LAPORAN PRAKTIKUM
FORMULASI DAN TEKNOLOGI SEDIAAN STERIL
PERCOBAAN III
LAMINAR AIR FLOW (LAF)
Disusun Oleh :
Nama : Eldesi Medisa Ilmawati
NIM : K 100 110 038
Kelompok : B4
Tanggal Praktikum : 14 November 2013
Tanggal Praktikum : 14 November 2013
Korektor : Herlisa Ajmiati
LABORATORIUM TEKNOLOGI FARMASI
FAKULTAS FARMASI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013
Masing-masing
batang apus dibungkus kertas perkamen dan disterilkan dalan autoklaf pada suhu 121˚c/
15 psi, 20 menit
Baja
tahan karat plat apus (stainless stell swab template) dibungkus kertas perkamen
dan disterilkan dalam autoklaf suhu 121˚c / 15 psi selama 20 menit
Sarung
tangan disemprot dengan larutan 70% alkohol. Kemudian bungkusan swab-template
dibuka.
Tabung
yang berisi batang apus (adl) dibuka dengan hati-hati
Semua
batang apus diinkubasikan pada suhu 37˚c selama 24 jam
Kesimpulan : Ternyata setelah dilakukan pengecekan pada alat LAF masih
terdapat pertumbuhan jamur pada bagian bawah. Hal ini membuktikan bahwa alat
tersebut masih belum steril meskipun telah dibersihkan dengan alkohol.
PERCOBAAN III
LAMINAR AIR FLOW (LAF)
I.
TUJUAN
Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan melakukan
validitas alat Laminar Air Flow (LAF).
II.
DASAR TEORI
Validasi merupakan
suatu tindakan pembuktian dengan cara yang sesuai bahwa setiap bahan, proses,
prosedur, kegiatan, sistem, perlengkapan atau mekanisme yang digunakan dalam
produksi dan pengawasan akan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan (Voight, 1995).
Dalam
pelaksanaan validitas, prinsip penetapan kadar dianggap cocok untuk prosedur
yang ditetapkan. Validitas dimaksudkan untuk mengetahui ketelitian dan
ketetapan kadar tetapi bukan mengenai penyebab dari penyimpangan yang diamati.
Apabila
ketelitian dan ketepatan dari penetapan kadar tidak memuaskan maka prosedur
tersebut perlu ditinjau, dirancang kembali, direvisi, atau diganti.
Kalibrasi
instrumen yang dipakai dalam pengujian hendaklah dilakukan secara berkala untuk
menjamin bahwa instrumaen tersebut senantiasa memberikan hasil penimbangan atau
pengukuran yang tepat
(Anonim, 2001).
Laminar
Air Flow ( LAF ) adalah suatu alat untuk penyaringan dan petunjuk aliran udara
pada daerah produksi untuk sediaan-sediaan steril yang berguna dalam menurunkan
kemungkinan pengotoran
(Ansel, 2005).
Sterilisasi ialah proses yang dirancang untuk menciptakan
keadaan steril. Secara tradisional keadaan steril adalah kondisi mutlakyang
tercipta sebagai akibat penghancuran dan penghilangan semua mikroorganisme
hidup.
Validasi
proses sterilisasi
Semua proses sterilisasi (termal, kimiawi, radiasi, dan
filtrasi) dirancang untuk menghancurkan atau mengurangi bahan pencemar
mikrobiologis yang ada dalam suatu produk. Uji resmi sterilitas suatu produk
adalah suatu uji penghancur terhadap sampel terpilih; jadi tugas membuktikan
bahwa semua bagian suatu produk adalah steril harus memakai teori probabilitas
statistik (Lachman, 1989).
Kondisi
aseptik dicapai jika persyaratan berikut terpenuhi:
1.
Ruang kerja
Jalan masuk ke dalam ruangan yang
digunakan untuk kerja aseptik, harus melalui boks yang sekaligus mudah
dibersihkan dan didisinfeksi seperti halnya ruangan yang digunakan untuk kerja
aseptik.
2.
Personel
Personel yang dipercaya bekerja aseptik
harus memenuhi persyaratan higienis yang sama dengan personel yang bekerja di
lalu lintas bahan makanan.
3.
Proteksi Pencemaran
Ulang
Bahan, sediaan dan barang harus dibedakan
atas dasar kebutuhan, dilindungi dari pencemaran ulang melalui pengemas yang
terbukti dapat disterilkan dan bertahan tetap steril dan melalui tarnsportasi
bebas debu serta penyimpanan pengemas ini yang terlindung dari debu.
4.
Indikator
sterilisasi dan Indikator keamanan
5.
Penanganan bahan
sediaan dan barang yang berlainan
6.
Perusakan pengotor
pirogen
7.
pengujian terhadap
sterilitas
(Voight, 1971)
III.
ALAT DAN BAHAN
Ø Alat
1.
Batang apus
2.
Tabung reaksi
20 ml
3.
Stainless
stell swab template
|
Ø Bahan
1.
trypticase
Soy Broth (TSB)
2.
mac conkey
agar
3.
cetrimimide
agar
4.
EMB
5.
Based Parker
agar
|
IV.
CARA KERJA
Tabung gelas diisi dengan 5ml
trypticase Soy Broth (TSB) steril
Secara aseptik,
batang apus steril dimasukkan kedalam larutan tsb steril
Dibawa
keruangan yang akan diuji cemaran mikrobanya
Cairannya
diperas dengan menekan bagian batang apus kedinding tabung
Dilakukan
swab-template pada permukaan bagian yang akan diperiksa hingga membentuk sudut
30 derajat dan apus secara hati-hati daerah dibawah sawb-template dengan batang
apus
Dimasukkan
kembali batang apus tersebut ke dalam tabung yang berisi TSB dan diinkubasikan
pada suhu 37˚c selama 30-48 jam
Dilakukan
penanaman pada TSA, Mac Conkey agar, Cetrimide agar, EMB dan Based Parked agar
Dilakukan
identifikasi E.coli ps. Aeruginosa, Stap aereus, Klebsialla sp.
V.
ANALISIS
CARA KERJA
Percobaan ini bertujuan untuk memahami dan
mengaplikasikan bagaimana cara validasi alat laminar air flow (LAF). LAF
merupakan tempat yang digunakan untuk melakukan suatu proses yang membutuhkan
kondisi steril seperti penanaman bakteri. Tempat melakukan pengujian larutan
steril dan untuk mengetahui ada tidaknya bakteri yang ditempatkan pada media
yang ada dalam stainles stelll swap
template.
Langkah pertama yaitu menyiapkan batang apus yang
telah disterilkan dengan cara A yaitu dalam autoklaf dengan uap jenuh pada suhu
115-116o C selam 30 menit/ 121o C selama 20 menit. Batang
apus ini berfungsi untuk meratakan larutan steril saat penanaman bakteri secara
aseptis. Proses pengerjaan harus dilakukan dalam keadaan steril dengan
menyemprotkan alkohol 70% sebagai disinfektan baik pada handgloves ataupun meja
praktikum, untuk menjaga sterilitas selama praktikum.
Media yang digunakan untuk penanaman adalah Mac
Conkey agar. Pada proses penanaman bakteri, pembukaan Swab-template harus
hati-hati dengan membuka sedikit pada tempat kemiringan 300. hal ini
untuk mencegah agar (media) tidak terkontaminasi oleh bakteri dari udara.
Batang apus selanjutnya dimasukkan tabung yang berisi TSB dan diinkubasi pada
37oC selama 24 jam. Hal ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya
pertumbuhan bakteri pada LAF. Dalam percobaan diharapkan tidak terjadi
pertumbuhan bakteri. Karena jika ditemukan bakteri maka LAF tersebut sudah
terkontaminasi.
VI.
HASIL
PENGAMATAN
Pengamatan
hasil Inkubasi pada hari ke - 3
Pertumbuhan
Bakteri : Ada
Media
Pertumbuhan Bakteri : Mac conkey agar
Keterangan
:
VII.
PEMBAHASAN
Validasi
merupakan suatu tindakan pembuktian dengan cara yang sesuai bahw setiap bahan,
proses, prosedur, kegiatan, sistem, perlengkapan atau mekanisme yang digunakan dalam proses produksi dan
pengawasan akan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan (Voight, 1995).
Laminar Air Flow (LAF) alat ini digunakan dalam teknik sterilisasi radiasi
(bekerja secara aseptis). Kita juga dapat bekerja di dalam ruangan ini. Alat
ini terletak khusus dalam satu ruang yang disebut ruang steril. Penggunaan alat
tersebut adalah untuk mensterilisasikan udara di tempat kerja, sehingga
kegiatan yang berkaitan dengan pemindahan dan pengambilan mikroba dapat
dilakukan di sekitar laminar air flow.
Pada
percobaan ini digunakan batang apus ini berfungsi untuk meratakan larutan
steril saat penanaman bakteri secara aseptis. Proses pengerjaan harus dilakukan
dalam keadaan steril dengan menyemprotkan alcohol 70% sebagai desinfektan baik
dalam handgloves ataupu meja praktikum. Media yang digunakan untuk penanaman
adalah Mac Conkey Agar. Pada proses penanaman bakteri, pembukaan swab-template
harus hati-hati dengan membuka sedikit dengan kemiringan 30 derajat. Hal ini
untuk mencegah agar (media) tidak terkontaminasi oleh bakteri dari udara.
Inkubasi pada suhu 37 derajat celcius selama 24 jam. Hal ini bertujuan untuk
melihat ada tidaknya pertumbuhan bakteri pada LAF. Dalam percobaan diharapkan
tidak terjadi pertumbuhan bakteri, karena jika ditemukan bakteri maka LAF
tersebut sudah terkontaminasi.
Dari hasil
percobaan diperoleh hasil bahwa terdapat pertumbuhan bakteri pada media Mac
Conkey Agar, hal ini menunjukkan bahwa pada alat LAF tersebut sudah
terkontaminasi oleh bakteri ataupun mikroorganisme, karena sudah
terkontaminasi, maka LAF tersebut tidak steril dan tidak valid untuk digunakan.
VIII. KESIMPULAN
1. Media penanaman Mac Conkey Agar harus mengandung cukup
air, sumber karbon, sumber nitrogen, mineral, vitamin, dan gas.
2. Semua alat yang digunakan harus benar-benar steril,
missal batang apus dan sarung tangan.
3. Dari hasil percobaan terbukti ruangan LAF terdapat cemaran,
dengan bukti terjadi pertumbuhan bakteri pada media Mac Conkey Agar.
VIII. DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2001, Cara Pembuatan Obat yang Baik, Edisi
2001, Tim Revisi, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta
Ansel, Howard C, 2005, Pengantar Bentuk Sediaan
Farmasi, Edisi IV, UI Press, Jakarta
Lachman, L., 1989, Teori dan Praktek Farmasi Industri
III, UI Press, Jakarta
Lachman, L., 1989, Teori dan Praktek Farmasi Industri
II, Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta
Voight, R., 1995, Buku Pelajaran Teknologi Farmasi,
UGM Press, Yogyakarta


Tidak ada komentar:
Posting Komentar