
321,1
|
322,0
|
||||||||||||||||
200,1
|
260,5
|
323,8
|
322,8
|
||||||||||||||||||
Rerata (x)
|
268,965
|
Rerata (x)
|
329,845
|
||||||||||||||||||
SD
|
11,672
|
SD
|
10,194
|
||||||||||||||||||
CV (%)
|
4,340%
|
CV (%)
|
3,09%
|
||||||||||||||||||
002
|
Selisih Penambahan Bobot
|
Rerata (x)
|
22,63(%)
|
||||||||||||||||||
SD
|
1,478
|
||||||||||||||||||||
CV (%)
|
1,25
|
||||||||||||||||||||
003
|
Ketebalan Tablet
|
Sebelum disalut (mm)
|
Sesudah disalut (mm)
|
||||||||||||||||||
4
|
4
|
5
|
5
|
||||||||||||||||||
5
|
5
|
5
|
5
|
||||||||||||||||||
5
|
5
|
5
|
5
|
||||||||||||||||||
Rerata (x)
|
4,67
|
Rerata (x)
|
5
|
||||||||||||||||||
SD
|
SD
|
||||||||||||||||||||
004
|
Selisih Penambahan tebal
|
Rerata (x) :
|
|||||||||||||||||||
SD :
|
|||||||||||||||||||||
005
|
Uji Kekerasan
|
Sebelum disalut (kg)
|
Sesudah disalut (kg)
|
4-10kg
|
|||||||||||||||||
12,54
|
8,90
|
10,65
|
15,08
|
||||||||||||||||||
11,97
|
8,35
|
12,00
|
10,35
|
||||||||||||||||||
10,48
|
7,20
|
12,47
|
09,90
|
||||||||||||||||||
Rerata (x)
|
9,907
|
Rerata (x)
|
11,74
|
||||||||||||||||||
SD
|
2,111
|
SD
|
1,911
|
||||||||||||||||||
CV (%)
|
21,309
|
CV (%)
|
2,712
|
||||||||||||||||||
006
|
Selisih Penambahan keras
|
Rerata (x) : 1,833
|
|||||||||||||||||||
SD : 0,2
|
|||||||||||||||||||||
CV(%)
|
|||||||||||||||||||||
007
|
Uji Kerapuhan
|
Tablet Inti (mg)
|
Tablet Salut (mg)
|
%
|
|||||||||||||||||
Belum
|
Sesudah
|
Belum
|
Sesudah
|
B
|
S
|
||||||||||||||||
5,6001
|
5,5881
|
6,6901
|
6,6860
|
0,214
|
0,061
|
||||||||||||||||
5,524
|
5,552
|
6,7486
|
6,7458
|
0,036
|
0,041
|
||||||||||||||||
5,544
|
5,530
|
6,5910
|
6,5873
|
0,253
|
0,056
|
||||||||||||||||
Rerata (x)
|
5,556
|
5,547
|
Rerata (x)
|
6,676
|
6,673
|
0,167
|
0,053
|
Baik jika <1%
|
|||||||||||||
SD
|
0,039
|
0,036
|
SD
|
0,080
|
0,080
|
0,116
|
0,010
|
||||||||||||||
CV (%)
|
0,710
|
0,650
|
CV (%)
|
1,198
|
1,199
|
69,460
|
18,867
|
||||||||||||||
008
|
Uji waktu hancur
|
Sebelum disalut (menit)
|
Setelah disalut (menit)
|
< 30 menit
|
Memenuhi
|
||||||||||||||||
1,54
|
2,20
|
1,50
|
4,59
|
4,21
|
4,19
|
||||||||||||||||
Rerata (x)
|
1,75
|
Rerata (x)
|
4,33
|
||||||||||||||||||
SD
|
SD
|
0,225
|
|||||||||||||||||||
CV (%)
|
CV (%)
|
5,196
|
|||||||||||||||||||
009
|
Selisih Penambahan Waktu
Hancur
|
Rerata (x) : 2,58
|
|||||||||||||||||||
SD : 0,168
|
|||||||||||||||||||||
2.PERHITUNGAN
Ø
KESERAGAMAN BOBOT TABLET
a)
Keseragaman bobot sebelum
disalut (mg)
X
|
X (Rerata)
|
279,1
|
268,965
|
270,1
|
|
271,1
|
|
271,8
|
|
278,1
|
|
288,0
|
|
260,1
|
|
261,5
|
|
270,0
|
|
265,1
|
|
230,1
|
|
276,1
|
|
268,3
|
|
260,5
|
|
270,9
|
|
269,1
|
|
271,5
|
|
279,9
|
|
261,5
|
|
276,5
|
|
N = 20
∑X = 5379,3
SD
=11,672
Diketahui
:
Syarat
Keseragaman bobot (FI III)
a) 268,965± 5% =
Tidak boleh lebih dari 2 tablet yang menyimpang
Interval = 225,517-282,413(memenuhi)
b) 268,965± 10% =
Tidak boleh ada 1 tablet yang menyimpang
Interval = 242,065– 295,865(memenuhi)
Dari kedua syarat tersebut diatas tablet
memenuhi syarat keseragaman bobot menurut FI edisi III
b)
Keseragaman
bobot sesudah disalut (mg)
X
|
X (Rerata)
|
341,7
|
329,845
|
338,0
|
|
306,2
|
|
337,1
|
|
334,0
|
|
334,7
|
|
313,8
|
|
325,0
|
|
346,1
|
|
326,2
|
|
343,9
|
|
326,9
|
|
321,1
|
|
322,8
|
|
339,6
|
|
335,1
|
|
331,2
|
|
327,2
|
|
324,3
|
|
322,0
|
|
N = 20
∑X = 6.596,9
SD =
10,194
Diketahui
:
Syarat
Keseragaman bobot (FI III)
a) 329,845± 5% =
Tidak boleh lebih dari 2 tablet yang menyimpang
Interval =313,353– 346,337 (tidak memenuhi)
b) 329,845± 10% =
Tidak boleh ada 1 tablet yang menyimpang
Interval =
296,860 – 362,83 (tidak memenuhi)
Dari kedua syarat tersebut diatas tablet tidak memenuhi
syarat keseragaman bobot menurut FI edisi III
Ø SELISIH PENAMBAHAN BOBOT
Ø UJI KETEBALAN TABLET
a)
Ketebalan
tablet sebelum disalut (mm)
X
|
Rerata (X)
|
4
|
4,67
|
5
|
|
5
|
|
4
|
|
5
|
|
5
|
N = 6
∑X = 28
b)
Ketebalan
tablet sesudah disalut (mm)
X
|
Rerata (X)
|
5
|
5
|
5
|
|
5
|
|
5
|
|
5
|
|
5
|
N = 6
∑X = 30
Ø SELISIH PENAMBAHAN TEBAL
Ø UJI KEKERASAN TABLET
a)
Kekerasan
tablet sebelum disalut (mm)
X
|
Rerata (X)
|
12,54
|
9,907
|
11,97
|
|
10,48
|
|
8,90
|
|
8,35
|
|
7,20
|
N = 6
∑X = 59,44
b)
Kekerasan
tablet sesudah disalut (mm)
X
|
Rerata (X)
|
10,65
|
11,74
|
12,00
|
|
12,47
|
|
15,08
|
|
10,35
|
|
9,90
|
N = 6
∑X = 70,45
Ø SELISIH PENAMBAHAN KERAS
UJI KERAPUHAN TABLET
a)
Kerapuhan
tablet sebelum disalut (mm)
X
|
Rerata (X)
|
5,6001
|
5,556
|
5,524
|
|
5,544
|
SD
= 0,039
%
cv =
x 100%
=
x 100% =
0,710%
b)
Kerapuhan
tablet sesudah disalut (mm)
X
|
Rerata (X)
|
5,5881
|
5,547
|
5,522
|
|
5,530
|
SD = 0,036
% cv =
x 100%
=
x 100% = 0,650%
c)
Kerapuhan
tablet sebelum disalut (%)
X
|
Rerata (X)
|
6,6901
|
6,676
|
6,7486
|
|
6,5910
|
SD = 0,080
% cv =
x 100%
=
x 100% = 1,198%
d)
Kerapuhan tablet sesudah disalut (%)
X
|
Rerata (X)
|
6,6860
|
6,673
|
6,7458
|
|
6,5873
|
SD = 0,080
% cv =
x 100%
=
x 100% = 1,199%
%
sebelum disalut :
1.

2.

3.
0,253
%
sesudah disalut :
1.
0,061
2.
0,041
3.
0,056
Ø UJI WAKTU HANCUR
a)
Waktu
hancur tablet sebelum disalut
X
|
Rerata (X)
|
1,54
|
1,75
|
2,20
|
|
1,50
|
N = 3
∑X = 5,24
b)
Waktu
hancur tablet sesudah disalut
X
|
Rerata (X)
|
4,59
|
4,33
|
4,21
|
|
4,19
|
N = 3
∑X = 12,99
Ø SELISIH PENAMBAHAN WAKTU HANCUR
G.
PEMBAHASAN
Tablet
salut gula adalah tablet yang disalut gula dari suspense kalsium karbonat, talk
atau titanium dioksida yang disuspensikan dengan gom akasia atau gelatin. Penyalutan
tablet bertujuan untuk menutupi rasa dan bau yang tidak enak, melindungi zat
berkhasiat terhadap pengaruh luar dan melindungi dari benturan mekanik, membuat
penampilan lebih baik dan menarik, serta mengatur tempat pelepasan obat dalam
saluran cerna (Anonim, 2010).
Lapisan
gula yang digunakan larut dalam air dan cepat terurai begitu ditelan. Lapisan
gula ini memberikan penampilan yang manis. Selain keuntungan tadi, tablet salut
gula juga mempunyai kerugian, yaitu pengolahannya membutuhkan waktu dan
keahlian serta menambah berat dan ukuran tablet (Ansel, 1989).
Dalam
pembuatan tablet salut diperlukan tablet inti yaitu tablet yang akan dilapisi
dengan larutan gula. Tablet inti harus memenuhi beberapa syarat yaitu
permukaannya halus untuk mempermudah tablet mengalir dalam panci penyalut,
bentuknya secembung mungkin untuk meminimalkan penggunaan larutan subcoating,
harus keras supaya tahan terhadap benturan mekanik selama proses penyalutan
berlangsung, kerapuhan serendah mungkin agar tidak banyak debu yang keluar pada
saat penyalutan sehingga tablet yang dihasilkan licin dan harus memenuhi persyaratan
Farmakope Indonesia III (Voight, 1984).
Pertama-tama
kita melakukan uji terhadap tablet yang belum disalut, uji yang dilakukan
diantaranya yaitu : Pengukuran tebal tablet, Keseragaman bobot, Kekerasan,
Kerapuhan, dan Waktu hancur tablet.
Dalam
penyalutan tablet ada beberapa tahap penyalutan, yang pertama yaitu Sealing,
tahap ini bertujuan untuk menutup kaplet inti dari pengaruh air yang dipakai
untuk proses penyalutan. Dalam percobaan kami tidak dilakukan.
Tahap kedua yaitu Subcoating.
Subcoating bertujuan untuk menutupi bagian tepi tablet sehingga membentuk
tablet salut, untuk meningkatkan ikatan antara sealcot dengan sugarcoat. Bahan
subcoating ada 2, yaitu larutan subcoating yang terdiri dari Gula 100g, PGA 5g,
gelatin 2g dan aquadest 75g, dan serbuk subcoating terdiri dari Kalsium
karbonat 60g dan Talk 60g. Penambahan larutan subcoating dan serbuk subcoating
dilakukan dengan ditambahkan sedikit demi sedikit yang sebelumnya telah
dicampur. Total suspensi subcoating yang ditambahkan adalah 12mL.
Tahap ketiga yaitu Smoothing.
Smoothing bertujuan untuk melicinkan permukaan tablet yang telah di subcoating.
Bahan yang dipakai adalah sirup gula yang terdiri dari gula dan aquadest. Total
penambahan larutan yaitu 6mL. Hasil yang didapat pada tahap ini permukaan
tablet hamper rata.
Tahap keempat yaitu Coloring.
Coloring bertujuan untuk memberi warna tablet sesuai dengan warna yang
dikehendaki. Pewarnaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan
menggunakan satu macam kadar zat warna dalam pembawa atau dengan berbagai kadar
zat warna. Pewarna dalam praktikum ini terdiri dari Sukrosa, gelatin, zat warna
merah dan aquades.
Sebelum dan sesudah penyalutan
dilakukan uji persyaratan fisik tablet yang mencakup Pengukuran tebal tablet,
Keseragaman bobot, Kekerasan, Kerapuhan, dan Waktu hancur tablet. Hal ini
bertujuan agar tablet yang dihasilkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
a. Ketebalan
tablet
Uji ketebalan tablet yaitu tablet
diukur menggunakan jangka sorong dan dilakukan replikasi sebanyak 6x. Tablet
sebelum disalut memiliki ketebalan rata-rata 4,67mm dan sesudah disalut
mempunyai ketebalan rata-rata 5mm. hal ini berarti tablet mengalami penebalan
sebesar 0,33 mm.
b. Keseragaman
bobot
Untuk uji ini dilakukan dengan cara menimbang tablet
20 tablet satu per satu. Keseragaman bobot untuk tablet dengan berat >300mg,
maka dari 20 tablet tersebut tidak boleh lebih dari 2 tablet yang menyimpang
dari bobot rata-rata lebih dari 5% dan tidak boleh satu tablet pun yang
bobotnya menyimpang lebih dari 10% (Anonim, 1979). Dari hasil percobaan
menjukkan tidak ada penyimpangan. Tablet sebelum disalut mempunyai nilai CV
4,340% dan sesudah disalut nilai CV 3,09%. Hal ini berarti tablet memenuhi
persyaratan.
c. Kekerasan
Untuk uji ini digunakan alat Stokes Monsanto Hardness Tester dan
dilakukan replikasi sebanyak 5x. Hal ini dilakukan agar semua tablet stabil di
udara, sehingga tidak mudah pecah. Tablet sebelum disalut mempunyai kekerasan
rata-rata 9,907kg dan setelah disalut nilai kekerasan rata-ratanya menjadi 11,74kg.
Syarat kekerasan tablet menurut Farmakope Indonesia adalah 4-10kg. Kekerasan
tablet sebelum disalut memenuhi syarat, tapi kekerasan tablet sesudah tablet
tidak memenuhi syarat. Kekerasan dibawah 4kg masih bisa diterima asalkan
kerapuhannya tidak melebihi batas yang ditetapkan dan bila kekerasan tablet
lebih dari 10 kg masih dapat diterima asalkan masih memenuhi persyaratan waktu
hancur tablet.
d. Kerapuhan
Pada uji ini menggunakan alat friabilator. Menurut Farmakope
Indonesia, syarat kerapuhan tablet inti adalah <1% dan untuk tablet salut
< 0,8%. Dari hasil percobaan kami tidak sesuai dengan teori, hal ini mungkin
dikarenakan perbandingan komposisi zat tambahan pada tablet yang tidak sesuai.
e. Waktu
hancur
Uji waktu hancur dengan menggunakan alat disintegration tester. Persyaratan waktu
hancur untuk tablet tidak bersalut adalah kurang dari 15 menit, untuk tablet
salut gula dan salut non enteric kurang dari 30 menit. Dari hasil percobaan
didapatkan rata-rata waktu hancur tablet sebelum disalut adalah 1,75 menit dan
sesudah disalut 4,33 menit. Walaupun waktu hancur tablet salut gula kurang dari
30 menit hal ini kurang sesuai dengan teori, karena seharusnya lebih dari 15
menit. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya zat pengikat pada tablet.
H.
KESIMPULAN
ü Berdasarkan uji evaluasi
tablet, diperoleh bahwa tablet Theophyllin ini :
a.
Percobaan uji keseragaman bobot tablet salut diperoleh harga
CV = 3,09%,
sehingga keseragaman bobot
ini dikatakan memenuhi syarat CV < 5%.
b.
Kekerasan tablet salut yang didapat adalah 11,74
kg sehingga kurang memenuhi syarat yaitu
4 – 10 kg
c.
Percobaan uji kerapuhan, harga Cv yang diperoleh kurang
sesuai yaitu 1,199%,
Tablet dianggap baik karena kerapuhan < 1 %.
d.
Percobaan waktu hancur kurang sesuai dengan teori, yaitu 4,33
menit. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya zat pengikat pada tablet.
ü Permasalahan
dalam pembuatan tablet salut yang kami dapatkan adlah kurang meratanya warna
atau motling.
I.
DAFTAR PUSTAKA
Ansel, H. C, 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Edisi Keempat, EBC, Jakarta.
Asmarini, 2007, Laporan
Praktek Kerja Profesi Apoteker, Satu Bangsa, Bandung.
Augsburger, L.L.
& Hoag, S.W, 2008, Pharmaceutical
Dosage Forms Tablets. 3rd Edition, Informa health
care USA, New York.
King, R. E.,
1984, Dispending Of Medication, Ninth
Edition, Mack Publishing Company, Philadelphia.
Martindale, 1989, The Extra Pharmacopeia, 29th Edition, The Pharmaceutical Press,
London.
Siregar .Charles, 2008, Tekhnologi Farmasi Sediaan Tablet
,EGC ,Jakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar