SISTEM SARAF
Oleh:dr EM Sutrisna
Dibagi menjadi:
1. Sistem saraf pusat(SSP): otak (encephalon)
dan medulla spinalis (sumsum tulang belakang)
2. Siostem saraf tepi: nervi
cranialis(saraf-saraf yang keluar dari otak) dan nervi spinalis (saraf saraf
yang keluar dari medulla spinalis)
SISTEM SARAF PUSAT(CENTRALE
NERVORUM SYSTEMA)
1. OTAK(ENCEPHALON)
Adalah bagian dari SSP yang terdapat dalam cavum
cranii(rongga tengkorak)
Meliputi:
Otak besar (cerebrum) dan otak kecil(cerebellum)
a. OTAK BESAR
Memiliki bagian bagian:
-
medulla
oblongata
-
pons
-
mesenchephalon
-
diencephalons
-
hemisperium
cerebri
Bentukan bersama antara pons, m. oblongata,
mesencephalon dan diencephalons membentuk bangunan disebut BATANG OTAK/TRUNCHUS
CEREBRI
1) MEDULLA OBLONGATA
Terletak paling caudal/bawah dari batang otak
MORFOLOGI:
Terdapat banyak fisura/sulcus(garis legok-an)
diantaranya:
-
sulcus
lateralis anterior : pada sulcus iniu tempat keluarnya nervus/saraf
hypoglosus(N.XII)
-
sulcus
lateralis posterior: tempat keluarnya n. glossopharingeus(N.IX),
n. vagus(N.X), n. accessories(N. XI)
-
dll.
Juga terdapat banyak nucleus(kumpulan serabut
saraf), contohnya:
-nucleus ambigus: dari nucleus ini akan keluar
serabut serabut saraf IX, N.X,N.XI.
-nucleus
tractus traktus solitarius
Juga terdapat CANALIS CENTRALIS :suatu saluran
penghubung pons Dengan ventriculus quartus(di m. Spinalis)yang berisi cairan
cere-Brospinalis(cairan otak).
2) PONS
Terletak disebelah rostral(atas) dari m. oblongata
dan sebelah caudal(bawah/ekor) dari mesencephalon.
MORFOLOGI:
Terdapat
sulcus basilaris yang akan ditempati oleh arteria basilaris
Nervi
cranialis yang keluar dari pons adalah:
N.
V(trigeminus) : nervus ini akan bercabang menjadi 3 yi:
-
n. opthalmicus(penglihatan)
-n.
maxilaris(rahang atas)
-
n. mandibularis( rahang bawah)
N.
VI( abducesen)mensarafi gerkan otot mata kelateral/samping
N.
VII(fascialis)mensarafi otot wajah, kelenjar liur,dan air mata.
N.
VIII(oktavus/stato acusticus): mensarafi pendengaran dan
Keseimbangan.
3) MESENCEPHALON
Terletek sebelah rostral dari pons dan seb. Caudal
dari diencephalons.
STRUKTUR :
Dibedakan
menjadi beberapa bagian yi:
a. pedunculus cerebri
b. tegmentum
c. tectum
Didalam pons ini terdapat saluran kecil AQUADUCTUS
CEREBRI(SIL
VII) yi: saluran berisi cairan otak penghubung
ventriculuis tertius dengan ventriculus quartus melalui canalis centralis.
4) DIENCEPHALON
Paling rostral dari batang otak
Didalamnya terdapat ruangan VENTRICULUS TERTIUS
yi: rongga berisi cairan otak penghubung ventricuklus lateralis (melalui
foramen Monroe) dengan aquaductus cerebri.
Termasuk dalam bangunan diencephalon adalah:
-
thalamus
-
epithalamus
-
subthalamus
-
hypothalamus
5) HEMISPERIUM CEREBRI
Merupakan bagian dari otak yang terbesar yang mengisi hamper seluruh rongga tengkorak.
Ada sepasang kanan dan kiri yang dipisahkan oleh fissure longitudinalis
cerebri. Pada hemesperium cerebri ini terdapat rongga yang sangat luas berisi
cairan otak yang disebut VENTRICULUS LATERALIS.
Terdapat banyak sekali sulcus dan gyrus(bangunan
yang dipisahkan oleh sulcus sulcus tersebut) dan lobus(kumpulan dari beberapa
gyrus).
6) CORTEX CEREBRI
Merupakan lapisan luar dari otak besar.
Oleh Broadmen, cortex cerebri ini dibagi menjadi
47 area tetapi hanya beberapa area saja yang telah diketahui funmgsinya.
Area area tersebut adalah:
-
area
4 Broadmann : merupakan area motoris/gerakan
-
area
1,2,3 :merupakan area somaesthesia(rasa tubuh)
-
area
17,18,19 : pusat penglihatan
-
area
22,41,42 :pendengaran
-
area
44 : pusat bicara
B. OTAK KECIL/CEREBELLUM
Terletak di rongga tengkorak bagian
posterior/belakang
Dibagi jadi 2 bagian yi:
-vermis
ditengah
-sepasang
hemispherium serebelli kanan dan kiri dari vermis.
Strukturnya:
-cortex
cerebelli: sebelh luar
-medulla
cerebelli:sebelah dalam
salah satu fungsi dari otak kecil adalah mengatur
keseimbangan tubuh.Jika terdapat gangguan dari cerebellum maka dapat terjadi
hal hal terseburt dibawah:
-tremor
-
hypothonia
-
nistagmus
-
ataxia dll.
MENINGES
Yaitu: selaput yang membungkus otak dan medulla
spinalis
Terdiri dari 3 lapis yi:
a. duramater:
lapisa terluar,terdiri 2lapis yi lamina endotelia
dan lamina meningealis .
kedua lapisan ini saling melekat kecuali pd tempat
tertentu yang disebut sinus venosus. Dalam sinus ini terdapat darah vena dari
meninges.
b. arachnoidmater
merupakan lapisan kedua
c. piamater
lapisan ini terpisah dengan arachnoidmater oleh
spatium subarachnoidale yang berisi cairan otak(liquor cerebrospinalis
VASCULARISASI OTAK
Otak mendapat 2 sumber
pokok untuk vaskularisasinya yi:
a. arteria carotis interna yang akan
bercabang menjadi:
i.
a.
cerebri anterior
ii.
a. cerebri
media
iii.
a.
comonicans posterior
iv.
a.
choroidea anterior
v.
a.
opthalmica
vi.
a.
hyphophysea inferior dan superior
b. arteria basilaris yang akan bercabang
menjadi:
i.
a.
cerebelaris inferior anterior
ii.
aa.
Labrynti
iii.
a.
cerebelli superior
iv.
a.
cerebri posterior
CAIRAN OTAK/LIQUOR CEREBROSPINALIS
Cairan ini terdapat di spatium
subarachnoidale.mula mula dihasilkan oleh ventriculus lateralis (ruangan
didalam hemisperium cerebri) oleh plexus choroideus..
Aliran dari cairan otak sbb:
Venticulus lateralisà(melalui foramen interventriculare/Monroe)ke
ventriculus tertiusà aquaductus cerebri(Sylvii)àventriculus quartusàsebagian lewat canalis centralis ke ventriculus
terminalis/v. ke5 dan sebagian lewat foramen magendi dan sepasang foramen
luscha kedalam spatium subarachnoidale. Dari spatium subarachnoidale ini cairan
akan diteruskan ke sinus sagitalis superior dan akan berhubungan dengan
sirkulasi darah umum.
SISTEM SARAF
TEPI(PERIFERICUM NERVORUM SYSTEMA)
Oleh: dr EM Sutrisna
A. SARAF –SARAF CRANIAL(NERVI CRANIALIS)
Yi: sekelompok saraf yang keluar dari otak.
Terdapat 12 pasang nervi cranialis yi:
1.Nervus I(nervus olfactorius): saraf pembau
2. N. II(n. opticus) :saraf penglihatan
3. N. III(n. oculomotorius):saraf penggerak bola
mata kecuali gerak ke lateral(samping) dan inferomedial(bawah dalam)
4. N. IV(n. trochlearis) :penggerak bola mata
5. N.V(n. trigeminus):bercabang jadi 3 yi:
-
n.opthalmicus
-
n. maxillaries
-
n. mandibularis
6. N. VI( n. abducens): mensarafi gerak mata ke
samping
7. N. VII( n. facialis): mensarafi otot otot
wajah, kelenjar ludah, kelenjar air mata,alat kecap lidah bagian depan.
8.N. VIII( n. octavus/statoacusticus): mensarafi
pendengaran (n. cochlearis) dan kesimbangan(n. vestibularis).
9.N. IX(n. glossopharingeus): mensarafi otot laryng(saluran
nafas atas),paring(saluran kerongkongan, kelenjar ludah, kecap lidah bagian
belakang.
10. N.X(n. vagus)=saraf pengembara: mensarafi
otot-otot paring,laring, organ-organ dalam di rongga dada dan perut dll.
11. N. XI(n. accessories: mensarafi otot trapesius
dan otot sternocleidomastoideus.
12. N. XII( n. hipoglosus): mensarafi otot-otot
lidah.
B. SARAF-SARAF SPINAL
Yi: saraf saraf yang keluar dari setiap segmen
medulla spinalis(sumsum tulang belakang).setiap segmen akan keluar sepasang
nervus spinalis. Terdapat 31 pasang saraf spinalis yi:
-
segmen
cervicalis(leher): terdiri 8 segmen
-
segmen
thoracalis(dada): 12 segmaen
-
segmen
lumbalis: 5 segmen
-
segmen
sacralis:5 segmen
-
segmen
coceygeus: 1 segmen
SISTEM SARAF OTONOM
Oleh: dr. EM Sutrisna
Yaitu: system saraf yang menginervasi organ/struktur yang fungsinya diluar
control kesadaran, hanya bersifat motorik dan biasanya disebut viscera motoris
termasuk otot polos, otot jantung dan kelenjar.
Beberapa alat dalam sepereti vesica urinaria
diinervasi oleh system saraf otonom walaupun aktifitasnya dipengaruhi oleh
control kesadaran.
Dibagi menjadi 2 bagian:
a. system saraf simpatis:neuronnya terdapat
di Thorax 1- lumbal 3(thorako lumbal)
b. system saraf parasimpatis:neuronnya
terdapat di batang otak bersama sama n. cranialis dan pada medulla spinalis
segmen sacral 2-4(cranio sacral).
FUNGSI:secara umum fungsi simpatis
dan parasimpatis berkebalikan.
A.system saraf simpatis
a. pembuluh darah: vasokonstriksi pada
pembuluh darah muka,leher,ektremitas superiore,inferior.
b. mata:menarik kelopak atas mata, membantu
m. levator palpebra superior waktu membuka mata,medriasis.
c. glandula lacrimalis:vaso dilatasi pembuluh
darah dalam kelenjar sekresi.
d. galandula salivarius:vaso konstriksi
pembuluh darah dalam kelenjar.
e. jantung:meningkatkan tekanan darah dan
denyut jantung.
f. system respirasi:bronkodialtor
g. oesophagos: mengurangi tonus dan gerakan
1/3 bagian bawah oesophagos.
h. ventrikulus dan intestinum: menghambat
peristaltic dan menaikan tonus sfingter.
i.
vecica
urinaria:menutup orifisium uretericum.
Fungsi lain: mempertahankan
tonus otot polos pembuluh darah, mempertahankan temperature tubuh,pengaruh pada
keadaan stress, ketakutan atau usaha otot dalam dalam mengatasi keadaan
darurat.
B.sistem parasimpatis.
a. pembuluh darah:vasodilatasi pada pembuluh
darah otot skelet.
b. mata: meiosis,reflek pupil.
c. galandula lakrimalis: menambah sekresi
kelenjar.
d. glandula salivarius: mengadakan sekresi
kelenjar.
e. jantung:menurunkan tekanan darah dan
denyut jantung.
f. respirasi: bronkokonstriktor.
g. oesophagos: menaikkan tonus/ gerakan 1/3
bagian atas oesophagos.
h. ventrikulus dan intestinum: menaikkan
peristaltic, memacu kelenjar
intestinum, relaksasi m. sfingter.
Fungsi lain: mengatur/
menstimuli kontraksi otot gastrointestinal, vesica urinaria, sekresi insulin ,
menahan kenaikan gula darah.inervasi saraf ini tidak begitu luas seperti saraf
simpatis.
OBAT-OBATYANGMEMPENGARUHI
SISTEM SARAF PUSAT
Oleh: dr EM Sutrisna
Dikenal obat psikotropik: obat yang bekerja pada
atau mempengaruhi fungsi psikik,kelakuan dan pengalaman(WHO,1966).Pengobatan
dengan obat jenis ini bersifat simptomatis saja dan hanya berdasar
empiris,karena patofisiologi dari gangguan jiwa belum sepenuhnya jelas.
Menurut penggunaanya klinisnya obat-obat tersebut dibagi menjadi 4
golongan:
1.Anti anxietas : - Derivate benzodiazepine
- barbiturate
- propanediol
- anti psikotik/neuroleptik
- anti depresan
- anti histamine
- beta bloker
2. Anti depresan : - MAO inhibitor(mono amine oksidase
inhibitor)
a. kel. Hidrazin: fenelsin,
isokarbokssid,mebanazin, iproniazin,nialamin.
b. kel. Non hidrazin: transipromin, pargilin
-
gol. Membrane pump inhibitor:
1. gol. Trisiklik
i)
generasi
ke I:
-
amin tersier:imipramin,amitriptilin, doxepin
- amin sekunder:desipramin,nortriptilin, protriptilin.
ii) generasi ke II: klimipramin,maproptilin.
3.neuroleptik:
- derivatfenothiazin:
klorpromazin, promazin, thioridazin, flupenazin, perfenazin dll.
- non fenothiazin: klorprotiksen
- butirofenon: haloperidol
4.Psikotogenik:missal meskalin dan LSD(lisergid
acid dietil amida
Di samping itu dikenal pula obat obat yang justru dapat menyebabkan depresi yi:
1. Reserpin
Obat ini digunakan sebagai anti hipertensi.
Depresi yang terjadi sangat tergantung pada dosis obat
tersebut,dan jarang terjadi pada dosis kurang dari o,25mg/hr.
2. alpha metil dopa
Obat ini digunakan sebagai anti hiperrtensi.
Pernah dilaporkan terjadi depresi 6 kasus dari 100 pasien
yang diobati dengan obat tersebut.
3. clonidine
Sebagai anti hipertensi.,dikatakan side effect terbanyak
dari pembereian Clonodine adalah depresi.
4. bensodiaziazepin
Sebagai
obat penenang.Joffe(1972) melaporkan 6 pasien yang diberi
Diazepam(bensodiazepam) dan clordiazepoxide melakukan bunuh diri.
5. fenfluramin
sering digunakan pada obesitas.
6. anti psikotik
Yang sering dipakai misalnya phenothiazine yang seringh
digunakan pada Skizoprenia,anxietas,depresi. Pernah ada laporan makin
bertambahnya kasus bunuh diri setelah pemberian obat ini pada skizoprenia.
7. kortikosteroid dan pil KB
Pasien dengan pemakaian steroid dosis tinggi dan lama sering
terjadi Peningkatan resiko terjadinya depresi.
Laporan dari British medical journal(1969) memperlihatkan
bahwa Insidensi depresi meningkat pada pasien yang memakai pil KB. Dalam
laporan tersebut dikemukakan 5-30% dari wanita pemakai pil KB Menderita
depresi.
8. Disulfiram
digunakan untuk terapi cronic alchoholism
ANTI ANXIETAS
Obat ini terutama
digunakan untuk terapi simptomatis pada psikoneurosis dan berguna sebagai obat
tambahan pada terapi penyakit somatic yang didasari oleh perasaan cemas dan
ketegangan mental.Pemberian obat ini dalam jangka lama dan dosis tinggi dapat
menyebabkan adiksi/ketagihan.Obat ini tidak terlalu menyebabkan ngantuk.
Obat obat yang sering digunkan
untuk terapi anxietas adalah:
1.Derivat benzodiazepine
Saat ini paling banyak
dipakai karena:
-
rasio
terapi tinggi
-
tidak
bersifat adiktif pada dosis terapi
Derivat-derivat obat ini
yang ada di Indonesia adalah:
a. Derivat 1-4 bensodiazepin: chlordiazepoxid(Librium);diazepam(valium);
Medasepam(nobrium)
;lorasepam(ativan);bromasepam(lexotan)
Nitrasepam(mogadon);flunitrasepam(rohypnol)dll.
b. Derivat 1-5 benzodiasepine
:chlobazam(frisium)
Benzodiazepine selain sebagai anti anxietas juga
punya efek :
-hipnotik
-relaksan
otot
-anti
konvulsi
Gol. Yang lebih banyak dipakai sebagai hipnotik :
mogadon;rohypnol
Gol. Yang lebih banyak dipakai sebagai anti
anxietas : ativan;lexotan;frisium.
Keberhasilan terapi dengan obat ini tergantung
juga dari tipe kapribadian penderita:
-pasien
yang aktif dan ekstrovert cenderung lebih berhasil dengan obat:
Librium,lexotan,
dan frisium.
-pasien yang
pasif dan introvert lebih berhasil dengan valium dan tranxene
Mekanisme kerja obat:
Belum sepenuhnya jelas Ada
yang memperkirakan obat tersebut mempengaruhi neoro transmitter sentral dari
nor epineprin dan serotonin.
Studi terakhir menyatakan
adanya reseptor spesifik dari benzodiazepine dengan
Konsentrasi terbanyak di
lobus frontal/depan ;occipital/samping dari cortek
Cerebri
dan daerah hippocampus(pons-m.oblongata).Jika terdapat reseptor spesifik
tersebut maka terdapat pula suatu “ Natural Anti Anxiety”. Bekerjanya
NAA ini tentulah sesuai dengan bekerjanya
bensodiasepine.
Farmakokinetik:
Absorbsi oral dari chlordiazepoxid dan beberapa
bensodiasepine lambat dan kadar puncak dalam plasma dicapaio dalam beberapa
jam. Untuk diazepam cepat diabsosrbsi dan kadar puncak dalam plasma dicapai
dalam 1jam pada dewasa dan 15-30 menit pada anak. Dalam sirkulasi bensodiasepin
diikat oleh protein plasma sebesar 85-95%.Sebagian besar bensodiasepine di
ekskresi lewat urin dalam bentuk oksidasi dan konjugasi dengan glukoronat,
Toleransi dan Ketergantungan fisik
Dosis
biasa tidak menimbulkan “with drawl syndroma” pada kebanyakan kasus. Dosis
tinggi dan lama ,jika dihentikan mendadak dapat terjadi with drawl syndrome
Reaksi toksik dan efek samping
Pada
umumnya toksisitas bensodiasepin rendah. Reaksi toksik dari chlordiazepoxide
berupa: skin ransh, nausea, nyeri kepala, gangguan fungsi seks,vertigo, mudah
pingsan,agarnulositosis,kadang dapat terjadi juga gangguan menstrusi dan
ovulasi.
Diazepam efek aansietasnya terjadi pada kadar obat
dalam plasma 400-600mg/ml. Dosis > 700mg dari diazepam dan chlordiasepoxide
dapat menyebabkan kematian.
Efek teratogenik dan efek toksik lain pada fetus
dari obat ini masih controversial,diduga dapat menyebabakan “labio palato
schisis”.
Interaksi dengan obat lain
Ada
tetapi biasanya sedikit dan tidak menyolok.
Pada perokok efektifites obat akan berkurang.
2.Barbiturat
Sekarang jarang dipakai
untuk anti ansietas karena :
-dapat
menyebabkan depresi susunan saraf pusat
- rasio
terapetik rendah
-efek sedasi
lebih menonjol dari efek anti ansietasnya
-dapat
menyebabkan habituasi dan adiksi.
3.Propanediol
Sekarang jarang dipakai karena sifat
habituasi,adiksi dan toksisitasnya yang tinggi.
4.Anti psikotik
obat antipsikotik ini
kadang dipakai untuk anti ansietas dengan sifat “borderline psychotic”,tapi
dalam dosis yang rendah,misalnya :chlorpromazine/largactil 30-75mg/hr.
5.Anti depresan
Amitriptilin atau doxepin
sering berhasil mengatasi ansietas yang disertai perasaas sedih ,rasa berdosa,
semangat kurang dan insomnia.
6.Anti histamine
bermanfaat pada ansietas
yang disertai manifestasi pada kulit ,misalnya neuroder-
matosis.
7.beta bloker
ini merupakan obat anti
hipertensi yang dapat digunakan sebagai anti ansietas,
missal propanolol
digunakan pada ansietas dengan gejala menonjol takikardi,
palpitasi,tremor,hiperventilasi
dll.
ANTI
DEPRESAN
Adalah obat untuk
mengatasi depresi mental.
Perbaikan depresi sditandai dengan perbaikan alam perasaan, bertambahnya
aktifitas fisik dan kewaspadaan mental, nafsu makan dan pola tidur yang lebih
baik.
Gejala gejala dari depresi
adalah:
-nafsu makan
berkurang
-sulit tidur
-agitasi/retardasi
psikomotor
-anhedonia/hilang
minat terhadap kesenangan
-lelah hebat
-hilang harga
diri
-menyalahkan
diri sendiri/merasa berdosa dan ada pikiran bunuh diri
-daya
konsentrasi menurun.
Jika ditemukan 4 gejala
dari diatas maka sindrom depresi dapat ditegakkan.
Pembagian depresi:
-menurut sebab: karena
pengaruh luar/eksogen
karena pengaruh dalam/indogen
-menurut kualitas:
-depresi yang dalam: psikotik
-depresi yang dangkal:neurotic.
Obat obat anti depresi tersebut diatas :
1.MAO Inhibitor
Cara kerja obat ini dengan
mencegah enzyme Mono amine oksidase sehingga NT
(baik
dopamine,noradrenalin,serotonin) tidak akan dihancurkan.sehingga cukup
banyak neuro
transmitter(NT) pada celah sinaptik yang akan berinteraksi dengan
reseptor pasca
sinaptik.Efektifitsnya masih diperdebatkan dan jarang di pakai.
Efek samping: krisis
hipertensi dan hipotensi ortostatik.
2.Anti depresan trisiklik
yang pertama dikenal adalah imipramin(sering disebut
anti depresan klasik).Bersama amitriptilin merupakan anti depresan yang terlama
digunakan dan memiliki efektifitas tertinggi disbanding yg lain
Salah satu sifat dari anti depresan klasik ini
adalah:
-sangat efektif terhadap segala jenis depresi
(depresi neurotic, indogen,eksogen)
Dosis: 50-300mg/hr(imipramin dan amitriptilin)
Efek samping: mulut kering, gangguan penglihatan,
palpitasi,konstipasi,hipotensi orthostatic.
Efek samping pada SSP: ngantuk,tremor halus,
ataksia,
a..imipramin
Bekerja dengan cara
mencegah “re up take” dari NT pada prasinaptik.
b.amitriptiline
efektifitas sama dengan
imipramin tapi lebih sedative.
ANTI PSIKOSIS/NEUROLEPTIC
Oleh: dr. EM Sutrisna
Obat
ini bermanfaat pada terapi psikosis akut maupun kronis.
Ciri dari obat neuroleptik adalah:
2. kasiat anti psikosis(menenangkan penderita
psikosis yang agresif,overaktif dan labil) tidak berhubungan langsung dengan
kasiat sedative.
3. Dosis yang besar pun tak dapat menyebabkan
koma maupun anesthesia
4. Tak ada kecenderungan ketergantungan fisik
maupunpsikis.
Klorpromasin(CPZ) dan derivatnya
Nama lain:largactil
a.Farmakodinamik
Efek terhadap SSP:rasa acuh terhadap rangsang serkitar dan sedasi/ngantuk
Efek anti psikotik: efek menenangkan
Efek terhadap otot rangka: relaksasi
Efek indokrin: penghambatan ovulasi dan menstruasi
Efek terhadap kardio vascular:hipotensi
b.Farmakokinetik
Diabsorbsi dengan baik
pada pemberian peroral maupun perenteral.
c.Sediaan :obat suntik dan tablet 25mg
d.Efek samping/non terapi
batas keamanan CPZ cukup
lebar sehingga aman dalam pemakaian.Gejala indiosinkrasi mungkin timbul sering
berupa:ikterus, dermatitis da leucopenia.
Efek samping lainya : hipotensi orthostatic,hipothermis dan gangguan
ekstrapiramidal(tremor dll). CPZ ini merupakan obat terpilih untuk mengatasi
“hiccup”
Halloperidol
a.farmakodinamik
Efek terhadap SSP: menenangkan dan menyebabkan tidur,menghambat muntah,
pandangan kabur,
Efek terhadap kardiovaskular: tachicardi, hipotensi
Efek terhadap indokrin:galaktore
b.Farmakokinetik:
Cepat diserap dalam
saluran cerna. Kadar plasma puncak tercapai 2-6 jam setelah menelan obat dan
dapat menetap sdampai 72jam dan masih dapat ditemukan dalam plasma sampai
berminggu minggu.
c.Efek samping: gejala ekstra pyramidal,leucopenia, agranulositosis.Tidak
ada bukti bahwa obat ini bersifat teratogenik pada fetus.
PSIKOTOGENIK
Adalah obat yang dapat
menimbulkan kelainan kelakuan,disertai oleh timbulnya halusinasi,ganggua
berfikir dan perubahan alam perasaan.
a.MESKALIN
Dosis 5mg pada orang
dewasa dapat menimbulkan rasa takut,halusinasi visual,tyremor dll.Jrang dipakai
dan hanya untuk penelitian .
b.LSD
Dosis 20-100mikrogram pada
orang dewasa normal dapat menyebabkan gejala seperti pada pemberian meskalin
ditambah dengan gejala euphoria, perasaan curiga, sifat agresif .Jarang dipakai
untuk terapi.
PSIKOFARMAKOLOGI
A.Pengantar: kedudukan
psikofarmakologi dalam psikologi klinis
B. Sistem saraf
pusat(SSP)
C. Berbagai jenis obat
yang mempengaruhi SSP
D. mekanisme kerja obat
terhadap SSP
E. proses pengobatan dan
treatment dalam tubuh
F.Toksikologi dan efek
samping obat.
G. aplikasi
psikofarmakologi
KEDUDUKAN PSIKOFARMAKOLOGI
DALAM PSIKOLOGI KLINIS
Oeh: dr. EM Sutrisna
Berbagai faktor yang
mendasari gangguan psikologis/psikiatrik pada mansuia yang unik dan kompleks
membuat kasulitan pada kita untuk mengadakan pendekatan pengobatan secara
komprehesif.kompleksitas manusia tentu saja tidak mudah untuk direduksikan
,tetapi taraf awal pendekatan yang menyederhanakan persoalan ini sangat
diperlukan sebagai suatu landasan yang panjang dan misterius.
Treatment dengan obat
biasanyan diberikan berdasarkan patologi suatu penyakit
Tetapi khusus pengobatan dibidang psikiatrik (gangguan psikologis) tidaklah
dimulai dari mencari dari mencari patologi suatu penyakit dulu, tetapi secara
kebetulan didapatkan obat ,baru kemudian dicari bagaimana landasan kerja obat
yang spesifik itu pada otak.setelah itu baru dibuat hipotesa tentang gangguan
yang mendasari penyakit tersebut.
Pengobatan dari
psikofarmakologik dari gangguan jiwa pada umumnya didasarkan pada gangguan
neurotransmitter (NT), sebab pada saat ini (walaupun belum seluruhnya dapat
dibuktikan), gangguan NT dianggap sebagai penyebab terjadinya emosional dan
gangguan psikiatrik.
Contoh:
§ gangguan skhizofrenia disebabkan oleh
overstimulasi dari dopaminergik neuron (suatu NT)dan pengobatan yang dianjurkan
adalah neuroleptik yang merupakan antagonis dopamine.
§ depresi dianggap penyakit yang disebabkan
karena NT norepineprin dan serotonin yang menurun diotak, sehingga obat obat
antidepresi pada dasarnya adalah obat yang dapat meningkatkan nor epineprin dan
serotonin di otak.
§ anxietas masih belum jelas mekanismenya;
sebagian menganggap karena gangguan nor epineprin, sebagian yang lain
menganggap karena gangguan NT yang lain
seperti GABA dan glisin,disamping itu kemungkinan adanya suatu reseptor yang
disebut benzodiazepine spesifik juga diperkirakan menyebabkan anxietas.
Neurotransmiter: suatu zat yang dilepaskan vesikel sinaptik dalam sel saraf
yang berfungsi menghambat/inhibisisi atau marangsang/eksitasi
Beberapa neurotransmitter yang penting al:
- Asetilkolin: disekresikan neuron didalam banyak area otak.sebagian besar bersifat eksitasi tetapi sebagian yang lain dapat bersifat inhibisi misalanya inhibisi jantung.
- Norepineprin: disekresikan pada neuron yang badan selnya terletak di formation retikularis batang otak dan hipotalamus.kebanyakan menyebabkan inhibisi.
- Epineprin: hampir seperti nor epineprin tetapi disekresikan lebih sedikit.
- Dopamine: disekresikan oleh neuron yang berasal dari dalam substansia nigra.biasanya bersifat inhibisi.
- Glisin: terutama disekresikan oleh sinaps di medulla spinalis.bersifat inhibisi.
- GABA (gama amino butyric acid) disekresikan oleh ujung saraf dalam medulla spinalis, serebelum, ganglia basalis .selalu menyebabkan inhibisi.
- Serotonim: disekresikan oleh nucleus yang berasal dari batang otak dan diproyeksikan kebanyak area otak,terutama kornu dorsalis medulla spinalis dan kehipotalamus.bekerja sebagai penghambat lintasan nyeri didalam medulla spinalis dan dianggap membantu pengaturan afek seseorang dan mungkin juga menyebabkan tidur.
- Dll, seperti asam glutamat ,zat P, enkefalins, dan endorfins,histamin, prostaglandin .
Psikosa:
- skzofrenia:gggn pola pikir, tingkah laku dan perasaan
sebab:somatogenik
ANALGESIC OPIOID DAN ANTAGONIS
Batasan: merupakan kelomnpok obat yang mempunyai sifat sifat seperti opium
dan morfin.Fungsinya biasanya untuk menghilangkan dan meredakan rasa nyeri dan
sakit.
Tetapi semua golongan obat ini menimbulkan adiksi.
Yang termasuk gol. OPIOID adalah:
- obat yang berasal dari opium dan morfin
- senyawa semi sintetik morfin
- senyawa sintetik yang berefek seperti morfin.
MORFIN DAN OPIUM
Opium(candu) adalah getah
papaver somniferum yang telah dikeringkan.
Dibagi 2 golongan:
- gol. Fenantren: morfin dan kodein
- gol. Benzilisokinolin: noskapin dan papaverin.
FARMAKODINAMIK
Efek terhadap susunan saraf pusat:
- analgesia: menghilangkan nyeri secara sentral
analgesia oleh morfin dan opioid sudah timbul
sebelum penderita tidur dan sering kali timbul analgesia tanpa disertai tidur.
Efek analgesia-nya sangat selektif.
Morfin dosis kecil(5-10 mg) menimbulkan euforia
pada orang yang nyeri,sedih dan gelisah.Sebaliknya dosis yang sama pada orang
yang normal sering menimbulkan disforia( rasa kuatir ,takut dan mual
,muntah).Morfin jugas sering menimbulkan ngantuk, tidak bisa konsentrasi,sukar
berdfikir, apatis, aktivitas motorik berkurang, tajam penglihatan
berkurang,ekstremitas terasa berat, badan terasa panas, muka gatal dan mulut
terasa kering,rasa lapar hilang,depresi nafas dan miosis.Dalam lingkungan yang
tenang orang yang diberikan dosis terapi (15-20 mg) akan tidur nyenyak disertai
mimpi dan nafas lambat dan miosis(pupil menyempit).
Morfin dap[at menghilangkan nyeri dalan dan nyeri
yang berasal dari otot dan sendi.
Efek analgesik morfin berdasar atas 3 mekanisme:
- morfin meningkatkan ambang rasa nyeri. Mekanisme ini terutama terjadi jika morfin diberikan sebelum timbul sensasi nyeri.
- morfin dapat mempengaruhi emosi. Tahu bahwa nyeri masih ada tetapi reaksinya tida rasa khawatir ,menarik diri dsb.
- morfin memudahkan tidur dan waktu tidur ambang rasa nyeri meningkat.
Penderita yang nyeri hebat dan perlu morfin dosis
tinggi dapat tahan terhadap depresi nafas tetapi jika nyeri tiba tiba hilang
maka kemungkinan akan timbul gejala depresi nafas oleh morfin.
- Eksitasi
Morfin dan opioid sering menimbulkan muntah sedang
delirium dan kejang jarang timbul.
Kodein tidak menyebabkan depresi bila dosis
dibesarkan tetapi malahan dapat terjadi eksitasi.Efek eksitasi morfin meliputi:
maniak, medriasis, hipersalivasi, hipertermia ,kejang dan bisa berakhuir dengan
kematian.
- miosis
merupakan penyempitan pupil.pada intoksikasi
morfin pin point pupil merupakan
gejala khas.pada waktu sudah terjadi asfiksia( sesak nafas karena kurang O2) ,
baru terjadi dilatasi(pelebaran pupil).
- depresi nafas
dosis toksik dapat menyebabkan frekuensi nafas 3-4
X/menit dan kematian hampir selalu disebabkan karena depresi nafas. Morfin bisa
juga bisa dipakaio sebagai depresan batuk .Depresi refleks batuk ini ternyata
tidak sejalan dengan sejajar dengan depresi nafas.
Morfin : efek depresi nafasnya jauh lebih besar
dari efek depresi refleks batunknya.
Kodein: efek depresi reflek batuknya lebih kuat
dari depresi nafasnya.
- mual muntah
efek ini terjadi berdasar stimulasi langsung pada emetic chemo reseptortrigger zone di area posttrema medulla oblongata.
Pada dosis terapi(15 mg morfin sub kutan) ,jarang
terjadi mual muntah.
Efek terhadap saluran cerna
Merupakan efek langsung
pada saluran cerna bukan lewat sistem saraf pusatnya.
- lambung
menyebabkan gerakan dan motilitas lambung
berkurang. Sedikit menghambat sekresi HCL lambung
- usus halus
memperlambat pencernaan makanan diusus
halus,mengurangi sekresi empedu dan pankreas.
- usus besar
mengurangi dan menghilangkan gerakan propulsi usus
besar, meninggikan tonus dan menyebabkan spasme usus besar.akibatnya jalannya
tinja lambat dan tinja menjadi keras.
- duktus choledokus
meninggikan tekanan diduktus kholedokus yang dapat
menetap selama 2 jam atau lebih, yang disertai rasa tidak enak diepigastrium
sampai kolik berat.
Efek terhadap sistem cardiovaskuler.
Mungkin terjadi hipotensi
orthostatik. Morfin dan opioid lain harus digunakan hati hati pada hipovolemik.
Efek terhadap kulit: kulit merah dan panas (akibat vasodilatasi).kadang
terjadi gatal.
Efek terhadap metabolisme: suhu badan turun akibat aktivitas otot menurun,
vasodilatasi perifer dan penghambatan mekanisme saraf di SSP.
FARMAKOKINETIKA
Absorbsi lewat usus baik,
tetapi efek pemberian per oral jauh lebih kecil dari pemberian per enteral( sc,
iv).
Dapat menembus sawar uri dan mempengaruhi janin.sebagian kecil morfin dapat
ditemukan DI KERINGAT DAN TINJA.
EFEK SAMPING
1.idiosinkrasi dan alergi
berupa mual muntah, tremor,reaksi alergi seperti
gatal, urtikaria/biduren bersin, dermatitis kontak dll.
2.intoksikasi akut
biasanya akibat percobaan bunuh diri.tidur sampai
koma. Tekanan darah menurun, shok. Pembentukan urin berkurang .terjadi pin
point pupil.kematian biasanya akibat depresi nafas.
Sediaan dan posologi
Pemberian 10 mg/70 kg BB
efektif menimbulkan analgesia.efektifitas per oral 1/6-1/5 dari efektifitas
morfin subkutan.
Kodeuin tersedia dalam kemasan 10,15,30 mg tablet.
INDIKASI
- anti nyeri
terutama oleh nyeri yang hebat yang tidak bisa
diobati dengan analgesik non opioid. Misalnya nyeri karena:
- infark miokard/serangan jantung
- tumor/kangker
- kolik renal atau kolik empedu
- oklusi akut pembuluh darah perifer, pulmonal dan koroner.
- Perikardititis akut,pleuritis dan pneumothorak spontan.
- Luka bakar, patah tulang dan nyeri pasca operasi.
- anti batuk: telah banyak ditinggalkan
- anti diare: telah banyak ditinggalkan.
MEPERIDIN DAN DERIVAT FENILPIPERIDIN lain
Dikenal juga sebagai
pethidin
Contoh sediaan:
- pethidin tablet 50mg dan 100mg.ampul 50mg/ml. Digunakan sebagai analgesik/anti nyeri
- loperemid:tablet 2mg. Sering digunakan sebagai anti diare karena memperlambat gerak saluran cerna.
ANTAGONIS OPIOID
Adalah menetralkan
pengaruh opioid.
Contoh sediaan:
- nalorfin HCL( nalin HCL) sediaan 0,2mg nalorfin/ml untuk anak dan 5mg /ml untuk dewasa.
- levalorvan 1mg/ml
- nalokson 0,4 mg/ml.
Intoksikasi opioid diberikan 2mg nalokson bolus iv
yang mungkin perlu diulang tiap 20-60 menit.untuk mengatasi depresi nafas pada
neonatus biasanya dosis awal 0,01 mg/kg BB iv atau im atau sc diulang tiap 3-5
menit sampai membaik.
KOKAIN DAN ANESTETIK LOKAL SINTETIK
- KOKAIN
- Asal
Kokain atau benzoilmetilekgonin didapat dari daun erythroxylon coca dan spesies erythroxylon lain yaitu pohon yang tumbuh di Peru dan Bolivia.
Selama berabad- abad daun tersebut dikunyah oleh penduduk asli untuk menambah
daya tahan terhadap kelelahan.
- Farmakodinamik
Efek terpenting dari kokain:
Bila dikenakan lokal menghambat hantaran saraf,
dan bila sistemik merangsang sistem saraf pusat.
SUSUNAN SARAF PUSAT
Kokain
merupakan perangsang korteks yang sangat kuat, pada manusia zat ini menyababkan
banyak bicara, gelisah dan euforia. Diduga juga menyebabkan kekuatan mental
bertambah dan kapasiatas kerja otot meningkat, hal ini mungkin disebabkan oleh
berkurangnya rasa lelah. Adiksi dan toleransi pada zat ini terjadi pada
pemakaian berulang.
Efek
kokain pada batang otak menyebabkan peningkatan frekuensi nafas, sedang
dalamnya pernafasan tidak terpengaruhi. pusat muntah dan pusat vasomotor
mungkin juga terangsang. Perangsangan ini segera akan diikuti oleh depresi.
SISTEM KARDIOVASKULAR
Kokain
dosis kecil memperlambat dengyut jantung akibat perangsangan pusat vagus, pada
dosis sedang denyut jantung bertambah karena perangsangan pusat simpatis dan
efek langsung pada sitem saraf simpatis. Pemberian kokain IV dosis besar
menyebabkan kematian mendadak karena payah jantung sebagai akibat efek toksik
langsung pada otot jantung. Pemberian kokain sistemik umumnya akan menyebabkan
penurunan tekanan darah walaupun mula-mula terjadi kenaikan akibat
vasokonstriksi dan takikardi. Vasokonstriksi ini disebabkan oleh perangsangan
vasomotor secara sentral.
OTOT SKELET
Tidak ada bukti bahwa kokain dapat menembah
kekuatan kontraksi otot. Hilangnya kelelahan disebabkan oleh perangsangan
sentral.
SUHU BADAN
Kokain mempunyai daya pirogen kuat. Kenaikan suhu
badan disebabkan oleh 3 faktor, yaitu: (1) penambahan aktivitas otot akan meninggikan
produksi panans; (2) vasokonstriksi menyebabkan berkurangnya kehilangan panas;
dan (3) efek langsung pada pusat pengatur suhhu. Pada keracunan kokain dapat
terjadi pireksia.
SISTEM SARAF SIMPATIS
Pada organ yang mendapat persarafan simpatis, kokain
mengadakan potensiasi respons terhadap norepinetrin, epinefrin, dan
perangsangan saraf simpatis. Kokain tidak merangsang organ tersebut secara
langsung, tetapi mengadakan sensitisasi, karena menghambat pengambilan kembali
norepinefrin dari celah sinaptik ker dalam saraf, akibatnya neurohumor tersebut
akan menetap di sekitar reseptor organ dalam kadar tinggi untuk waktu lama.
Kokain merupakan satu-satunya anestetik yang mempunyai sifat ini, dan hal
inilah yang menyebabkan kokain dapat menyebabkan vasokontriksi dan midriasis.
EFEK ANESTESI LOKAL
Efek lokal kokain terpenting yaitu kemampuannya
untuk memblokade konduksi saraf. Atas dasar efek ini, pada suhu masa kokain
pernah digunakan secara luasuntuk tindakan di bidang optalmologi; tetapi kokain
ini dapat mengakibatkan terkelupasnya epitel kornea. Atas dasar ini, dan adanya
kemungkinan penyalahgunaan obat, maka penggunaan kokain sekarang dibatasi untuk
pemakaian topikal, khususnya untuk anestesi saluran napas akut.
- Farmakokinetik
Kecepatan absorbsi koakin masih melebihi kecepatan
dotoksikasi dan ekskresinya ,sehingga koakin sangat toksik. Pada pemberian
peroral kokain tidak efektif karena mengalami hidrolisis oleh usus.
- Intoksikasi
Kokain sering menyebabkan keracunan akut.
Diperkirakan dosis fatal adalah 1,2 gr, walaupun pernah dilaporkan terjadinya
keracunan hebat pada dosis 20 mg.gejala keracunan terutama karena perangsangan
SSP. Yaitu: mudah terangsang, banyak bicara, gelisah,cemas, dan bingung.
Refleks meningkat disertai sakit kepala ,nadi cepat,nafas tidak teratur, suhu
badan naik. Juga terjadi medriasis, eksopftalmus, mual muntah, sakit perut dan
kesemutan. Lalu dapat terjadi delirium, kejang kejang,penurunan kesadaran dan
akhirnya mati karena depresi nafas. Keracunan ini berlangsung cepat mungkin karena
kecepatan absorbsi yang cepat dan efek toksik pada jantung.
- pengobatan pada keracunan kokain
dengan diberi diazepam secara IV, kadang perlu
nafas buatan . untuk mencegah kecepatan absorbsi dipasang tornikuet.
ANESTETIK LOKAL SINTETIK
- PROKAIN
Nama dagang novokain.
Indikasi: digunakan secara suntikan untuk anestesi
lokal.
- LIDOKAIN
Nama lain Xilokain.
Indikasi: untuk anestesi lokal.
ALKOHOL
Oleh: dr. EM Sutrisna
Disebut juga etil alkohol.
Peminum alkohol sering merupakan problem sosial karena : sering mendapatkan
kecelakaan, hilang produktifitas, terlibat kejahatan,mendapat gangguan kesehatan sampai menyebabkan kematian.Pada
akoholisme terdapat beberapa gangguan mulai dari gangguan psikologi,nutrisi,
ketergantungan fisik, dan hilangnya kontrol.Biasanya peminum alkohol juga
terlibat penggunaan berbagai obat obat lain seperti hipnotif, amfetamin,
narkotik dll.
Motivasi minum alkohol biasanya untuk mendapatkan euforia, melepaskan emosi
dan melepaskan diri dari depresi atau ansietas yang dialaminya.
FARMAKODINAMIK:
Terhadap SSP:
Mendepresi SSP,mempengaruhi mental, pengendalian
diri,daya ingat ,konsentrasi,dan daya mawas diri menjadi tumpul dan hilang.Rasa
percaya diri meningkat,bersemangat, perasaan tidak terkontrol, letupan emosi
menjadi nyata, gangguan sensorik dan motoris.
Minum alkohol secara
kronis akan mempengaruhi gangguan mental dan neurologis berat seperti: gangguan
tidur, psikis, kerusakan otak dan kehilangan ingatan.defisiensi nutrisi dan
vitamin akibat gangguan saluran cerna dan fungsi hati.
Terhadap tidur: terjadi gangguan kualitas tidur dengan sering terjaga.
Terhadap sistem kardiovaskuler:
Efek langsung terhadap
sirkulasi kecil.nadi mungkin meningkat, terjadi vasodilatasi pembuluh darah
kulit.
Terhadap saluran cerna:
Mensekresi asam lambung.
Terhadap hati:
Pada alkoholisme kronis
akan terjadi perlemakan hati lalu hepatitis alkoholik dan akhirnya sirosis
hepatis.juga menyebabkan hipoglikemik akibat gangguan nutrisi dan pengosongan
glikogen hati.
Efek teratogenik: terjadi fetal aklcohol
syndrome. Inteligensi rendah, mikrosefali ,pertumbuhan lambat. Bisa terjadi
bayi lahir mati dan abortus.
INTERAKSI]
Alkohol menyebabkan
potensiasi pada efek obat obat hipnotik sedatif, anti konvulsi,anti depresi,
anti ansietas.
Meningkatkan resiko hipoglikemik pad pasien DM yang diterapi obat anti
diabetik melitus .
FARMAKOKINETK.
Absorbsi dalam lambung,
usus halus dan kolon berlangsung cepat.
Distribusi merata dan bisa
menembus sawar uri(palsenta).
Metabolisme:90-98% alkohol
dioksidasi dalam tubuh.
Ekskresi: hanya sekitar 2%
alkohol yang diminum tidak mengalami metabolisme.pada alkoholisme berat dapat
menjadi 10%.
TOLERANSI, KETERGANTUNGAN FISIK,DAN KOMPLIKASI
Terjadi toleransi
farmakodinamik: tanda tanda keracunan baru timbul pada kadar alkohol darah yang
lebih tinggi,dibanding kadar yang dapat menimbulkan keracunan pada orang bukan
peminum alkohol.
Jika kadar alkohol dalam
darah yang tinggi dipertahankan dalam jangka lama, maka akan timbul
ketergantungan fisik.tanda tanda putus alkohol mirip dengan putus
barbiturat.gejala putus alkohol muncul 12-72 jam sesudah penghentian
alkohol.bahkan penurunan kadar relatif alkohol dari 300 menjadi 100% pun kadang
dapat menyebabkan sindrom putus obat. Gejalanya adalah: delirium tremens yaitu
mula mula gemetar, mual muntah,gelisah, berkeringatmungkin timbul kejang.
Tremor yang berfariasi beratnya yang mencapai puncaknya 24-48 jam setelah
berhenti minum alkohol.,kehilangan ingatan, bingung,disorientasi, agitasi,bisa
timbul hiperthermia dan kolaps kardiovaskuler.jiuka tidak mati, penderita
mengalami penyembuhan dalam waktu 5-7 hari tanpa pengobatan.
Pada alkoholisme terjadi
gangguan nutrisi karena alkohol menekan nafsu makan dan mensuply kalori.
PENGOBATAN ALKOHOLISME KRONIS
Pada penanganan ini
biasanya tidak memerlukan obat obatan tetapi kadang digunakan diasepam.untuk
mengatasi reaksi yang berat karena putus alkohol denagn memberikan diasepam 20
mg peroral serta tindakan suportif.dapat diulang 1-2 jam sampai keadaan
teratasi.Tiamin peroral juga dapat diberikan pada awal terapi.
Untuk dilirium tremens diperlukan koreksi terhadap hipokalemia,
hipokloremia, dan hipovolemia. Pada pengobatan jangka panjang PROGRAM
REHABILITASI LEBIH PENTING DARI PADA FARMAKOTERAPI.
Kadang digunakan juga
disulfiram 500mg/hr selama 1 minggu yang mngganggu metabolisme etil alkohol.
KERACUNAN AKUT
Gambaran klinis: mabuk,
inkoordinasi otot, pengihatan kabur, kecepatan bereaksi terganggu , eksitasi
gangguan kesadaran sampai koma.
PENGOBATAN PADA KERACUNAN AKUT:
- aspirasi dan bilas lambung
- pengobatan suportif intensif
- jika parah kadang perlu dialisis peritoneal atau hemodialisis.
- infus intra vena dari 200 gr fruktosa selam 30 menit.
- pada keracunan metil alkohohol diberikan etil alkohol 50% 1ml/kgBB peroral dan diikuti 0,5 mg/kgBB tiap 2 jam selama 5 hari.
INDIKASI
1. sebagai obat luar: disinfektan , kompres
alkohol untuk menurunkan suhu tubuh, dan sebagai pelarut obat.
2. mengatasi nyeri dengan disuntikan didekat
saraf
3. digunakan pada keracunan metil
alkohol
APLIKASI PSIKOFARMAKOLOGIS
Anggapan berbagai kelompok
masyarakat tentang gangguan jiwa/psikis masih sangat beragam.oleh karena itu
perlu dibuat batasan yang tegas agar tidak menimbulkan banyak penafsiran.
Pengertian gangguan jiwa/psikis: sindrom/pola perilaku atau psikologis seseorang,
yang secara klinis cukup bermakan dan yang secara khas berkaitan dengan suatu
gejala penderitaan/distress/ hendaya(impairment/disability) dalam satu atau
lebih fungsi penting manusia.
Aplikasi obat obatan untuk
kelainan/gangguan jiwa ini meliputi semua klasifikasi gangguan kejiwaan. Adapun
beberapa kondisi dimana psikofarmakologis berperanan penting dalam terapinya
antara lain:
- GANGGGUAN MENTAL ORGANIK
Yang meliputi:
- gangguan mental organik akibat zat alkohol
-
intoksikasi
-
intoksikasi
idiosinkratik
-
sindrom
putus
-
delirium
putus
-
halusinosis
-
demensia
yang berkaitan dengan dengan alkoholisme
-
kecemburuan
alkoholik
b. gangguan mental akibat zat lain mirip
alkohol:barbiturat, sedatif dll.
-
intoksikasi
-
sindrom
putus
-
delirium
putus
c. gangguan akibat opioid
-
intoksikasi
-
sindrom
putus
d. Gannguan akibat kokain
-
intoksikasi
e. gangguan akibat amfetamin
-
intoksikasi
-
delirium
-
gangguan
waham
-
sindrom
putus
f. gangguan akibat fensiklidin atau
arilsikloheksilamin atau yang serupa
-
intoksikasi
-
delirium
g. gangguan akibat tembakau
-
sindrom
putus
h. gangguan akibat kafein
-
intoksikasi
i.
gangguan
akibat zat lainnya atau yang tidak ditentukan
- GANGGUAN MENTAL ORGANIK YANG MELIPUTI:
- delirium akut
- delirium sub akut
- demensia
- sindrom waham organik
- halusinosis organik
- sindrom afektif organik
- sindrom kepribadian organik
- sindrom lobus frontal
- sindrom pasca kontusio
- dll.
- GANGGUAN SKIZOFRENIK DENGAN BERBAGAI TIPE
- GANGGUAN AFEKTIF
- tipe manik
- tipe depresif
- tak terperinci
- GANGGUAN PARANOID
- GANGGUAN NEUROTIK
- neurosis cemas
- neurosis fobik
- GANGGUAN STRES PASCA TRAUMA
- akut
- kronis
- tidak khas
- GANGGUAN SOMATOFORM
- gangguan konversi
- gangguan nyeri psikogenik
- tidak khas
- GANGGUAN DISOSIATIF
- amnesia psikogenik
- gangguan dipersonalisasi
- GANGGUAN BUATAN
- gangguan buatan dengan gejala psikologis
- gangguan buatan kronis dengan gejala fisik
- gangguan buatan tidak khas dengan gejala fisik
- GANGGUAN KEPRIBADIAN
- paranoid
- eksplosifkompilsif/anankastik
- histerik
- dll.
- GANGGUAN PSIKOSEKSUAL
- transeksualism
- gangguan identitas jenis masa kanak
- gangguan identitas jenis tidak khas
- parafilia
-
zoofilia
-
pedofilia
-
eksibisionisme
-
voyeurisme
-
masochisme
-
sadisme
-
dll.
- disfungsi psikoseksual
-
hambatan
selera seksual
-
hambatan
gairah seksual
-
hambatan
orgasme pria
-
hambatan
orgasme wanita
-
ejakulasi
prematur
-
dispareni
fungsiuonal
-
vaginismus
fungsional
- gangguan psikoseksual lainnya: homoseksual atau yang lain
- GANGGUAN EKSPLOSIF
- berjudi patologik
- kleptomania
- dll.
- FAKTOR PSIKOLOGIS YANG MEMPENGARUHI KONDISI FISIK
- FENOMENA/SINDROM YANG BERKAITAN DENGAN SOSIAL/BUDAYA
- kesurupan
- guna guna
- dll.
- GANGGUAN YANG NAMPAK PADA MASA BAYI, KANAK, ATAU REMAJA
- gangguan makan
-
anoreksia
nervosa
-
pika
-
dll.
- gangguan gerak stereotipik
-
gangguan
tik
- gangguan lain
-
gagap
-
enuresis
fingsional
-
gangguan
tidur jalan
- gangguan tingkah laku
-
agresif
,berkelompok
-
agresif
tak berkelompok
-
non
agresif ,berkelompok
-
non
sgresif, tidak berkelompok
- gangguan cemas masa kanak dan remaja
-
gangguan
cemas menghindar
-
gangguan
cemas perpisahan
-
dll.
- gangguan lain
-
gangguan
sikap menentang
-
gangguan
identitas
-
dll
- gangguan pemusatan perhatian
-
dengan
hiperaktif
-
tanpa
hiperaktif
- gangguan perkembangan spesifik
-
gangguan
perkembangan membaca
-
gangguan
perkembangan berhitung
-
gangguan
perkembangan berbahasa
-
gangguan
artikulasi
i.
retardasi mental
-
retardasi
mental ringan
-
RT
sedang
-
RT
berat
-
RT
sangat berat
-
Dll.
J.gangguan lain
-
pura pura
-
problem akademik
-
problem pekerjaan
-
problem perkawinan
-
gelandangan
-
dll.
NAMA:
NIM :
KELAS:
Selain asisten kimia klinik, apakah anda juga
menjadi asisten lain? Sebutkan:
...........................................................................................................................
Motivasi jadi asisten:
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
Jika jadi asisten kimia klinik, kapan anda bisa
jaga praktikum?
a. senin jam 07.00-10.20
b. senin jam 10.20-12.40
c. selasa jam 07.00-10.20
d. selasa jam 10.20-12.40
NAMA:
NIM :
KELAS:
Selain asisten kimia klinik, apakah anda juga
menjadi asisten lain? Sebutkan:
...........................................................................................................................
Motivasi jadi asisten:
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
Jika jadi asisten kimia klinik, kapan anda bisa
jaga praktikum?
a. senin jam 07.00-10.20
b. senin jam 10.20-12.40
c. selasa jam 07.00-10.20
d. selasa jam 10.20-12.40
NAMA:
NIM :
KELAS:
Selain asisten kimia klinik, apakah anda juga
menjadi asisten lain? Sebutkan:
...........................................................................................................................
Motivasi jadi asisten:
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
Jika jadi asisten kimia klinik, kapan anda bisa
jaga praktikum?
a. senin jam 07.00-10.20
b. senin jam 10.20-12.40
c.selasa jam 07.00-10.20
d.selasa jam 10.20-12.40