MODUL
1
LARUTAN DAPAR
TUJUAN
Membuat larutan dapar dengan pH dan
kekuatan ionik tertentu.
DASAR
TEORI
Pada dasarnya suatu larutan
dapar yang tersusun dari asam lemah dan basa konjugasi merupakan suatu sistem
kesetimbangan ion dalam air, yang melibatkan adanya kesetimbangan air dan
kesetimbangan asam lemah. Di samping itu, terdapat ion basa konjugasi yang
berasal dari garam atau hasil reaksi antara asam lemah tersebut dengan basa
kuat .
(Sudarmo, 2005)
Dapar di defenisikan sebagai campuran asam/basa
lemah dengan garamnya. Fungsinya adalah
untuk mempertahankan pH larutan saat ditambahkan asam/basa lemah dalam jumlah
relatif sedikit. Kapasitas dapar adalah parameter kuantitatif yang menunjukkan
kekuatan (resistensi) untuk mempertahankan pH.
(Chang R, 2006)
Faktor-faktor yang
mempengaruhi pH larutan dapar. Penambahan garam-garam netral ke dalam larutan
dapar mengubah pH larutan dengan berubahnya kekuatan ion. Perubahan kekuatan
ion dan pH dapar dapat pula disebabkan oleh pengenceran. Penambahan air dalam
jumlah cukup, jika tidak mengubah pH dapat mengakibatkan penyimpangan positif
atau negatif sekalipun kecil sekali, karena air selain dapat mengubah nilai
koefisien kereaktifan, ia juga dapat
bertindak sebagai asam lemah atau basa lemah. Nilai pengenceran yang positif
menunjukkan bahwa harga pH akan naik akibat pengenceran sedang nilai
pengenceran negatif menunjukkan bahwa nilai pH turun dengan adanya pengenceran
dapar .
(Martin, 1990)
LARUTAN BUFFER
Suatu
larutan bila ditambah asam akan turun pH-nya karena memperbesar konsentrasi H+.
sebaliknya bila ditambah basa akan menaikkan pH karena meningkatkan konsentrasi
OH—. Seterusnya, suatu larutan asam/basa bila ditambah air akan
mengubah pH karena konsentrasi asam/basanya mengecil.
Ada
larutan yang bila ditambahkan sedikit asam-basa atau air tidak mengubah pH
secara berarti, larutan ini disebut larutan buffer.
Cara membuat larutan buffer ada 2,
yaitu :
a. Campuran
asam lemah dengan garamnya (berasal dari asam lemah dan basa kuat). Contoh: HNO3
dan NaNO3 atau CH3COOH dengan CH3COOK.
b. Campuran
basa lemah dengan garamnya (berasal dari asam kuat dan basa lemah). Contoh: NH4OH
dengan NH4Cl dan N2H5OH dengan NH4Cl.
Larutan
dapar dapat dibuat dari pereaksi berikut menggunakan air bebas karbondioksida
P. jika pereaksi terbentuk hablur, kecuali asam borat digunakan lebih dahulu
dikeringkan pada suhu 1100C – 1200C selama 1 jam.
Larutan
dapar disimpan dalam wadah tertutup rapat, dari kaca bebas alkali, tidak lebih
lama dari 3 bulan. Jika terjadi kekeruhan/telah memperlihatkan tanda kemunduran
tidak boleh digunakan. Harga pH dapat, memberikan reproduksibilitas
0,02 pada suhu 250C.
(Anonim, 1979)
ALAT
DAN BAHAN
Alat:
1.
Gelas beker
2.
Stirrer magnetic
3.
Neraca analitik
4.
pH meter
5.
pH stick
6.
Pipet tetes
7.
Pipet ukur
8.
Buret
9.
Labu takar
10. Mechanical
stirrer
Bahan:
1.
Asam asetat (asam lemah)
2.
Natrium asetat
3.
Air bebas CO2
4.
NaCl
CARA
KERJA
Dipilih asam
asetat dengan pKa 7,21 yang paling mendekati pH dapar yang dibuat = 5,2. Hal
ini akan menyebabkan dapar yang dibuat mempunyai kapasitas dapar maksimum.
Dengan persamaan
dapar, dihiung perbandingan Asam lemah (asam asetat) dan garamnya (Na asetat)
yang diperlukan untuk pembuatan dapar dengan pH yang diinginkan (5,2).
Persamaan dapar cukup tepat jika digunakan untuk perhitungan pH dengan rentang
4 sampai dengan 10.
Ditimbang
bahan-bahan yang diperlukan dari perhitungan di atas.
Dikalibrasi pH
meter dengan larutan dapar standar yang tersedia.
Dilarutkan
bahan-bahan pembuat dapar dalam sebagian air bebas CO2, kemudian
dicek pH larutan dengan pH meter.
Ditambahkan
larutan NaOH jika terlalu asam atau HCl jika terlalu basa. Dicatat volume
larutan yang ditambahkan.
Dihitung kekuatan
ionic larutan dapar tersebut, dan ditambahkan NaCl hingga tercapai kekuatan
ionic yang diinginkan.
Dipindahkan
larutan ke labu takar dan diencerkan hingga volume yang dikehendaki.
Dicek pH akhir
larutan dapar yang dibuat.
HASIL PERCOBAAN
|
Jenis dapar
|
Phospat
|
|
pH larutan dapar
|
7,0
|
|
pKa komponen dapar
|
7,21
|
|
Konsentrasi
|
0,15 M
|
|
Volume
|
250 mL
|
Perhitungan
:
pH = pKa + log 
7,0 = 7,21 + log 
-0,21 =
log 
0,6165 = 
K2HPO4 = 0,6165 (KH2PO4)
0,15 M =
(K2HPO4) + (KH2PO4)
0,15 M =
0,6165 (KH2PO4) + (KH2PO4)
0,15 M =
1,6165 (KH2PO4)
KH2PO4 = 0,0927 M
KH2PO4 =
0,0573 M
Jumlah (gram) KH2PO4 = (KH2PO4) × V larutan dapar ×
BM KH2PO4
=
0,0927 × 0,25 × 136,09
=
3,1538 gram
Jumlah (gram) KH2PO4 = (KH2PO4) × V larutan dapar ×
BM KH2PO4
=
0,0573 × 0,25 × 174,18
=
2,4951 gram
V1 . M1 =
V2 . M2
Vdapar . M dapar =
VNaOH . MNaOH
250 mL . 0,15 = 1,520 mL
. MNaOH
MNaOH =
24,671 M
Kekuatan ionik
Karena
hasil ( - ), maka tidak perlu penambahan NaCl.
|
Bobot asam
|
3,1538 gram
|
|
Bobot garam
|
2,4951 gram
|
|
Volume penambahan basa
|
1,52 mL
|
PEMBAHASAN
Mekanisme kerja
larutan dapar adalah menetralkan asam maupun basa dari luar. Masing-masing
komponen dalam larutan dapar mampu menetralkan asam maupun basa dari luar.
Komponen asam lemah dan basa konjugasi dalam larutan dapar asam membentuk
sistem kesetimbangan
Larutan dapar asam dapat dibuat dengan cara
mencampurkan sejumlah larutan asam lemah dengan larutan basa konjugasinya
secara langsung. Selain itu, larutan dapar asam juga dapat dibuat dengan
mencampurkan sejumlah larutan basa kuat dengan larutan asam lemah berlebih.
Setelah reaksi selesai, campuran dari larutan basa konjugasi yang terbentuk dan
sisa larutan asam lemah membentuk larutan dapar asam.
DAFTAR PUSTAKA
Chang R. 2006. Kimia
Dasar Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Martin, A. 1990.
Farmasi Fisik edisi ketiga jilid 1, Universitas Indonesia Press:Jakarta.
Sudarmo, unggul, 2005, Kimia untuk SMA Kelas
XI, PT. Erlangga: Surakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar